• Saat ini (WIB) …

  • Hari ini …

  • Yang Mampir

    • 237,377 pengunjung
  • Isi Blog ini

  • Tulisan Dalam Blog Ini…

LUAR BIASA … 1 FENOMENA 100 VARIABEL

Saat mengikuti workshop Karya Ilmiah di BLC Telkom Medan

Kamis-Jum’at, 11-12 Desember 2014

===============================================

Saat instruktur Pelatihan Karya Ilmiah Bagi Pembimbing Peneliti memberikan contoh fenomena, ternyata banyak variabel yang bisa diteliti dari sebuah fenomena.

Workshop Pembimbing Penelitian

Memutar Potongan Pipa Yang Diberi Warna Pada Ujung2nya

Ini terungkap saat instruktur memberikan sepotong pipa paralon (pipa untuk jaringan air di rumah) berdiameter 3/4 inch yang dipotong sepanjang 10 cm diberi masing-masing label warna (dalam percobaan ini warna biru dan mereah) yang berbeda di masing-masing ujungnya.

Kemudian pada ujung berlabel biru di tekan dengan jari, sehingga pipa berputar dan terlihat fenomena… hanya warna biru yang tampak, yang hitam tak kelihatan. Luar biasa!!!

Bagaimana kalau pipanya diperpanjang?
Bagaimana kalau diameternya pipanya diperbesar?
Bagaimana kalau label warnanya dipindahkan di tengah?
Bagaimana kalau labelnya diberi 2 warna yang berbeda pada salah satu ujungnya (bagian atas dan bawah pipa)?

Workshop Pembimbing Penelitian + instruktur

Foto Bareng Dengan Rekan dan Instruktur

Anda bisa mencobanya sendiri… Dan silahkan buat variabel sendiri!

SCIENCES IS FUN !!!

SAATNYA MULAI MENJAUH DARI TV, INI 11 ALASANNYA, MAU?

Tulisan (dari blog sebelah) ini sangat berarti bagi saya, karena masih sering menonton TV. Tapi saya suka berimajinasi dengan acara TV yang saya tonton, mungkin harus dikurangi agar waktu tak terbuang percuma.

Seberapa sering sih kamu menonton televisi setiap hari? Menurut aneki.com, ternyata orang Indonesia itu rata-rata menghabiskan 19,7 jam di depan layar televisinya lho per minggunya. Samakah jumlahnya dengan jam yang kamu habiskan tiap minggu untuk olahraga atau membaca buku?

Menonton TV memang tidak selamanya buruk, tapi terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan itu juga tak ideal untuk hidupmu. Jika kamu masih butuh diyakinkan, di bawah ini Hipwee akan memberikan 11 alasan kenapa kamu harus menjauhkan diri dari televisi mulai sekarang!

  1. Waktu yang Kamu Hamburkan Untuk Menonton Belum Tentu Sepadan Dengan Manfaat yang Akan Kamu Genggam

Nonton TV itu racun! Kalau sudah ketemu serial favoritmu, kamu bahkan bisa menghabiskan sehari-semalam di depan TV. Berbeda dengan mendengarkan lagu, saat kamu menonton TV kamu tidak akan dapat melakukan sambil lalu. Indra pendengaran dan penglihatan kamu “tersita” fokusnya sehingga kamu tidak bisa melakukan hal-hal penting lainnya hari itu pada saat bersamaan.

Coba deh ukur lagi berapa jam yang kamu habiskan per hari untuk menonton serial TV. Manfaat apa sih yang kamu dapatkan dari situ selain perasaan ketagihan? Apakah dengan menonton acara itu pengetahuanmu jadi bertambah signifikan? Belum tentu, ‘kan?

  1. Kadang Kamu Sengaja Memelototi Acara yang Nggak Kamu Sukai Cuma Supaya Bisa Marah-Marah ke Pemain Acaranya

Kamu tahu kamu sebenarnya kesal sama sinetron dan jalan ceritanya yang kurang logis. Tapi bukannya menjauhi acara itu, kamu justru memelototinya — terutama yang ratingnya tinggi. Tujuannya? Supaya kamu bisa marah-marah ke pemainnya! Baca lebih lanjut

Tanpa PR & Ujian Nasional, Sekolah Cuma 5 Jam

Tulisan yang saya peroleh dari blog sebelah ini, sepertinya sangat sesuai dengan isu-isu pendidikan terkini, terkait dengan kurikulum 2013. Mudah-mudahan bermanfaat dan memberi inspirasi pada kita semua. Amiin.

Semasa sekolah dulu, rasanya mustahil kamu bisa dijuluki murid pintar kalau dapat ranking bontot. Apalagi kalau gak lulus ujian nasional, rasanya dunia selesai di titik itu. Ketatnya persaingan waktu sekolah mungkin memang bertujuan supaya kitaa berlomba-lomba jadi lebih pintar. Tapi tahukah kamu, negara dengan pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan hal yang sebaliknya?

Berbeda dengan kita yang harus menghadapi ujian nasional tiap mau naik jenjang sekolah, seumur-umur pelajar di Finlandia hanya menghadapi 1 ujian nasional ketika mereka berumur 16 tahun. Tidak hanya minim pekerjaan rumah, pelajar di Finlandia juga mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain. Namun dengan sistem yang leluasa entah bagaimana mereka justru bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Makanya kali ini Hipwee bakal mengulas habis rahasia Finlandia yang satu ini.

1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun

Orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.

Baca lebih lanjut

ADA 9 TIPE JENIUS MANUSIA

Secara singkat, makna dari kata “Genius” atau “Jenius” adalah seseorang dengan kapasitas kecerdasan di atas rata-rata. Ironisnya, masyarakat sekitar kita melihat kapasitas tersebut hanya dalam nilai akademik, yang sebenarnya harus disadari bahwa tidak semua kejeniusan manusia itu sama.

Contoh nyata dapat dilihat dari sebuah permisalan Pablo Picasso dan Albert Einstein. Ya, banyak dari Anda pasti sudah sering mendengar kedua nama ini, Pablo Picasso sebagai pelukis ternama dunia dan Albert Einstein sebagai ilmuwan ternama dunia.

Apabila kita hanya melihat dari sisi bidang fisika, Albert Einstein adalah seseorang yang sangat jenius tapi Pablo Picasso mungkin tidak pernah akan dapat disebut jenius dalam bidang ini.

Berbeda halnya jika kita melihat dari sisi kesenian lukisan. Namun kedua orang ini nyatanya memang adalah 2 orang yang jenius hanya saja dalam bidang masing-masing mereka sendiri.

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini, seorang psikolog ternama, Howard Gardner menjelaskan bahwa kepintaran atau kecerdasan manusia yang lebih lanjut lagi disebut sebagai jenius ini, dapat dibagi menjadi 9 tipe kecerdasan.

1. Kecerdasan Logik Matematik

Kemampuan seseorang dalam mengatur, mengukur, dan memahami simbol numerik, abstraksi dan logika. Kepintaran inilah yang biasanya diukur secara akademis di sekolah-sekolahan.

2. Kecerdasan Linguistik

Kemampuan pengolahan bahasa baik dalam hal pemahaman atau implementasinya secara tertulis ataupun lisan. Sama halnya denga kepintaran logik matematik, kepintaran ini juga biasanya diukur secara akademis.

Baca lebih lanjut

Diproteksi: UJIAN MID & UAS

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Ada 13 Model Pembelajaran Inovatif

Pengertian Inovatif/Inovasi Pendidikan

Inovasi berasal dari kata latin, Innovation yang berarti pembaharuan dan perbuahan. Inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju kearah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan saja).

Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang disarankan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan inovasi adalah gagasan, perbuatan, atau suatu yang baru dalam konteks sosial tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.

Selanjutnya dijelaskan bahwa sesuatu yang baru itu mungkin sudah lama dikenal pada konteks sosial lain atau sesuatu itu sudah lama dikenal, tetapi belum dilakukan perubahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah perubahan, tetapi tidak semua perubahan adalah inovasi. Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap ijuga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan.

Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.

Menurut Santoso (1974), tujuan utama inovasi adalah, yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.

Tujuan Inovasi Pendidikan

 Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas: sarana serta jumlah pendidikan sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunana), dengan menggunakan sumber, tenga, uang, alat, dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.

Baca lebih lanjut

Menguak Rahasia Kelelawar

Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia bersayap yang termasuk ke dalam ordo Chiroptera. Chiroptera berasal dari bahasa Yunani: cheir artinya “tangan” dan pteron artinya “sayap”. Nowak dalam Nurfitrianto, dkk (2013) mengungkapkan bahwa ordo Chiroptera yang terbagi atas 2 subordo, yaitu Megachiroptera dan Microchiroptera terdiri dari 18 famili, 192 genus, dan 977 spesies.

Kelelawar mempunyai sayap tipis yang disebut patagium; terbentuk oleh perpanjangan jari kedua sampai kelima, serta terdiri dari banyak pembuluh darah, serabut jaringan ikat dan saraf. Perbedaan nyata antara sayap kelelawar dengan sayap burung adalah pada perluasan tubuhnya yang berdaging dan sayapnya yang tidak berbulu terbuat dari membran elastis tetapi berotot.

Kelelawar menggunakan frekuensi 100.000 Hz untuk navigasi gerakan terbang. Kelelawar memanfaatkan mekanisme aerodinamika yang sama seperti serangga serta mengandalkan pusaran udara horisontal yang disebut LEV (leading edge vortex) untuk menjaga tubuhnya tetap mengambang.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.843 pengikut lainnya.