DIarsipkan di bawah: 1 | Ditandai: Datang, Di Blog, Harahap, Pandapotan, Selamat | Komentar Dimatikan
Welcome To Vandha’s Blog
Guru dan Tingkatan Kualitasnya
Sangat sedikit guru yang mau menulis seperti Bu Rani Pardini, tulisan yang menggugah ini mudah-mudahan membuat semangat kembali tenaga kependidikan. Aamiin.
SUATU hari seorang guru dipanggil menghadap kepala sekolah untuk berbincang tentang perkembangan siswanya. Perlu diketahui, usia kepala sekolah ini lebih muda daripada guru tersebut. Ketika ditanya sejauh mana perkembangan anak-anak didiknya, ia menjawab dengan santai, “Sejauh ini perkembangan siswa biasa-biasa saja pak, tidak mengalami kemajuan dan juga tidak mengalami kemunduran, semuanya berjalan apa adanya.”
Mendengar jawaban itu sang kepala sekolah kembali bertanya, “Sudah berapa tahun bapak mengajar di sekolah ini?”
“Sudah 15 tahun saya mengajar di sekolah ini pak, selama itu pula saya tetap setia menjadi guru.”
Mungkin kita bisa mengatakan betapa tinggi loyalitas sang guru tersebut, tapi dari sisi kualitas dan produktivitas, sesungguhnya ia baru bekerja satu tahun, yang 14 tahun lagi hanya mengulang yang satu tahun tersebut. Artinya, dia bekerja 15 sebagai guru tanpa efek, tanpa pengaruh dan tanpa membawa perubahan di sekolahnya.
Bekerja dengan berprofesi sebagai guru merupakan bagian dari aktivitas kehidupan yang tidak saja menghasilkan nafkah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga untuk menikmati hidup, membangun relasi dengan guru, staf, karyawan sekolah, dan masyarakat agar dinamika kehidupan menjadi lebih berwarna, serta agar kualitas pengembangan diri meningkat ke arah yang lebih baik.
Jika dilihat perspektif kualitas dan produktivitas sebagai seorang guru, kita akan melihat beberapa kriteria sekaligus level seorang guru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di sekolah. Pertama, kita akan melihat sosok seorang guru yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru occupational. Profil guru seperti ini ditampilkan oleh mereka yang memaknai profesi guru hanya untuk memperoleh sejumlah uang dan gaji berkala yang cukup.
Baginya, yang penting gaji berkala tiap bulan lancar, sudah cukup. Metode pembelajarannya tidak mengalami perkembangan kemajuan dari tahun ke tahun, dia enggan untuk mencoba metode-metode baru karena dianggap mempersulit dirinya dalam beraktivitas. Mereka yang berada pada level ini, menjalankan profesi sebagai guru hanya sebagai rutinitas tanpa diimbangi dengan kreativitas, bahkan ia tidak peduli dengan perkembangan siswa-siswanya di kelas.
Baginya, menyampaikan materi di kelas sudah sukup, siswa mau mengerti atau tidak, tak jadi masalah, yang penting materi tersampaikan. Guru sperti ini cocok dikatakan sebagai guru yesterday-today and tomorrow podo wae.
Lain halnya dengan guru-guru yang menjalankan aktivitas kerjanya di sekolah sebagai guru profesional. Mereka mengajar tidak hanya menunaikan kewajiban dan rutinitas harian, melainkan juga berpikir bagaimana agar apa yang dilakukannya setiap hari meningkatkan kualitas dirinya dan mengembangkan profesinya.
Guru yang masuk dalam tingkatan ini terus menerus menempa keahliannya dan memiliki prinsip bahwa hari kinerja hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Baginya tidak ada waktu yang kosong, bahkan ketika tugas mengajarnya selesai, dia bersedia meluangkan waktunya untuk melayani siswanya yang membutuhkan bantuan dan bimbingannya, ia sangat peduli terhadap perkembangan kemajuan belajar siswanya di kelas.
Profil guru seperti ini menjadi dambaan dan teladan bagi sekolah. Berkat loyalitas, dedikasi dan prestasinya yang tinggi, ia menjadi sosok guru yang keberadaannya di sekolah membawa kegembiraan dan kebahagiaan bagi warga sekolah.
Panggilan profesinya sebagai guru bukan hanya untuk sekedar mendapatkan gaji berkala dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, melainkan berusaha secara terus menerus meningkatkan kompetensi diri, bahkan hingga di luar disiplin ilmunya.
Bagi sebagian guru, mungkin sudah merasa cukup jika berada pada level professional. Tapi tidak bagi guru vocational. Guru yang masuk dalam level ini tidak lagi terlalu mementingkan apa yang akan mereka dapatkan, tetapi lebih pada apa yang mereka bisa berikan untuk kemajuan siswa dan perkembangan sekolahnya. Bagi mereka, profesi sebagai guru bukan lagi suatu pekerjaan (working), melainkan sudah merupakan panggilan hidup (calling) sehingga mereka dapat merasakan bahwa mengajar bukanlah suatu beban melainkan tanggung jawab yang penuh kenikmatan. Keberadaan mereka di sekolah tidak hanya membawa pengaruh positif dan kegembiraan bagi semua warga sekolah, tetapi ketiadaannya pun membawa kerinduan tersendiri bagi siswa dan guru-guru lain di sekolah.
Dalam menghayati panggilannya sebagai seorang guru, dia juga menampilkan sosok sebagai seorang arsitek, yang bukan hanya mempunyai keahlian, keterampilan dan imajinasi yang diperlukan, tetapi juga berpikir siapa yang mau dilayani dan untuk siapa dia membuat desain itu. Secara sederhana, dia rela mengorbankan apapun yang melekat dalam dirinya demi untuk kepentingan siswa dan sekolahnya.
Profil guru yang ditampilkan dalam tiga karakter yang berbeda tersebut sesungguhnya memberikan gambaran bagi kita sebagai guru, sedang berada di posisi manakah kita sekarang. Jika berada pada level occupational, kita harus meningkatkan diri ke level profesional. Dan barang tentu jika kita terus menerus mengembangkan keahlian profesi kita, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk melaju pada level guru vocational.
DIarsipkan di bawah: Pendidikan | Ditandai: guru, kualitas, profesional, tingkat | Leave a Comment »
MENGGAGAS DAN MENGGEGAS SEKOLAH BERBASIS TELEMATIKA
Makalah ini telah dimuat dalam Jurnal Balai Diklat Teknis Keagamaan Depag Sumbagut – Medan, edisi Nopember 2009.
A. Pendahuluan
Saat ini era 3G telah dijalani dan bahkan sebentar lagi akan ditinggalkan. Dari awal tahun 2000an, era telematika sebenarnya telah memasuki 2,5G (ditandai dengan teknologi telekomuniasi/internet GPRS dan EDGE) dan saat ini sedang menjalani era 3G (ditandai dengan HSDPA dan EVDO) dan tak lama lagi akan memasuki era 3,5 G, bahkan Singapura saat ini telah siap-siap memasuki era 4G. Era 3G yang dimaksud adalah era dimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah berada pada tahap ke-3 yang ditandai dengan menyatunya perangkat telekomunikasi dan komputer khususnya internet dengan gejala sosial yang menunjukkan individu-individu mengakses internet dari ponselnya.
DIarsipkan di bawah: Internet, Pendidikan | Ditandai: berbasis, Internet, komputer, makalah, menggagas, menggegas, Pendidikan, sekolah, telematika, TI | 2 Komentar »
Manfaatkan “si TemOn” Untuk Nelpon Gratis
Salam ww
Saat mengalami kendala menghubungi anggota keluarga beberapa waktu lalu, yakni dengan menelpon mereka satu persatu, saya merasakan betapa tidak efektifnya kegiatan ini meskipun menggunakan fasilitas TM On-nya Telkomsel. Akhirnya saya coba untuk melakukan telekonferensi kepada mereka, dan … Berhasil !
Ups… hampir lupa, saya berpikir ulang, apakah kalo telekonferensi ini akan memakan pulsa sesuai jumlah anggota keluarga yang saya telepon? Akhirnya saya coba pada ponsel-ponsel di rumah dan tetangga. Ternyata setelah mengecek jumlah pulsa sebelum telekonferensi dan sesudah, hanya dihitung 1 kali nelpon saja.
Keesokan harinya, saya lakukan telekonferensi terhadap 3 anggota keluarga dan berhasil menghubungkan mereka semua dengan 1 pulsa, yakni pulsa saya. Namun kemudian, muncul ide: berarti kita-kita bisa menelpon gratis donk sesama pelanggan telkomsel. Apa iya? Bagaimana caranya? Akhirnya ketemu deh jawabannya…
Langkah-langkah
- Gunakan ponsel yang memiliki fasilitas telekonferensi, saat saya uji coba dengan ponsel MITO dan NEXIAN ternyata bisa. Pasti dengan ponsel lain juga bisa.
- Pastikan anda telah mengaktifkan TM On di HP (cek saldo awal *889#)
- Lakukan panggilan ke nomor I, setelah terhubung bilang pada Pendengar I untuk tunggu sebentar
- Pilih menu Option (pilihan), buka phonebook, pilih Nama Calon Pendengar II, lalu Call
- Setelah terhubung dengan pendengar II, tekan options lalu pilih conference
- Semua suara pendengar akan bisa didengar bersamaan
- Untuk jumlah yg lebih silakan lalukan lagi prosedur ke-4 di atas
- Setelah selesai, coba cek saldo akhir: *889# pada uji coba saya pulsa hanya dihitung 1 kali
Jika anda tidak punya cukup pulsa (mungkin hanya cukup untuk SMS) untuk menelepon teman yang satu operator (telkomsel), sementara teman anda masih memiliki saldo TM On yang banyak, maka tips ini bisa anda gunakan. Caranya teman anda (pemilik saldo TMon) tadi harus menelepon teman anda yang lain meskipun ketiganya terpisah jauh.
Kelemahan:
- Dengan cara ini semua anggota conference dapat mendengar seluruh pembicaraan kita, jadi jangan lakukan untuk hal-hal pribadi.
- Yang pasti baterai dan waktu teman anda tersebut akan terkuras, kecuali sesekali gak papa.
Semoga bermanfaat …
DIarsipkan di bawah: Ponsel, Tips dan Trik | Ditandai: cara mudah lulus, cara nelepon gratis, cpns, dari ponsel, gratis, gratis nelpon, lulus, TM ON | 3 Komentar »
Email Profesi …
Salam wrwb
Meskipun membuat email bukanlah suatu yang sulit, namun beberapa guru yang baru mengenal internet mungkin akan kesulitan. Untuk itu saya muat petunjuknya sebanyak 3 lembar, silakan download dari Ziddu.
Semoga bermanfaat…
DIarsipkan di bawah: Internet, Pendidikan, Tips dan Trik | Ditandai: buat email, cara membuat, email, email hobby, email profesi, modul, petunjuk, profesi | Leave a Comment »
Hari Gini Masih Task Based Paper?
Kemarin saat sharing dengan mahasiswa, alangkah kagetnya saat mendengar harga 1 lembar fotokopi = Rp. 200,- padahal ini di kota Kabupaten. Dari sini saya berpikiran agar para mahasiswa tidak tergantung lagi pada kertas, atau setidaknya mengurangi volumenya.
Di sisi lain, untuk penghematan biaya fotokopi, dapat dilakukan dengan cetak sendiri dengan printer dan scanner. Dengan modal sekitar 1 juta rupiah, tugas-tugas dan fotokopian dapat dilakukan dirumah saja. Mengingat harga kertas HVS cuma Rp. 65/lembar (jika beli 1 ream), dan biaya tinta (hitam/warna) sekitar Rp 25/halaman, maka seharusnya fotokopi di rumah hanya seharga Rp. 90/lembar baik warna maupun hitam putih.
Nah, yang menjadi masalah mungkin alatnya (komputer, scanner dan printer inpus). Namun dari kondisi yang ada, jumlah mahasiswa yang banyak ini dapat meminimalisir biaya tersebut. Ada sekitar 30an mahasiswa tiap kelasnya, jadi jika dana yang dibutuhkan Rp. 1,2 jt maka tiap mahasiswa hanya terbeban Rp 40.000,-. Padahal jajan mereka tiap hari rata-rata lebih dari Rp. 10.000,- jadi kendala uang sebenarnya bukan menjadi alasan.
Untuk pemeliharan, dapat dilakukan bersama saja, teman yang memiliki domisili terdekat dapat dengan kampus dapat dijadikan “markaz” untuk cetak mencetak ini. Begitu juga dengan kebijakan pemeliharaan ini, dapat didiskusikan bersama.
Selain fotokopi, makalah-makalah mahasiswa dapat pula di cetak di satu tempat (markaz), jd teman lainnya bisa titip cetak via email. Dengan cara ini sharing cetak dan penghematan waktu akan semakin gampang. Beban waktu dan kerja si teman harus jangan dilupakan.
Bagaimana menurut anda?
DIarsipkan di bawah: Pendidikan, Tips dan Trik | Ditandai: copy, e-makalah, emakalah, fotokopi pribadi, HEMAT, kertas, mahasiswa, printer menjadi copy | Leave a Comment »
Guru SMA DKI Mata Pelajaran UN Wajib Mengikuti Ujian Online
Kali ini terlihat kemajuan, jika tiap provinsi memulai inovasi ini, maka tak lama lagi Pendidikan kita tidak akan kalah dengan negeri jiran. Tapi sayangnya, banyak guru yang tak mau tahu kalau yang bersangkutan tidak tahu. Berikut petikan berita yang memberi semangat untuk telematika bagi guru.
++++++++++++++++++++++++++
Semua guru SMA mata pelajaran (Mapel) Ujian Nasional (UN) diharuskan mengikuti Ujian Online yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Ujian dilakukan dalam upaya pemetaan dan evaluasi kualitas akademik para guru mata pelajaran Ujian Nasional, kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Dr H Taufik Yudi seusai meninjau pelaksanaan Ujian Online Guru Mapel UN di SMA Negeri 26 Jakarta, kemarin.
Menurut dia, pelaksanaan ujian tersebut untuk para guru SMA, baik SMA Negeri maupun Swasta. Jadi jaringan internet sudah ada di SMA, kata Taufik. Taufik menegaskan, langkah ujian bagi guru Mapel UN diperlukan untuk evaluasi diri dan potret diri karena seiring dengan waktu kualitas itu seringkali mengalami perubahan, Apakah naik apa turun. Hasil potret diri ini untuk melihat dan mempersiapkan ke depan dalam upaya meningkatkan hasil nilai Ujian Nasional. Muaranya pada hasil dari kualitas siswa itu sendiri, ujar Taufik.
Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Budiana mengatakan ujian bagi guru Mapel UN dilakukan secara Online karena era perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat. Perkembangan TIK ini membawa manfaat bagi efesiensi dfan efektifitas pembelajaran juga menjadi tantangan.
Guru SMA yang ikut tes online 8500. Karena itu, setiap guru harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Tes diagnostik online ini sebagai salah satu upaya sistemik dalam meningkatkan kompetensi akademik, ujarnya.
Menurut dia, tes online dilakukan oleh guru di sekolah masing-masing melalui komputer dengan akses internet, meliputi 9 mata pelajaran Ujian Nasional, yakni matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi.
Khusus bagi guru yang mengalami gangguan internet pada pagi hari bisa mengulang pada siang hari. Hasil tes ini akan menjadi bahan untuk pemetaan, evaluasi dan pembinaan. Ia mengatakan pada tahun 2008 juga sudah dilakukan tes diagnostik online yang implikasinya dapat memicu peningkatan kualitas pendidikan. Hasil tes diagnostik dimanfaatkan oleh Dinas, Sudin, Pengawas, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan kepala sekolah untuk peningkatan kompetensi guru.
Sementara itu, Kepala SMA 26 Dra Hj Radhiyati Soehaili, Mpd mengaku bangga dengan kunjungan Kepala Dinas Pendidikan DKI terhadap para guru yang tengah mengikuti Ujian Mapel UN Online. Para guru tentu termotivasi dengan kunjungan tersebut, ujarnya. Menurut dia, SMA 26 membangun manajemen pengelolaan sekolah secara sistemik dan konsisten. Dan, alhamdulillah telah memperoleh sertifikat ISO 9000 : 2001 tahun 2008, ujarnya.
DIarsipkan di bawah: Pendidikan, Ragam | Ditandai: guru, pelajaran, SMA, ujian online | 1 Komentar »
Coba Masarin MOBI ahhh …
Melihat mahalnya biaya internetan, saya jadi ingin sharing Modem dan biaya internet murah saat ini, akses juga cepat !!!! Apalagi wilayah Jabodetabek dan Bandung. Wilayah lainnya? Lumayan cepat ketimbang yg bulanan, Rp. 50rb untuk 1 bulan dengan cara isi pulsa aja.
Internet MOBI 50rb/bulan Unlimited
Bagi yang sering internetan, kini hanya dengan isi pulsa Fren Rp 50 rb, dapat internetan dengan puas. Cukup beli Modem MOBI (type PCMCI atau USB), anda bisa internetan kapan dan dimana saja, asalkan terdapat sinyal Fren.
Khusus wilayah Jabodetabek dan Bandung, kecepatan akses bisa sampai 3,1 Mbps, kencang kan? Di luar wilayah tersebut anda bisa akses dengan kecepatan 153 kbps. Dibandingkan dengan Flash atau IM2, maka koneksi MOBI boleh diandalkan dan gak buat kantong Jebol.
Untuk wilayah Bandung (Taman Sari), silakan hubungi:
Reza Faisal: 081375 93 66 83
Untuk wilayah Medan (Sumut), silakan hubungi:
Pandapotan Harahap : 08 1221 4545 88 / 061-7385748
Sholawat Lubis : 081370367505 / 061-4551177
Modem MOBI Type PCMCI hanya bisa dipakai di laptop yg memiliki slot tsb, kebanyakan laptop baru (termasuk Netbook) tidak memiliki slot PCMCI dan CD/DVD Rom. Bagi yang memiliki slot PCMCI disarankan memakai ini, tp tidak bisa digunakan di komputer Desktop/PC. Harga di kisaran Rp. 500 rb – Rp. 550 rb sudah termasuk nomor MOBI.
Type USB dapat digunakan di komputer Desktop/PC maupun Laptop, untuk itu disarankan type USB karena lebih fleksibel. Beda harganya Rp 100.000 lebih mahal dari PCMCI. Harga pasaran di kisaran Rp. 600 rb – Rp. 700 rb termasuk nomor.
Selamat menikmati layanan internet murah meriah! Pesan sekarang juga, ntar keburu habis! Silakan download info lengkap dari Brosur MOBI !
DIarsipkan di bawah: Internet, Pendidikan, Tips dan Trik, komputer | Ditandai: 50000, agen medan, brosur MOBI, dealer medan, goodank, Internet, internet murah, mobi, mobi medan, modem, pcmci | 4 Komentar »
Selamat Idul Fitri 1430 H dan Kebangkitan Islam?
Salam wrwb
Tak terasa tahun Hijriyah berlalu 1430 tahun. Saya teringat sebuah hadits yang menyatakan bahwa kebangkitan Islam akan bergulir setiap 700 tahun. Hitung-hitung ini telah masuk ke 700 tahun yang ketiga. Telah berlalu 30 tahun dari 1400 H, artinya kebangkita umat Islam sudah diambang pintu.
Memang kita lihat setiap hari kesadaran akan Syariah Islam mulai muncul di masyarakat, ini terlihat dari beragam label syariah mulai dicamkan diberbagai produk termasuk bank. Mungkinkah Islam yg bangkit itu serta rahmatan lil alamin nya akan kita rasakan dalam sisa umur? Mungkin jawabannya sama dengan “mungkinkah Ramadhan tahun depan” akan menyinggahiku?
Wallahu a’lam
DIarsipkan di bawah: Qurani-Islami, Ragam | Ditandai: 1430 H, bankit, idul fitri, islam, kebangkitan islam, ramadhan, tahun depan | 2 Komentar »














.gif)

