• Asmaul Husna

  • Saat ini (WIB) …

  • Hari ini …

  • Yang Mampir

    • 206,001 pengunjung
  • Isi Blog ini

  • Tulisan Teratas

  • Pilih Kategori…

  • Tulisan Dalam Blog Ini…

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Dalam tulisan ini dijelaskan bagaimana Orang Yahudi Israel dalam meningkatkan SDMnya, mungkin bisa menjadi motivasi. Namun yang menarik, semua kebiasaan mereka (Yahudi) yang dipaparkan di sini, hampir semuanya berakar dari ajaran Islam. Serasa disambar Gledek tulisan yang saya kutip dari milis Daarut Tauhid ini cukup menggelorakan jiwa. Apa iya? Ayo simak bersama…!

++++++++++++++++++++++

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ 0.7 /bungkus !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?

Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”

=========================

Quote: “Jadilah kamu manusia yang saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada waktu kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum”. (Mahatma Gandhi)

About these ads

85 Tanggapan

  1. sudahkah Anda Peduli PALESTINA? silakan baca lebih lanjut http://islamarket.net

  2. sampe segitunya ya …

  3. Nice, thank you ^_^

  4. yang baiknya bisa kita tiru…
    yang jeleknya kita tinggalkan …

    salam…

  5. ya… kalo kita kan berpikirnya gak jauh.
    Orng Yahudi sudah merencanakan ide2 mereka 25-100 tahun ke depan…

    Salam

  6. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Para pembaca semoga dirahmati Allah,,

    Tulisan yang didasarkan pada hasil penelitian DR Stephen Carr Leon,,,disebutkan bahwa “hampir semuanya berakar dari ajaran islam “, menurut pengulas.

    Ada beberapa hal dalam pandangan saya :

    Peneliti menyebutkan bahwa sejak dari dalam kandungan mereka mendidik anaknya dengan bernyanyi dan main piano,,,lha ini mah bertentangan dengan ajaran islam karena Allah mengharamkan musik. Jelas ini bukanlah berakar dari islam tapi dari si yahudi itu sendiri. Adalah sangat mustahil kalau Allah mengharamkan sesuatu lalu menurut hasil penelitian DR Stepehen adalah baik untuk meningkatkan kecerdasan anak,,,mustahil seperti “kuda masuk lobang jarum”

    Sebelum anaknya lahir mereka mulai mendidik anaknya dengan mengerjakan soal metematika walau anaknya masih dalam kandungan,,,ini menurut saya tidaklah ilmiah tapi “tahayul”. Bagaimana mungkin mendidik matematik, wong otaknya aja belum sempurna dan pendengarannyapun belum sempurna pula,,,ini jelas sebuah dugaan yang jauh dari ilmiah. Saya punya bukti bahwa seorang anak yang tidak mendapatkan perlakuan demikian dari orangtuanya namun setelah masuk masa sekolah dia bisa menyelesaikan insinyur sipilnya dari ITB,,apa matematika di ITB lebih rendah dari yang di israel? tentu tidaklah, bahkan” anak” tersebut sekarang bekerja di singapur sebagai civil engineer di sebuah perusahaan milik perancis yaitu VSL, ditengah betapa banyaknya insinyur sipil dan matematika yang ada di sinngapura.

    Kalau memanah dan lari, nah ini baru ilmiah,,,karena ini adalah latihan konsentrasi dan disiplin,,,saya 100% setuju ini adalah ilmiah.

    Kita kaum muslimin harus berhati hati terhadap tulisan tulisan orang yahudi atau yang pro yahudi yang mereka menulis seolah olah ilmiah yang membuat orang islam yang maaf “belum paham” tercengang dan tertarik membaca lalu barangkali ingin mengikuti apa yang ditulis oleh mereka tapi sebenarnya itu semua adalah tipuan mereka belaka agar apa ?? YAITU AGAR KITA MAU MENGIKUTI GAYA HIDUP MEREKA SEHINGGA KITA TETAP AKAN DIKALAHKAN OLEH MEREKA SEPERTI SEKARANG INI”
    Cobalah liat sekarang ini,, dirumah kaum muslimin yang kaya kita akan gampang menemukan diruangan tamu mereka atau diruangan lainnya sebuah piano atau orgen atau satu set drum,,,,persis gaya hidup yahudi!!!

    Simaklah apa kata Allah di AlBaqarah ayat 120 :
    “Orang orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : ” Sesungguhgnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar.
    Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah petunjuk datang kepada mu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagmu”

    Lihatlah,,, sekarang dalam banyak hal kita sudah mengikuti kemauan yahudi seperti: sistem politik kita mengikuti yahudi yaitu berpartai partai dan ini sesuatu yang dilarang Allah dan tidak pernah dilakukan Rasul dan sahabatnya dan para ulama salaf,,,musik kita jadikan santapan dalam hidup kita sekian jam dalam sehari semalam hidup kita,,,,,pemuda pemuda islam saat ini gaya hidupnya persis seperti yahudi, pamer aurat , berpacaran dll,,,banyak sekali.

    Ingin anak kita menjadi “PINTAR”???,,,tak perlu kita mendidik mereka dengan cara yahudi tapi ikutilah bagaimana Allah dan Rasulnya mengajarkan kita mendidik anak. Kerana manusia “terpintar” adalah para sahabat Nabi, kemudian tabiin dan tabiut tabiin,,,yang mereka lansung dididik oleh Rasul ,,begitu seterusnya,,,mereka dididik dengan Wahyu ( Al Quran dan Hadis”)

    Karena orang” pintar” adalah orang yang dirahmati Allah dan dimasukkannya ke sorga kelak Insya Allah,,,,,semoga kita termasuk orang yang “pintar” dalam pandangan Allah bukan dalam pandangan si yahudi

    Whallahu Alam

    maaf

    sunardi nurdin

  7. Assalaamu’alaykum
    Menarik sekali. Jika umat Islam bersatu, dengan sumber daya melimpah seperti di Indonesia, mungkin terwujud sebuah bangsa yang maju dan kuat, yang ditakutkan oleh Israel dan semacamnya? Bolehkah saya copy ke email, dengan mencantumkan sumber blog ini, dan saya link ke blog saya?

  8. takutlah kita kalo mewariskan generasi asap

  9. jangan sampe kita ninggalin di belakang kita generasi rokok

  10. yups….
    mubannnnnnnnnnnnnnnnnnnnjiiiir eh MUBAZIR

    Salam Kenal

  11. thanks masukannya …

  12. Balasan …
    tentang: “hampir semuanya berakar dari ajaran islam “

    Maksudnya, jika org Yahudi menyanyi & piano, kita sudah ada bekal agar saat istri hamil, banyak baca Qur’an, lantunan al Qur’an itu memiliki irama khusus yag terbaik jika dibaca dengan makhraj dan tajwid yg benar. jd bukannya kita harus ikut main piano pak Nurdin..

    Contohnya, si Bocah 3 tahun hafal Qur’an di Iran, bukankah bapak dan ibunya belomba2 menghafal Qur’an saat hamil? Lihat hasilnya..

    Untuk Matematika, coba tanyakan teman2 yang hamil saat masih (sedang kuliah), umumnya anak2 mereka lahir dengan kemampuan yang lebih dari anak lainnya. Ini boleh dikatakan bukti (rahasia) umum.

    Untuk skill, kita dianjurkan untuk mengajari anak memanah, mengunggang kuda dan berenang. Sekarang bukan memanah, namun menembak, kapal selam dan kenderaan lainnya.

    Jadi, saat ini org Yahudi mengamalkan ajaran Islam (secara tidak langsung), sementara kita hanya bisa mengatakan, ada di Qur’an, Hadits dsb.

    Dan yg pasti, dalam tulisan ini tidak dianjurkan mengajar anak seperti org Yahudi. Tulisan ini hanya untuk menggairahkan kita dalam kembali ke ajaran Islam. Bukankah Yahudi sering mengambil inspirasi Sains-Tekno nya dari Qur’an?

    Salam, maaf jika kurang berkenan…

  13. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Pak Vandha semoga dirahmati Allah.

    Hal yang mendasar bagi seorang muslim adalah kita harus merasa cukup dengan apa yang Allah berikan petunjuk pada kita. Yaitu cukuplah islam itu sendiri sebagai satu satunya panduan dalam hidup di dunia ini,,,apa perlunya kita mengambil ibroh dari tulisan orang yang pro yahudi dan juga tidak ilmiah. Kecuali bila itu memang ilmiah dan empirik tentu kita boleh mengambil dari mana saja asal tak bertentangan dengan islam seperti musik yang diharamkan islam

    Tolong berikan bukti ilmiah pada saya kalau anak yang dalam kandungan ibu itu nantinya juga bakal hebat baca Al Quran seperti yang di iran itu. Yang ilmiah adalah ketika anak tersebut telah lahir dan telah sempurna pendengarannya dan otaknya maka barulah dikondisikan dalam lingkungan yang biasa membaca dan mempelajari Al Quran. Buktinya sahabat sahabat Nabi ketika mereka dalam kandungan tak biasa dibacakan ibu mereka Al quran wong mereka masih jahil dan jauh dari islam, tapi setelah mereka dewasa barulah mereka menghapal Al Quran langsung dari rasul sehingga hapalan dan bacaan al quran mereka adalah yang terbaik dan jadi acuan sampai saat ini.

    Jadi hal yang dikatakan ilmiah ketika bayi dalam kandungan kemudian apa yang menjadi kebiasaan ibunya ketika mengandung maka akan begitu pula anak itu nantinya setelah lahir,,, ini menurut saya hanyalah dugaan dugaan yang tak ilmiah.

    Anak akan menjadi pintar baca Al quran atau pintar matematik adalah bila setelah lahir kita kondisikan mereka dalam lingkungan Al Quran dan dalam lingkungan matematik ,,,tapi bukan ketika mereka masih dalam kandungan. Disamping hal yang sangat menentukan adalah kecerdasan yang memang Allah berikan pada otak seseorang yang sifatnya given dan tak sama untuk setiap orang sehingga kita didik kayak apapun anak kita dengan metematika tapi kalau emang otaknya “segitu” ya hasilnya juga akan “segitu” pula

    Cobalah ketika anak yang Bapak sebut pintar matematk itu setelah lahir lalu jauhkanlah dia dari lingkungan orang orang yang gemar matematik misalnya tarok dia di daerah terpencil yang matematiknya sangat buruk apa otomais dia akan jadi ahli matematik ?

    Jika dijawab bisa aja seperti para penemu penemu dalam bidang fisika dan matematika toh mereka bisa menemukan hal hal baru yang belum pernah ada,,,betul tapi itu kan hasil belajar setelah dia lahir didunia dan hasil dari dia bersungguh sungguh dan berminat akan hal itu,,,jadi bukan hasil dari lingkungan ketika dia masih dalam perut ibunya

    Saya tertarik merespon tulisan ini karena kenyataannya banyak sekali orang islam yang mendidik anaknya dengan cara yahudi itu,, yaitu dengan musik. Ada lagu lagu piano , lagu lagu biola dan musik apapun katanya untuk penyembuhan dan rileksasi atau agar anaknya jadi cerdas katanya, bahkan sekarangpun saya punya VCD bacaan doa untuk mengajari anak anak yang diiringi musik seperti musik yang mengiringi lagu pop seperti doa doa orang nasrani yang diiringi musik,,,masya Allah betapa jauhnya kita dari cara cara islam dalam mendidik anak.
    Belum lagi kalau kita bicara betapa saat ini kaum muslimin telah benar benar terbelit oleh musik dalam banyak kegiatan hidupnya sehari hari sementara Allah mengharamkan itu.

    Tampaknya memang orang orang yahudi telah berhasil mengelabui umat islam

    sunardi nurdin

  14. Maaf mas/pak Nurdin,

    Kalo bapak mau bukti, gak usah pake ilmiah2an jg bisa.
    Lingkungan kita bisa kita eksplorasi sendiri.
    Seperti yg saya utarakan sebelumnya, kita ambil yang terbaik.
    Tidak semua ilmiah itu benar pak,
    lawong saya di Prodi Fisika PPS – FMIPA ITB sudah terbiasa dengan yg namanya ilmiah.
    Jargon Ilmiah pun sering keliru pak, bukankah baru2 ini profesor di Jepang bunuh diri?
    Bukankah Evolusi yg katanya ilmiah mulai terlihat bobroknya?

    Masalah musik haram juga menurut Fikih, dan Fikih jg relatif kebenarannya.
    Fikih jg memperhatikan zaman, tidak semua pendapat dalam Fikih klasik benar mutlak.

    Masalah mendidik anak sejak kandungan,
    meskipun otaknya belum sempurnya itu bisa-bisa saja.
    Bagi Allah Swt apa yg tidak mungkin?
    Kalo saya berpendapat, sedangkan dididik dengan baik dari hamil aja
    hasilnya belum tentu baik, apalagi tidak?

    Jika mendidik sebelum lahir itu tidak memberi “warna”,
    untuk apa nabi menyuruh kita memilih pasangan/jodoh dengan
    beberapa kriteria islami? Bukankah dengan bebet, bobot dan bibit
    akan mempengaruhi hasil?

    Terkait dengan piano dan sejenis, sy tidak manganjurkan, namun
    hikmah yg harus kita petik adalah, jika irama piano bisa memberi warna,
    kenapa tidak menggunakan irama al Qur’an dari sang Maha Irama?

    Maaf sekali lagi, mungkin kita sering mendengar dan membaca
    “berapa banyak golongan yg sedikit bs mengalahkan golongan yg banyak?”
    Kita selalu menggunakannya menurut persepsi kita, padahal coba kita balik,
    bukankah Yahudi itu sedikit? kenapa mereka bisa menguasai dunia?
    jawabnya:
    - mereka paham maksud “IQRAnya” al Qur’an, [hampir tidak ada mrk buta huruf]
    - mereka paham maksud “silih bergantinya siang dst … ulil albaab ” [mereka menguasai teknologi satelit dsb]
    - mereka paham bahwa rezeki turun 9/10 kepada pedagang, [mereka menguasai perdagangan]
    banyak ayat/hadits lainnya …
    jd mereka mencoba menguasai ilmu pengetahuan, teknologi & informasi serta media dan perdagangan.

    Terkait dengan sahabat, generasi unggul itu (anak2nya) adalah hasil gemblengan
    para sahabat dengan perjuangan mereka. Saya berpendapat, anak2 unggul tidak jauh
    dari peran orang tua mereka di dalam kehidupan.

    Salam kenal kembali… maaf jika kurang berkenan

  15. Assalamualaikum ,,,Pak Vandha

    Tolong penjelasannya apa itu fikih klasik , apa itu benar mutlak dan apa yang Bapak maksudkan sang Maha irama

    Musik haram ada di surat Lukman ayat 6 lalu lihat tafsir Ibnu Katsir dan ada hadis dari Imam Buchori tentang haramnya musik

    TKS

  16. vandha INI YAHUDI GAK SI ?
    kok macam org yahudi ?
    kalau bukan yahudi ,kenapa gak perna menunjukan kemuslimannya dengan ucapan assalamualaikum terlebih dahulu ….

    diakah pemilik ini web ?

    vandha, kamu yahudi ya ?

  17. Terima kasih mak Rizki (Garut),
    Memang saya jarang menggunakan salam dan menunjukkan kemusliman sy di sini.
    Karena blog sy ini bukan membahas masalah agama. Ntar jadi rame dan sara, sy khawatir jd terpeleset.
    Satu lagi … bidang keahlian saya bukan di “situ”.

    Terkadang untuk menjawab komentar2 di sini harus cepat2, maklum dengan sempitnya waktu…
    Terkait masalah Assalamu’alaikum sy tidak mencantumkannya.
    Termasuk si mbak/ibu Rizki (Garut) jg tidak mencantumkannya, ya kan…? Hehehe

    Kemudian, kalo langsung kita menilai spt “kata si mbak”, bisa repot,
    contoh:
    orang tua sy tidak memanjangkan Janggutnya
    (sementara kata nabi/hadits, janggut itu termasuk pembeda dengan Yahudi)
    terus orang tua si mbak spt ortu sy, apakah ortu sy & si mbak Yahudi?
    Wah, kalo begini… diskusinya jd rame nantinya … dan menyimpang

    Kalo sy ditanya apakah sy Yahudi? secara agama jelas tidak,
    tapi mungkin tindak-tanduk saya sedikit banyak pasti ada (atau mendukung) meskipun kecil…
    Contoh:
    Saya belum bisa mengganti HP Nokia CDMA sy dengan merek lain (blm ada duit, hehehe) …
    Karena setahu sy Nokia pendukung Zionis-Yahudi (jd terkait dengan produk tsb)
    Begitu jg terkadang kepingin sih beli air mineral yg bukan merek AQUA
    (soalnya DANON-produsennya) termasuk donatur Yahudi … dsb
    Selain itu mungkin janji ada yg tidak sy tepati …
    Hutang2 mgkn ada yg belum lunas (lupa x) …
    Termasuk saya masih menggunakan bank konvensional & kartu kredit
    (sistem bunga/ribadan lainnya) untuk transaksi …

    Mudah2an si mbak Rizki (garut) sudah murni dalam hidupnya … (amiin)

    Saya pribadi … maunya sih belajar dan belajar lagi,
    mudah2an tidak terkait lagi dlm mendukung “mereka”
    tidak menyerupai mereka …

    Terus, saat ini jg orang non-muslim banyak dan bisa ucap salam,
    jd sy kira itu bukan hal yg sangat Urgen dibicarakan di sini…
    Contoh:
    Di kampung sy, 1 keluarga (1 rumah) aja ada 3 agama, apakah sy akan membahasnya? tentu tidak!

    Salam,
    maaf jika kurang berkenan …

  18. Salam Wrwb
    Mungkin yg pertama sy jawab ttg sang Maha Irama
    sang Maha Irama? Allah itu yg menciptakan segala sesuatunya
    termasuk irama dan musik dariNya berasal
    pernah gak, dengar suara gerimis hujan? aliran sungai, ombak di laut?
    bukankah itu semua irama?

    sekarang tinggal kita aja … silakan pilih mau iramaNya atau irama Syetan
    Saat ini ulama berbeda pendapat masalah musik
    bisa dilihat dari sisi irama dan syair

    yg pasti kita kan bisa membedakan antara Inul dan Ebit
    antara dewi persik (+syetan lainnya) dengan Raihan

    Fikih klasik, fikih yang membahas permasalahan sesuai zamannya …
    Meskipun banyak produk fikih tsb yg masih kita pakai sekarang,
    terdapat sebagian yg bisa ditinggalkan
    contoh:
    Dalam fikih Imam Syafi’i syarat menjamak sholat: jarak perjalanan = l.k. 80 km
    tentunya pada moment2 tertentu hal ini bisa direvisi (lebih dipertimbangkan),
    kita bisa lihat pekerja2 dari luar kota Jakarta, meskipun jarak Bogor-Jakarta l.k. 40-60 km
    dengan kemacetan dan segala hal lainnya, perlu pertimbangan fikih kontemporer
    untuk bs menjamak sholat dengan rentang jarak tsb
    dsb …
    belum lagi kalo dari Jakarta-Medan = l.k. 2000 km dengan pesawat cukup 2 jam
    bgm dengan syarat jarak (80 km) tadi? apakah tetap kita gunakan?
    tentunya tidak, lihat kondisinya ya kan?

    namun demikian, kaidah2 Fikih (klasik) tetap saja berlaku,
    karena itulah yg fundamental

    Ttg dalam tafsir Ibnu Katsir ada diungkapkan haramnya musik,
    apakah dijelaskan jenis musik dan syairnya?
    +kalo semua musik diharamkan,
    nabi jg saat pulang dari perang Badar disambut dengan musik
    So?

    Thanks …

  19. Assalamualaikum

    Pak Vandha,,

    Bapak menyebut Allah dengan Sang Maha irama, ini mana dalilnya dari Quran atau hadis tolong sebutkan ya ,,bukan dalil akal Pak Vandha karena itu tak bisa,, masalah nya ini menyangkut Nama atau sebutan yang Maha gaib tidak bisa kita sendiri yang menetapkannya, harus dari Allah sendiri atau dari hadis karena Quran dan hadis adalah wahyu dari Allah,,jadi tolong saya minta dalilnya penyebutan Allah sebagai Sang Maha Irama! Penyebutan Nama Allah mutlak hanya dengan dalil wahyu (Quran dan Hadis saja),,,atau memang Bapak punya dalil tolong tunjukkan ke saya.

    Fikih yang bisa ditinggalkan jaman sekarang itu maksudnya gimana Pak,,,apakah karena sekarang orang bisa menggunakan pesawat terbang lalu tak diperlukan lagi keringanan dari Allah untuk menqhosor dan menjamak sholat?sehinggga fikih seperti ini boleh dihtinggalkan ? Lalu betapa banyak nanti fikih yang bisa kita tinggalkan karena udah ngggk cocok sama jaman? Bukankah islam telah lengkap sejak Nabi Wafat dan berlaku tetap sampai hari kiamat? Saya khawatir kalau kalau Pak Vandha teracuni oleh kebodohan pemikiran Ulil Absar,,,,semoga bukan. Lihatlah orang orang JIL itu dengan fikih lintas agama mereka sebagai jawaban untuk fikih klasik yang udah tak cocok dengan kekinian kata mereka,,,juga lihatlah pemikiran orang orang Paramadina,, lihatlah Prof Musdah Mulia apa kerjaan dia dalam merusak Al Islam?,,,,semoga Bapak jauh dari itu semua.
    Kaidah Fiqih sudah selesai bahkan sejak Nabi Wafat sampai hari kiamat tak akan berubah buktinya Sahabat sahabat Nabi adalah orang yang paling paham ilmu fikih ,,makanya ulama salaf mengambil fikih dari mereka karena sahabat Nabi belajar fikih langsung pada Nabi.
    Namun unuk hal hal yang belum ditemukan pada jaman Nabi dan belum ada keterangan apa hukumnya maka ulama tentu bisa berijtihat berdasarkan kaidah fikih yang sudah selesai itu, Contoh : Rokok baru diharamkan saat ini tapi pengharamannya adalah berdasarkan Quran dan Hadis juga yang udah selesai diturunkan Allah sejak 15 abad yang lalu.

    Jadi fikih adalah fikih dan hal hal yang sebaru apapun bisa dipecahkan oleh ulama berdasarkan kaidah fikih yang udah selesai , jadi tidak ada itu produk fikih yang bisa ditinggalkan.

    Madsalahnya apakah fikih yang kita buat adalah fikih yang dipahami sahabat Nabi??? inilah inti masalahnya karena orang syiah juga bicara hikih, orang khawarij juga bicara fikih, orang JIL dan Paramadina juga bicara fikih tapi mereka jauh menyimpang dari fikihnya sahabat Nabi,,,itulah problem timbulnya kesesatan dalam memahami islam

    Kalau Nabi mengharamkan semua alat musik maka artinya semua alat musik adalah haram kecualai kalau ada hadis lain yang menunjukkan adanya pengecualian.
    Jelas musiknya Ebiet dan Musiknya Raihan juga Haram karena sama sama menggunakan alat musik.. Inul dan Persik nggak usah kita bahas toh?

    Nabi disambut dengan musik ketika pulang perang Badar?, tolong tunjukkin hadisnya Pak Vandha apakah
    shoheh?

    Memang ada pengecualian yaitu dibolehkannya anak anak menyanyi dengan iringan rebana di hari Raya Ied dan dihari pernikahan ,,,,tapi hukum asal nyanyian dan musik adalah Haram kecuali yang dibolehkan Rasul tersebut,,,namun tidak bisa itu dijadikan dasar menghalalkan musiknya Ebiet, Raihan atau Oma irama karena terkena pada pengharaman alat musik secara umum dari Nabi sendiri.,..Kalau mau,, baca buku Polemik Musik dan Lagu karya Muhammad Nashiruddin Al Albanni
    disitu dikupas tuntas perbedaan pendapat ulama.

    Begitu dulu Pak Vandha

    sunardi nurdin

  20. Salam Wrwb

    Wah kalo begini, pantesan kita tertinggal pak
    Sedikit2 dalil, sedikit2 dalil… Allah itu kan Maha dari yang Maha …
    Maha Irama mmg bukan 1 dari 99 asmaul husna, tapi itukan turunan dari Sifat2nya…

    Alam semesta ini berirama pak, sesuai dengan hukum2Nya
    Bukankah elektron mengelilingi inti atom dengan irama
    Bukankah 2planet mengelilingi Matahari (1 tahun sampai ratusan tahun) dengan irama?
    Bukankah matahari mengelilingi galaksi (jutaan tahun) dengan irama?
    Bukankah orang tawaf mengellingi ka’bah mengeluarkan irama (bacaan2 nya)
    Bukankah anda membaca Qur’an dengan irama

    Siapa bilang musik Ebit G Ade haram (ada2 aja) …
    Raihan juga Haram? terus, Islam punya apa untuk menandingi gejolak Musik (yg haram di pasaran)?

    Sebaiknya bapak banyak membaca buku dan jangan hanya membaca buku2 klasik
    Apalagi buku2 dari kalangan Salafi, sy lihat banyak yg “Aneh” (=selalu membenarkan diri sendiri)
    Walaupun buku2 tersebut banyak yang bagus.

    Terkait masalah JIL, itu tidak menjadi bahasan kita, sy jg tidak sepaham dengan pikiran mereka
    Manusia ada 6 Milyar, apa bapak mau mengatur semua manusia dengan Islam (versi bpk)?
    Kalu memang bisa, kenapa Nabi pun tak bisa mengarahkan pamannya?

    Terkait dengan Nasiruddin, apakah beliau tidak lepas dari salah?
    Saya berharap beliau Rahimahullah benar
    Terus apakah cukup satu buku yg kita baca?

    Terus, kita tahu bahwa banyak org islam tahu hukum Sholat itu wajib, terus mereka tidak sholat, kita mau ngapai?
    Pernahkah bapak bilang sama mereka, kalo mereka sedang menuju NERAKA? Berapa banyak mereka tak puasa? Berapa banyak mereka menginggalkan kewajibannya?

    Selain itu, kalo semua musik haram, berarti insinyur2 pencipta alat musik jg makan uang haram karena mendukung?
    Kemudian, uangnya dibelikan belanja di toko bapak, apakah uangnya jadi haram?
    Ntar juga gaji PNS bapak bilang haram, karena didalamnya ada pajak Rokok, pajak minuman, pajak diskotik dan sebagainya

    Terus apakah bapak pakai uang kertas? uang itu dicetak dengan biaya dari pajak negara, sudahkah bapak buang uang kertas bapak?
    Bapak mungkin membangun rumah, tukangnya ada yang perokok, pemabuk, gak sholat dsb, kira2 rumah bapak layakkah untuk dijadikan tempat beribadah?

    Saat ini yg terbaik bukanlah memberikan DALIL-DALIL, yang penting adalah sejauh mana kita bermanfaat bagi orang lain. Bukan menyalahkan! Jika bapak terus begini, yakinlah Islam yg seharusnya bangkit malahan menjadi melempem. Kalopun bapak benar dengan anggapan semua musik HARAM, kira2 manfaatnya apa untuk umat yg sekarang ini lagi “berantakan”?

    OK, mungkin kita tidak sepaham, coba kita cari diskusi lain yg lebih bermanfaat

    Salam wrwb

  21. Assalamualaikum

    Pak Vandha justru orang islam tertinggal karena banyak meninggalkan dalil ( Quran dan Hadis). Saya tidak menyangka statemen seperti ini keluar dari Bapak yang terbiasa berbicara ilmiah bahkan sekarang sudah tingkat atau kandididat doktor dari ITB lagi. Dalam memecahkan soal fisika aja Bapak terikat dengan dalil dalil dan rumus rumus serta kaidah kaidah,,,lalu bicara Allah dan bicara islam koq tidak pakai dalil???

    Saya sebagai saudara kasihan sama Pak Vandha ,,,saya liat Bapak sudah mengambil hal yang bukan hak Bapak,,,yaitu memberi Nama pada Allah tapi menurut akal Bapak sendiri bukan menurut Allah dan Rasulnya,,,Bapak telah melampau Rasul sendiri dan bicara dengan filsafat /akal tentang Nama Nama Allah,,,,Kalau Bapak bilang itu turunan dari sifat sifatNYa tetap aja juga harus ada dalil dari Allah atau dari Rasul. Kalau Pak Vandha hari ini menyebut Allah dengan Sang Maha Irama maka jangan kaget ntar ada lagi orang lain menyebut Nama Allah dengan seenak akalnya juga ,,,lalu rusaklah Agama Allah lalu orang bisa bicara islam tampa dalil,,,rusak,,binasa,,,inilah kebinasaan orang orang kafir dimana mereka memahami agama dengan akal dan nafsu mereka ditambah perangkap syaitan, lhatlah kisah yahudi di surat Al Baqarah betapa ngeyelnya mereka dengan akal mereka dan nafsu mereka.

    Pak Vandha lalu gimana sholat kalau nggak pake dalil,,gimana puasa kalau nggak pake dalil dst,,,,lalu bicara Nama Allah dan sifat sifat Allah bisa nggak pakai dalil??? ini mustahil. Karena Allah tak bisa dijangkau oleh akal kita maka Nama dan sifatnya harus berdasarkan wahyu saja tanpa ada campur dari akal manusia yang sempit.

    Segeralah taubat Pak Vandha dalam hal ini.

    Jadi umat islam tertinggal karena mereka jauh dan melupakan dalil,,,itulah masalahnya.
    Saran saya segeralah Pak Vandha belajar aqidah islam dan tauhid yang benar,,,masak kandidat doktor fisika belum paham aqidah dan tauhid dengan benar??
    Masak kita nggak yakin pada Allah bahwa kita akan menjadi penguasa di bumi kalau kita dalam seluruh kehidupan kita selalu pakai dalil,,,kita akan menang dibumi kalau kita sesalu terikat dengan dalil ,,,itu pasti ,,itu janji Allah karena Allah akan menolong kita kalau kita meninggikan Namanya dalam kehidupan kita.

    Orang islam bila memahami islam lepas dari dalil(Quran dan hadis) atau memahami dalil lepas dari sahabat (salaf) maka akan timbul banyak kesesatan seperti syiah, tasauf, islam liberal, islam pluralis,khawarij , islam yang suka ngebom sembarangan, islam yang suka demo dan merusak dijalanan, islam yang berpartai partai seperti orang kafir dan yahudi,islam yang hari hari perjuangannya dengan menjelekjelekkan pemerintah, jahmiah, maturidiyah,asyariah dll banyak sekali.

    Pak Vandha menghalalkan musik Ebiet G Ade sementara lihatlah apa yang Rasul Katakan :
    ” Akan ada sebagian diantara umatku yang menghalalkan zina,sutera dan minuman keras,serta alat alat musik. ( HR Buchori dalam Shahihnya)”

    Lalu saya akan pegang perkataan siapa???, pegang omongan Pak Vandha atau pegang omongan Rasul???,,,Pastilah saya pegang omongan Rasul karena omongan Rasul adalah hadis dan hadis adalah juga wahyu Allah. So,,, yang mengharamkan bukan saya tapi Allah lewat Rasulnya.

    Islam tak perlu menandingi sesuatu yang haram(MUsik) dengan sesuatu yang haram juga,,,islam punya solusi apa itu ?? baca Quran dan zikir dan kerjakan hal hal yang bernilai ibadah,,apapun itu,,,islam tak butuh musik Pak !!

    Buku buku salafy ?? Terus terang saya dulu penggila musik, kemudian tahun 2003 saya beli bukunya Muhammad Nashiruddin Al Banni tentang haramnya musik tapi saya masih menikmati musik ,,,setelah masuk pengajian salafy,,alhamdulillah udah setahun saya menghindari musik dan Alhamdulillah sekarang musik adalah sesuatu yang menyesakkan dada saya dan saya kalau lihat orang main band tak obahnya seperti monyet yang kepalanya geleng geleng apalagi musik jazz, sunguh tak pantas manusia main musik dan berjoget apalagi lagu pop sekarang laki laki mendayu dayu kayak banci, Saya pernah main band kecil kecilan ketika kuliah di IPB dan pernah sepanggung sama Emerald.

    Apa yang Aneh Bapak lihat dari kalangan salafy ???bukankah mereka mengikuti Rasul dan sahabat Nabi kenapa Bapak bilang aneh apa ngggak sebaliknya? Selalu membenarkan diri sendiri? Bapak liat dulu dalil apa yang mereka pakai dalam membenarkan diri sendiri itu,,bila meraka sesuai dengan Rasul dan sahabatnya, maka Pak Vandha seyogyanya juga ikut, bukankah Bapak Cinta Allah Dan Rasul?Jangan negatif tinking dulu Pak,,,saya dulu juga kayak Pak Vandha, dalam pikiran saya ini orang ngapain sih koq jenggotnya panjang amat dan celananya koq ngatung,,,alhamdulilah saya sekarang seperti itu,,inilah Hidayah.

    Setelah mengenal manhaj salafy saya tak butuh lagi buku buku karangan orang orang yang mengagungkan akal dan meninggalkan dalil ataupun kalau pakai dalil mereka lepas dari pemahaman sahabat (salaf). Bagi saya cukup kitab kitab ulama salafy karena buku buku non salafy itu hanya akan bisa membuat subhat yang menyesatkan dan bisa bersarang lagi di kepala saya sepertu dulu sebelum mengenal salafy
    Tapi kalau butuh belajar fisika saya dengan senang hati mau membaca bukunya Pak Vandha ntar kalau udah jadi doktor,,,

    Jadi tak ada itu islam versi saya,,, yang ada adalah islam yang murni versi Rasul dan Sahabatnya, bukan islam yang bercampur baur dengan peyimpangan penyimpangan sebagai buah dari filsafat dan perangkap syaitan

    Nabi tak bisa mengislamkan pamannya karena tak ada hidayah dari Allah.

    Muhammad Nashiruddin Al Banni saya ikut pendapat beliau karena Beliau sesuai dengan Quran dan Hadis serta sesuai pemahaman sahabat Nabi ,,,tentu Beliau tak lepas dari salah, yang salah jangan kita ikuti, kita hanya fanatik pada Rasul saja dan sahabatnya.

    Seperti yang saya utarakan diatas adalah berat bagi saya untuk melepaskan diri dari musik makanya 4 tahun setelah beli buku Beliau, baru saya bisa mengamalkan musik adalah haram tentu setalah belajar dan baca hadisnya dan dengan mengikuti pengajian dan keterangan ulama/ ustad salafy

    Kalau orang tak mau sholat,, ya semampu kita,, kita dakwahi, tak mau juga selesai tugas kita,,bukankankah Rasul juga tak bisa memberi hidayah?

    Pak Vandha,, begitu banyak subhat yang ada dikepala Bapak saat ini persis seperti saya dulu, darimana itu koq yang terbaik saat ini bukanlah memberikan dalil??? Masya Allah,, bukankah dalil itu apa yang Allah katakan dan apa yang Rasul katakan dan apa yang sahabat katakan, lalu Bapak anggap itu tak bermanfaat dan malah islam melempem?( Segera Taubat Pak,,,fikirkanlah apa pandangan Allah terhadap Bapak saat ini yang mengatakan jangan dulu ingatkan manusia dengan WahyuNYA/Dalil,,, ntar islam nggak jadi bangkit dan malah melempem,,,,saya ngeri dengar omongan Bapak ini,,,Astagfirullah) Saya sungguh heran logika apa ini yang Bapak pakaii,,,koq orang islam mengganggap saat ini janganlah peringatkan manusia dengan Firman Allah dan perkataan Rasul???Apa yang lebih bermanfaat bagi seseorang selain dari kita mengajak dia kepada Alquran dan Hadsi???

    Bapak kan tau siapa manusia yang terbaik sertelah Nabi Muhammad???Tentunya mereka adalah sahabat sahabat Nabi dan tidak ada manusia yang bisa melebihi mereka sampai hari kiamat dan lewat sahabat Nabilah islam sampai dan diajarkan kekita,, bahkan Quran sampai ke kita lewat sahabat Nabi,,,,lalu Bapak liat dengan apa Rasul mendidik mereka sehingga menjadi manusia yang terbaik selamanya setelah sebelumnya meraka jahiliah dan menguburkan hidup hidup anak perempuan mereka,,berantakan mana dengan jaman sekarang Pak ?? Seberantakannya Jaman sekarang masih banyak orang yang sholeh , masih banyak orang yang doyan ke masjid, masih banyak orang yang naik haji sementara di jaman jahiliah sahabat nabi itu pada musyrik, nah apa ada keberantakan yang lebih rusak dari musrik? Orang doyan zinapun kalau dia mati dalam keadaan tidak syirik maka pasti dia masuk sorga juga walau digojlok dulu di neraka tapi kalau mati dalam keadaan musyrik no way selamanya dineraka,

    Nah,,, lalu datang Nabi,, maka Rasul mengajak mereka dengan Dalil,, apa itu? yaitu Quran dan Hadis,,,,lalu apa logika Pak Vandha sekarang mereka tak butuh dalil atau belum butuh dalil,lalu kapan mereka butuh dalil, ntar setelah baik,,, dengan apa Bapak memperbaiki mereka, dengan berbuat baik saja,, bukankah berbuat baik juga butuh dalil ??Bila kita berbuat baik pada orang lain tanpa dalil maka kita bisa sesat juga sehingga ada saudara kita yang mengucapkan selamat natal pada orang kafir sebagai contoh berbuat baik lepas dari dalil,,,dengan adanya dalil maka ada yang benar dan ada yang salah jadi bukan saya yang menyalahkan,,,apa hak saya,,,kebenaran adalah mutlak menurut Allah saja.

    Oh Jelas Pak dengan mengatakan semua musik adalah haram maka orang yang dapat hidayah akan meninggalkan musik,,Pak Vandha liat sendirilah hikmah dari diharamkannya musik,,,karena musik orang tak bisa zikir pada Allah , karena musik berapa orang yang udah mati konyol nonton sang idola, dengan musik berapa uang yang sudah dihambur hamburkan sementara buku tentang ilmu tauhid aja kita belum punya , dengan musik berapa orang yang melalaikan sholat,,, banyak sekali kemudaratanya,,,,sementara sahabat sahabat Nabi mereka berhasil menguasai dunia karena selalu berpegang pada DALIL,,,,sekali lagi DALIL

    Back to dalil Pak,,,,

    sunardi nurdin

  22. Salam wrwb

    Bapak gak bisa memaksakan suatu paham kepada orang lain, itu saja… Mungkin bapak salah paham, masalah Sifat2nya, yang dituliskan cuma 99 Asmaul Husna, dan kita tahu aturan (DALIL-DALIL) untuk mendzikirkannya. Kalo sy bilang Maha Irama adalah turunannya, ya jelas saja gak perlu pake dalil, orang awam aja bs paham, masa bapak tidak? Begitu juga sholat, puasa, dsb itukan sudah jelas2 DALILnya, ngapai juga diutarakan di sini, dan hampir semua orang paham.

    Terkait dengan Hadits ini:

    ”Akan ada sebagian diantara umatku yang menghalalkan zina, sutera dan minuman keras, serta alat alat musik. (HR Buchori dalam Shahihnya)”

    Apakah bapak sudah pahami maksud “penyebab keluar hadits” tersebut? Apa bapak sudah pahami maksud batasan musik di situ? Kalo belum, jangan coba2 keluarkan Hadits pak, seolah2 apa yg tertulis di situ itulah artinya. Bapak nanti bisa keliru. Sama seperti kata KAMI dalam ayat al Qur’an, apakah berarti Allah itu Banyak (=kami)? Tentu tidak!

    Coba lihat ayat & hadits, semuanya perlu kajian dan ilmu untuk memahaminya, jangan cuma teksnya aja pak. Sejalan dengan ayat yg artinya:

    “Dia mengeluarkan dari bumi menuju langit, memasukkan dari langit ke bumi” dan banyak ayat sejenis.

    Kalo kita hanya membatasi diri pada teksnya, paling2 kita hanya membicarakan tumbuhan yang hidup dan mati. Tp karena telaah ilmu harus komprehensif, maka diketahuilah saat ini bahwa partikel2 Cosmik pun mengikuti aturan tersebut, bisa menembus bumi dan kecepatannya luar biasa. Begitu jg saat ini dari ayat2 Qur’an kita bisa menentukan kecepatan cahaya berdasarkan ayat2 itu & sains.

    Begitu jg bahasa semesta/universal pun kita pahami lewat pemahaman ayat Qur’an, dimana bilangan Prima (siapa yang Prima? Ya Dialah Allah Swt) menjadi acuannya. Saat ini telah dibuat pengkajian dan penyampaian pesan ke seluruh penjuru langit dengan menggunakan bilangan prima yang tercodekan, darimana asalnya? Ya dari telaah Qur’an yang komprehensif. Belum lagi pengcodean al Qur’an telah bisa dibuat dengan studi komprehensif Matematika Qur’ani, dimana jika 1 saja hurufnya kurang, maka dengan bantuan pengcodean tersebut langsung ketahuan. Jd benarlah FirmanNYa, bahwa Dia yang menurunkan alQura’an, Dia pula yang menjaganya (lewat para Hafizh, Ilmuwan dsb).

    Jadi yang bapak sebutkan, menurut sy adalah hal2 yang biasa dipahami orang. Kalo bapak mau dalil2 banyak sudah eBooks, Software2, Hadits dsb tinggal klik aja dan search sendiri, sudah canggih kok pak.

    Terus, Sudah pastilah kalo mau membiacarakan Hukum2 Islam dengan DALIL-DALIL, tapi kita kan bukan ahlinya? Jangan2 Bapak cuma baca terjemahan buku2 agama terus sudah seperti orang yang lebih baik dari Quraisy Shihab dan lainnya. Emangnya pak Nurdin ini siapa? Saya tidak tahu siapa bapak, bisa jadi bapak orang non-Muslim yg ingin mencari2 kelemahan Islam dengan nama samaran (tp mudah2an tidak).

    Kemudian anda bilang saya harus bertaubat, memang kita harus taubat pak tiap hari …

    Maksud “aneh”, yang saya tahu orang seperti bapak cs. suka memberi Vonish, dan saya sudah mengira, bahwa anda “baru belajar agama” baru 4 tahun …. wah wah wah. Buku yang anda baca (masalah musik) sudah saya baca sejak SMA kelas I. Meskipun demikian, sy tak pernah memberikan vonish, sy setuju Musik Haram jika “Musik & Syairnya” tak sesuai aturan Islam, itu saja. Karena sy tahu, saat Nabi Pulang perang Badar, mereka disambut dengan musik.

    Syalut buat bapak, tp ingat pak, Banyak gerakan Islam, bukan cuma Salafi… Ada Tabligh, ada Tarbiyah, dan banyak lagi pak … Teman saya dulu baik orangnya, murid saya juga… setelah ikut Salafi, semua temannya disalahkan, termasuk guru-gurunya. Aneh bin ajaib…. Jangan-jangan orang tuanya ntar dibilang Kafir lagi… wah-wah

    Silakan aja bapak pegang teguh aturan main di Salafi… tp jangan menyalahkan orang lain, jangan paksa orang pak, manusia ada 6 Milyar pak, mau disuruh masuk Salafi semuanya? Sy juga dulu pernah ikutan di Salafi, tp karena sy lihat sering menyalahkan orang lain, jd sy gak interest.

    Bapak sendiri suka menilai sy, orang tua bapak bagaimana? Sudah dinilai belum? Sekali lagi jauhi memvonish orang pak
    Biasanya, pengalaman sy menunjukkan, pak Nurdin ini lagi Josh (naik Jashbah/semangat imannya). Tp pengalaman sy juga menunjukkan, teman2 sy yg dulu seperti bapak (semangat), begitu melihat “betapa luas & kompleksnya” dunia ini, eh malah LEBIH PARAH dari sebelumnya (sebelum mendapat hidayah). Mudah2an bapak jauh dari hal tsb.

    Terkait dengan pakai Ghamis, celana setengah betis, silakan saja… Jangan lupa pak lihat sikonnya juga. Ntar bapak jadi pilot pesawat tempur atau kerja di PLN (memanjat tiang dsb) atau kerja tambang, atau jadi penyelam mau pakai Celana Gantung? Atau bahkan bapak mau ke Bulan/Astronot pakai yang demikian? Coba dipikirkanlah pak… Islam itu rahmatan lil alamiin…

    Terkait dengan Sarannya untuk “belajar aqidah islam dan tauhid yang benar” saya ucapkan terimakasih. Tp saya memberikan penilaian kepada pak Nurdin, bahwa bapak SALAH dalam hal ini, saya bukan kandidat doktor fisika. Di sini saja bapak sudah salah, apalagi dengan hal-hal lainnya? Bagaimana mungkin bapak bs langsung menilai seseorang (termasuk sy) dan memberikan Kesimpulan dengan cepat? Dari sini, saran saya bapak banyak-banyaklah belajar lagi, sy pernah dengar dari sesepuh Tabligh, bahwa 13 tahun belajar Dakwah Islam berturut-turut, spt sebuah buku, itu masih MUKADDIMAHnya. Jadi, kalo bapak baru 4 tahun, mungkin baru 1 paragraf.

    Terus, uang kertas bapak sudah jadi dibuang? Sistem uang kita sistem riba, apa sudah bapak buang semua uangnya pak? ATM2 bapak jg dibuang pak, bapak jangan pake Rupiah, pake Emas aja. Itu saran saya…

    Tambahan … buat Evaluasi:
    O iya… satu lagi, jangan lupa pak, bilang sama BOBOTOH (fans2 Sepak Bola), bahwa pekerjaan mereka itu HARAM. Juga mohon disampaikan sama Ebiet G Ade, bahwa beliau makan uang haram dari Musik & Lagunya. Jgn lupa ya pak… Terus sampaikan sama Ibu Negara bahwa dia selalu berdosa karena tak tutup aurat. Oh iya, adik bapak, Ibu, tetangga dan lainya jangan lupa dimarahi, karena mereka menjadi sumber2 Dosa bagi yang memandang mereka. OK?

    Dan, kalo mau membicarakan masalah DALIL-DALIL, silakan aja bapak buat BLOG sendiri yang khusus membahas itu, jd arahnya mengena, bukan di sini pak! Blog ini sudah diberi Motto, jd harap maklum.

    Salam WrWb

  23. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Pak Vandha,,,sama sekali saya tak memaksakan paham pada siapapun,,,ini hanya diskusi dan saya hanya mengajak apa yang saya yakini,,,soal terima atau tidak itu bukan wilayah saya,,,itu wilayah Allah yang punya hidayah

    BaPak menyebut Allah Sang Maha Irama disitulah kesalahan Bapak,,pelajarilah aqidah dan tauhid pada ustad salafy,,, di ITB ada itu salafy ,,enak tuh diskusinya sama sama dari latar belakang teknologi atau sains,sekali lagi bukan memaksa hanya saran.

    Hadis tersebut saya ambil dari bukunya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Banni dan disitu dikupas tuntas segala perselisihan ulama dan akhirnya Beliau menyimpulkan musik itu haram,,,,jadi saya tak belajar dan mengeluarkan hadis sendiri Pak,,,tapi InsyaAllah 3 kali dalam seminggu saya mengaji pada ustad salafy yang mereka lulusan Universitas islam madinah dan LIPIA jakarta

    Jadi kesimpulan hukum mengenai musik haram adalah dari ulama salaf Pak Vandha bukan dari saya yang awam.
    Jadi saya tak cuma baca buku terjemahan tapi saya mengaji pada ustad salafy yang banyak di Jabotabek ini apakah Bapak meragukan ilmu mereka?
    Kalau boleh tau saat ini Bapak ngaji dimana atau ngaji sendiri tanpa guru dan pelajari quran dan hadis sendiri tanpa guru?

    Saya tak menyamai Quraih Shihab jauh pasti,, Beliau profesor dari Al Azhar, tapi cobalah Bapak bertanya pada beliau apakah memakai jilbab itu hukumnya wajib,,coba tanya apakah boleh mengucapkan selamat natal pada orang kafir, cobalah tanya apa pandangan Beliau tentang syiah dan cobalah liat apa anak beliau pakai jilbab?

    Sekali lagi bukanlah hak saya memvonis tapi itu adalah hak ulama Pak Vandha termasuk soal musik ini. Saya tolong berikan hadis yang menunjukkan Nabi pulang perang disambut dengan musik,,,tolong Pak

    Kalau murid Bapak ikit salafy alhamdulillah lalu nyalah nyalahkan lingkungannya,, gampang Pak tingggal periksa aja apa dasar dia menyalahkan. Kalau dasarnya Quran dan Hadis serta pemahaman sahabat lalu bagaimana bisa dibantah,,,tinggal caranya tentu yang baik dan lemah lembut bukan asal gebrak dan maki maki. Orangtuanya dibilang kafir,,, masak si Pak itu ngaku ngaku aja kali salafy, salafy justru sangat hati hati dalam memvonis orang,,,soal penampilam orang orang khawarij penampilannya juga kayak salafy liatlah yang suka ngebom sembarangan itu penampilannya salafy juga,,,hati hati Pak,,,pengakuan bukanlah ukuran yang penting cocok nggak dia dengan Rasul dan sahabatnya itu parameternya.

    Salafy bukanlah gerakan islam seperti yang Bapak sebutkan itu,,salafy adalah manhaj atau metoda dalam memahami islam sehingga salafy bukanlah kelompok kelompok hizbiyyah,,coba aja Bapak cari apa ada ketua salafy indonesia, nggak ada Pak,,, Ketuanya adalah Rasulullah. Yang Bapak sebutkan itu adalah kelompok kelompok bid’ ah yang tidak mengacu pada tuntunan Rasul

    Itulah Bapak ,,Bapak masuk salafy yang benar nggak? koq udah masuk malah keluar ini aneh,,,salafy yang mana itu Pak Vandha. Lalu Bapak nggak mau nyalahkan orang lain jadi semuanya benar aja begitu?

    Salafy menyalahkan orang secara umum dan dalam perbuatan bukan pada pribadi pribadi,,untuk pribadi pribadi perlu disampaikan dulu hujjah, mungkin dia melakukan itu karena ketidaktahuan. Seperti Ebiet, perbuatannya main musik adalah haram,,,tapi apakah sudah sampai dakwah pada dia? Saya belum ada kesempatan menyampaikan ini pada Ebiet siapa tau orang lain udah ?
    Untuk menerima hidayah tak musti diukur dengan tahun Pak , teman saya yang juga baru ngaji di salafy nggak butuh waktu lama sudah bisa meninggalkan musik walau koleksi cd musiknya bernilai jutaan rupiah

    Soal iman turun naik itu shoheh Pak,, terimakasih doa Bapak agar saya istiqomah…..bisa aja seseorang udah ikut salafy trus jadi tambah parah…Nauzubillahiminzalik

    Celana diatas mata kaki sementara Rasul kainnya setengah betis,, cuman Beliau beri keringanan pada kita asal tidak menutupi mata kaki. Bila menutupi mata kaki itu terancam neraka, kata Rasul lho Pak bukan kata saya.
    Mau jadi tentara nggak masalah Pak toh bisa pakai kaos kaki dan pakai sepatu bot pun tak masalah,,,mau jadi astronaut juga no problem mau jadi menyelampun tak masalah sama sekali ,,,kan yang tidak boleh melebihi mata kaki adalah pakaian yang dari atas bukan yang dari bawah ke atas seperti kaos kaki dan sepatu bot yang sampai betispun boleh,,begitu Pak,,ini saya dapatkan dari pengajian Pak Vandha, bukan minter minterin sendiri. Pak ,,Nggak mungkin hadis itu tidak relevan dengan zaman sampai kiamatpun relevan karena hadis adalah wahyu Allah apakah Allah bisa salah ? Mustahil ….. Islam adalah rahmatan lil alamin dengan tetap mengamalkan perintah Allah dan Rasul

    Maaf Pak saya salah baca “About Me”Bapak kalau begitu,,,maaf ya siapa saya nggak bisa salah ??

    InsyaAllah Pak saat ini saya ngaji 3 kali dalam seminggu , semoga saya istiqomah,,,Semoga Bapak juga ikut lagi ngaji di salafy tapi jangan yang khawarij ya Pak,,hati hati. Yang khawarij itu yang suka mengkafirkan orang dan menvonis tanpa dalil dan kasar dan mengkafirkan pemerintah dan gampang ngebom

    Masalah uang dan riba serta bobotoh dan jilbab Ibu mega ntar kepanjangan Pak,,,

    Coool aja Pak Vandha tak perlu ngusir saya dari blog Bapak ini,,,kita kan saudara seiman,,Insya Allah niat saya adalah dalam rangka mengamalkan surat Al Ashr,,,

    Sekali tak ada Paksaan Pak Vandha

    Maaf, mungkin karena saya orang sumatra Bahasanya kurang enak bagi Pak Vandha, maafkanlah saudaramu ini

    sunardi nurdin

  24. Walaikum Salam Wrwb

    Terimakasih atas masukannya…
    Kalau begini kan asyik jdinya. Diskusinya makin indah.

    Terkait dengan Hukum-hukum musik (alat musik), saya tidak berani menyatakan Haram, karena ilmu sy masih sedikit (sekali). Malahan yang sy pahami adalah, tidak semua musik (alat musik) itu Haram, meskipun ada hadits spt bapak uraikan dari buku Nasruddin al Albani.

    Yang saya tahu adalah, saat pulang dari perang Badar, Rasulullah disambut dengan musik (rebana). Mungkin atas dasar ini pula para ulama berbeda pendapat tentang musik. Sehingga yang lebih muncul ke permukaan adalah “berhibur tidak ada salahnya (dengan musik) asalkan syair dan musik yang digunakan sesuai aturan Islam”. Karena ini pula saya tidak berani menggaungkan bahwa semua musik (alat musik) haram.

    +++++++++++++++++

    Terkait dengan Quraish Shihab, saya hanya membandingkan, dan banyak lagi tokoh dan alim ulama yang lebih mumpuni. Jika level mereka saja sangat berhati-hati memberi (mengucapkan) Hukum terhadap sesuatu, apalagi saya & bapak. Sehubungan dengan keluarganya (anaknya), itu merupakan salah satu hal yg tak perlu kita sebutkan (yg mungkin itu menjadi Aib). Bukankah menceritakan Aib saudara sendiri itu adalah dosa? Saya hanya berprasangka baik, jika keluarga seorang alim belum menaati Allah sepenuhnya, mungkin karena Hidayah Allah semata, apalagi keluarga kita?

    Untuk masalah hadits saat nabi pulang disambut musik, mungkin bapak sudah tahu cara mencarinya. Silakan aja rujuk ke kitab-kitab hadits atau tanyakan guru bapak, mungkin mereka bisa memberikan syarahnya.

    Kalau ilmu-ilmu ulama dari timur tengah (sebagiannya org Salafi) yang bapak maksud, saya tidak meragukannya. Namun (musik) itu tetap saja masalah Fikih. Masalah Fikih adalah masalah pemahaman, dan pemahaman orang pasti berbeda-beda.

    Yang saya khawatirkan, setelah bapak meyakini SEMUA MUSIK (ALAT MUSIK) HARAM, nantinya akan menyimpulkan bahwa Dakwah Walisongo yang menggunakan Budaya Jawa (di dalamnya ada wayang/musik dsb) adalah BATHIL. Apakah seperti itu? Kalo sy memahaminya, untuk mencapai tujuan dakwah dan tentang musik, Lihatlah konteks dan isinya, bukan semuanya disamaratakan.

    Mungkin, MUSIK yang bapak pahami adalah musik seperti yang sekarang melanda dunia (katakan saja spt BARAT). Namun musik dalam persepsi sy adalah semua musik dari zaman Mesir Kuno sampai zaman Modern saat ini, termasuk juga peradaban orang-orang pedalaman (Irian Jaya, Dayak dsb). Jadi perlu diluruskan, ntar kita salah lagi, mengatakan Angklung itu HARAM, bisa rame jadinya.

    Kenapa? Air minum (biasa) jika terlalu banyak akan memabukkan. Rambutan jelas halalnya, tetapi di dalamnya ada kandungan alkohol. Jika disarikan airnya, kemudian diminum bisa memabukkan. Apakah Rambutan Haram?

    Kedatangan seorang Ustadz saat penantian, bisa menjadi haram, lho? Ya jika 2 orang fansnya (pendengar) bertaruhan, misal menyatakan: Taruhan, anda yakin pak Ustadz datang atau tidak? si Temannya menjawab, jika datang kubayar Rp. 10.000,- jika sebaliknya bayar aku Rp. 10.000,-

    +++++++++++++++++++

    Masalah Allah adalah sang Maha Irama, bukanlah salah 1 dari 99 namanya, saya katakan sebagai turunannya (sebagai pemahaman saya pribadi, bukan sebagai hukum).
    Bagini, kita semua tahu Allah Swt itu adalah sang waktu, adakan (pernah baca) Haditsnya?
    Allah Swt yang memberi denyut nadi dan jantung kita, ya kan?
    Allah Swt itu yang menjadikan ombak, aliran air, rintik gerimis dsb.
    Dia yang menciptakan suara (manusia, binatang: burung dll), semuanya memiliki irama.
    Dia yang menciptakan keindahan, alunan, frekuensi yang teduh, frekuensi yang menjadikan manusia tenang karenanya. Bukankah alunan ayat Qur’an juga memiliki irama?

    Jadi Dialah yang memiliki itu semua, termasuk irama. Dialah sang Maha Irama itu. Dan ini tidak perlu saya sampaikan kepada orang awam, bisa nggak nyambung jadinya. Bukan begitu pak? Jika dilihat dari 99 Asmaul Husna, jelas saja seolah2 mengada2, tapi ini pemahaman saya, semua saya kembalikan kepadaNya, karena saya tidak ada apa2nya. Saat mengetik tulisan ini pun saya merasakan irama ketukan Keyboard ini sebagai irama, dalam artian khusus. Yang Jelas, Irama yang saya pahami adalah = rentetan bunyi/nada dengan selang waktu yg memberikan alunan indah yang bisa membawa kita kepadaNya.

    ++++++++++++++++++

    Terkait masalah Ebiet G Ade, saya merasa Naif jika mengatakan musiknya Haram. Berapa orang yang merasa kembali kepadaNya saat kita mendengar syairnya?
    Terus, ini mungkin saya salah, karena bapak dulunya penggemar musik, secara psikologis bapak menjadikan SEMUA musik SAMA = HARAM setelah ikut ngaji (salafi, ditemukan Hujjahnya).
    Sayangnya, dari SD-SMP-SMA-Kuliah sampai sekarangpun sy bukan penggemar musik pak, jd aspek psikologi kita berbeda2 setelah membaca hadits tersebut.

    ++++++++++++++++++++++++

    Terkait tulisan bapak: “Lalu Bapak nggak mau nyalahkan orang lain jadi semuanya benar aja begitu?” Pernyataan Ini jelas saja “Ngawur” pak. Saya tdk pernah menyatakan demikian.

    ++++++++++++++++++

    Terkait dengan masalah pakaian menutup matakaki, yang jelas tidak mungkinlah seorang astronot tidak menutup matakakinya dan terbuka, langsung mati pak, begitu juga penyelam. Apa jadinya tubuh seorang penyelam jika tidak tertutup pada kedalaman 200m dpl?
    Tahukah bapak, seorang wanita yang menyelam dengan pakaian selam lengkap (tertutup), dari kedalaman beberapa ratus meter dpl, kemudian langsung naik ke permukaan air, akan menyebabkan pecahnya payudara ybs (maaf)? Begitu juga dengan organ yang dimiliki lelaki? Apalagi kalo terbuka?

    Sekali lagi, sy tidak menyalahkan bahkan menganjurkan (jk sanggup) pakai pakaian di atas matakaki, sesuai situasi dan kondisi. Dan sy menganggap, saat ini masalah tersebut bukan yang paling Urgen dipersoalkan di masyarakat kita (muslim). Hadits2 tidak ada yang tidak relevan dengan zaman, semua relevan, cuma masalah penafsiran saja, jangan hanya tekstual.

    Contoh:
    Jika nabi memakai baju besi (disebut jg dalam Qur’an) dalam perang, saat ini tentunya di”terjemahkan” sebagai pelindung/tameng semisal “TANK”. Jadi implikasinya adalah bagaimana menguasai teknologi perang yg canggih. Jika dulu Nabi menyarankan untuk tetap di Bukit (para pemanah/tempat tinggi), saat ini tentulah dengan artian luas, bagaimana umat islam menguasai teknologi Satelit (posisi di atas) dan sangat berguna. Begitu juga anjuran belajar menunggang kuda (bisa berimplikasi = kenderaan), memanah (bisa menembak jitu, atau satelit yg tajam fokusnya), berenang (lebih jauh = kapal selam).

    dan masih banyak tekstual yang perlu menjadi kontekstual.

    ++++++++++++++

    Saya (maaf) sampai saat ini tidak tertarik (sama sekali) untuk masuk Salafy, dulu mulai ikutan tp gak jadi (karena kurang pas setelah coba sy pelajari). Islam bagi saya Universal, tidak ada gap-gap, tidak menunjukkan kelompok2 (saling aku) dsb. Dulu teman saya juga ikutan di Medan, akhirnya dia kembali lagi dengan pernyataan bahwa dia tak sependapat (saat ini tidak lagi di Salafy) katanya.

    Murid sy yg gabung di Salafy Medan pun akhirnya sy lihat menjadi jauh dari Agama Allah, padahal sebelumnya dia ikutan Jemaah Tabligh (menjd cukup bagus), kemudian gabung di Salafy (menyalahkan orang lain – termasuk jemaah Tablih – dengan Hujjah/ Dalil), saat ini tidak diketahui lagi kabarnya (gak tau masih sholat atau tidak).

    +++++++++++++++

    Bapak menulis: “Yang Bapak sebutkan itu adalah kelompok kelompok bid’ ah yang tidak mengacu pada tuntunan Rasul”.
    Inilah salah satu yg diucapkan murid sy itu, teman sy tidak sampai menyatakan demikian, karena dia telah banyak menimba ilmu dan hati2. Jadi, mereka (termasuk murid sy) bukanlah spt yg bapak sebutkan (Khawarij dsb). Masa sy tidak bisa membedakannya?

    Bapak menyatakan mereka kelompok Bid’ah, apa bapak pernah tahu mereka bilang apa dengan kelompok bapak? Mereka tak menyatakan kelompok bpk seperti bapak thd mereka. Kalo sy menilai, kelompok mereka lebih baik dari bapak. Di atas bapak tulis tentang hujjah, dalil, alasan menyalahkan seseorang & kelompok. Bukankah pernyataan bapak itu “kelompok bid’ah” belum tentu benar & bertentangan?

    Saya sudah baca buku tentang Fatwa thd Jemaah Tablih dari almarhum Syech Abdullah bin Baz, kalo gak salah (agak lupa bunyi teksnya) Beliau telah meralat Fatwanya tentang Jemaah Tablih. Karena sebelumnya beliau Rah.A memberikan fatwa berdasarkan laporan2 yang salah terhadap Jemaah Tablih dari orang2 yang dihunjuk untuk mengumpulkan informasi.

    ++++++++++++++++

    Saran saya, silakan aja pelajari dulu kelompok-kelompok/jemaah tertentu, jangan asal vonish. Meskipun terbukti mereka salah (pasti tidak semua), bapak cukup katakan yang baiknya dari jemaah ini adalah .. xxxx … begini-begini. Kalo jemaah anu, bagusnya di bidang organisasinya dst dst xxxx. Janganlah bapak sebut kelompok Bid’ah, orang kafir di luar sana pun menyatakan Islam itu kelompok terorist, ancaman global dsb. Bukankah seburuk2 panggilan adalah “setelah iman”?

    ++++++++++++

    Senang berdiskusi dengan bapak, semoga kita selalu mendapatkan hidayahNya
    Amiiin

    Vandha…
    (Awam ttg Islam, dan perlu belajar terus)

  25. aslm
    bagaimana mereka sebegitu terperincinya dalm mempersiapkan ‘senjata’2 mereka?
    saya menanggap bhwa anak2 mereka adalah senjata yang disiapkan untuk menghancurkan qta..

    kejam sekali,,

  26. ya itulah
    yang penting bagaimana kita juga harus siap2….

  27. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Pak Vandha semoga Bapak nggak bosan dengan diskusi ini,,,,
    Kenapa kita berbeda dalam pemahaman kita terhadap yang kita diskusikan ini?
    Jawabannya adalah apa yang kita gunakan dalam memahami al islam ini.

    Saat ini setelah mengikuti pengajian salafy,,, bahwa parameter dalam memahami islam adalah mengikuti pemahaman Rasul dan sahabatnya,, bukan mendahulukan akal (rakyu) dan pengalaman.

    Sementara saya melihat Bapak mengambil kesimpulan adalah mendahulukan akal sementara dalil (quran dan hadis) dikemudiankan bahkan ditinggalkan,,,inilah letak kesalahan Pak Vandha (dalam hal hal yang kita diskusikan ini tentunya bukan semuanya karena saya nggak tau yang lainnya) dan juga saya dulu sebelum kenal salaf juga seperti ini.

    Contohnya begini
    Bapak katakan dalam memahami hadis adalah tidak melulu tekstual tapi lihat juga konteknya,,nah siapakah orang yang bisa mengatakan hadis ini bermakna tekstual atau bermakna kontekstual? Jawabannya adalah yang berhak menyatakan itu adalah Rasul sendiri dan sahabatnya,,,,bukan kita apalagi saya.

    Inilah yang dimaksud manhaj salaf artinya memahami islam dengan metode mengikuti pemahaman Rasul dan sahabatnya,, kenapa demikian, karena pada merekalah al quran dan hadis diturunkan sehingga merekalah yang paling paham maksud dari setiap ayat alquran dan setiap hadis,,,mustahil orang yang hidup dibelakang mereka lebih mengetahui dari para sahabat,,,mustahil,,,,,mustahil kita memahami setiap hal dalam islam ini lepas dari pemahaman mereka,,,,pasti sesat dan kalaupun kebetulan cocok dengan mereka(sahabat) maka dari segi metoda adalah sudah salah.

    Nah menyangkut alat musik maka hukum asalnya adalah semua alat musik adalah haram kecuali yang dibolehkan yaitu duff(rebana) dan itupun digunakan pada hari idul fitri dan pada saat pengumuman pernikahan dan itupun dilakukan oleh anak anak perempuan. Dari mana Ulama ( bukan saya loh Pak ,,saya mah awam) mengambil kesimpulan ini? Yaitu dari melihat Rasul dan sahabatnya,,,Jelas Rasul mengaharamkan alat alat musik dan Rasul mengecualikan pula bagi anak anak dengan rebana pada hari ied dan hari pernikahan, Jangan kita tambah tambahin lagi Pak Vandha seperti angklung boleh, musik orang Papua boleh, atau yang Bapak anggap musik yang bukan dari barat adalah itu bolleh,,,Disinilah kesalahan Pak Vandha dimana Bapak mendahulukan akal dari pada apa yang dipahami Rasul dan sahabatnya,,,,dan karena itu Bapak tak berani menyalahkan orang lain karena akal didulukan dan perasaan didulukan.

    Barpun wali songo atau siapapun kalau dia tak sesuai dengan Rasul dan sahabatnya dalam berdakwah maka dia adalah salah atau dia melakukan bid’ah dalam dakwahnya , tapi dalam hal ini saya tak menilai wali songo ya Pak karena kisah kisah mengenai mereka apakah kisah yang shoheh?

    Memangnya dengan berzikir tak cukup bagi kita untuk menghibur diri? Orang yang paling berat dalam menjalani hidup dan kehidupannya adalah Rasul dan sahabatnya, lalu ketika kecapean dan kesulitan apakah mereka menghibur diri dengan memainkan musik?? Tidak Pak Vandha mereka menghibur diri dengan banyak sholat bukan memainkan musik. Jadi Pak Vandha sebelum memutuskan suatu pemahaman lihat dulu Rasul , lihat dulu sahabatnya bila mereka tak melakukan itu maka itu berati bukanlah solusi tapi itu adalah sebuah kesesatan atau bid’ah dan setiap bid’ah bisa terancam neraka, ini ada hadisnya Pak Vandha,,,cobalah kalau di hari jumat dan kalau khotibnya dari salafy maka mukaddimah khotbahnya adalah mengenai bid’ah ini, kenapa dia mulai khotbahnya dengan bicara bahaya bid’ah? ya karena Rasul ketika khotbah jumat terlebih dahulu mengingatkan umatnya dengan bahaya bid’ah,,,padahal ketika Rasul hidup sahabatnya tak ada yang berbuat bid’ah tapi liatlah sekarang berapa ratus bid’ah yang ada di Indonesia?’

    Mengenai Bapak Quraish Shihab,,,,hendaklah Bapak hati hati terhadap ulama siapapun dia yang mengaku ulama ataupun yang mengaku ulama salaf sekalipun ataupun yang dianggap ulama oleh masyarakat,,,lihatlah dulu apakah ulama ini sesuai dengan Rasul dan sahabatnya dalam fatwa fatwanya, apakah dia bermanhaj salaf? Manhaj salaf adalah wajib Pak dan setiap orang islam harus bermanhaj salaf. Makanya cari taulah apa pendapat Beliau tentang jilbab apakah Beliau mewajibkan atau tidak ? apa pendapat Beliau tentang bolehkah kita mengucapkan selamat natal pada orang nasrani? apa pendapat Beliau tentang hadis tentang umat Nabi Muhammad terpecah menjadi 73 semuanya dineraka kecuali satu golongan yaitu golongan yang berdiri diatas jalan Rasul dan sahabatnya (salafiyyun),,,setiap orang islam wajib menjadi ahlul sunnah atau salafiyyun. Kalau ulama itu tidak bermanhaj salaf maka kita tak boleh ikuti ,,,manhaj salaf itu artinya total tak bisa sebagian sebagian yaitu dalam hal aqidah,tauhid,fiqih,dakwah,akhlak dsbnya. Adapun anak Beliau,, bukan saya membuka aibnya tapi hampir setiap hari dia membuka aibnya sendiri di metro tv,,,bukan saya yang membuka Pak,,,Bapak kenal Najwa shihab kan ?Semoga Allah memneri hidayah pada dia.

    Fikih adalah berbeda beda pemahaman kata Pak Vandha,, betul kalau kita serahkan pada setiap orang tapi kalau kita kembalikan pada pemahaman Rasul dan sahabatnya maka hanya ada satu pemahaman yaitu pemahaman Rasul dan sahabatnya itulah yang benar dan yang haq itulah manhaj salaf (salafy). Di surat An Nisa ayat 59 kita disuruh bila terjadi perbedaan pendapat diantara kita maka kembalikan pada apa kata Allah dan apa kata rasul artinya lihat qurannya lihat hadisnya, lalu akal kita taat saja , just taat,, itulah inti islam ,,TAAT, tanpa banyak tanya dan ngakal ngakali nyari yang cocok ama kesenangan dan kebiasaan kita.
    Bapak lihatlah apakah Rasul dan sahabatnya menghibur dirinya dengan musik ? bila jawabannya tidak,, maka jelas itulah yang harus Bapak ikuti dan kembalikan pada hadis tentang haramnya alat alat musik dan nyanyian. Tapi ingat loh Pak ,,,,aku tidak maksa.

    Jadi kalau memang shoheh kisah bahwa wali songo berdakwah dengan musik atau wayang maka jelas tak sesuai dengan Rasul dan sahabatnya yang tak pernah menggunakan musik dan wayang sebagai sarana dakwah maka dakwah seperti itu adalah bid’ah dan juga tak boleh berdakwah dengan sesuatu yang diharamkan Allah (musik).
    Karena dalam islam tujuan saja tak cukup tapi caranya harus sesuai dengan petunjuk Rasul. Karena syarat diterimanya ibadah ada dua yaitu ikhlas dan mengikuti petunjuk rasul(ittiba)

    Minum air yang bisa membahayakan kesehatan tentu perbuatan itu menjadi haram dan makan rambutan sampai mengancam kesehatan maka perbuatan itu bisa juga menjadi haram,,tapi bukan airnya dan bukan rambutannya yang haram,,

    Nah adalagi nih Bapak sebut Allah adalah Sang Waktu dan sebelumnya Allah disebut Sang Maha irama. Sang Waktu itu saya belum pernah lihat di Quran maupun hadis,,tolong kirimi saya hadisnya Pak jika ada tentu saya taat dan ikut. Karena kita tak boleh memberi Nama nama pada Allah sekehendak hati kita dan sekehendak akal kita kecuali harus Allah itu sendiri yang menyampaikan Nama Nama dan sifatnya pada kita bukan dengan metode Bapak dimana Bapak melihat dinamika makhluk hidup lalu Bapak berikan hasil akal Bapak itu sebagai Nama Allah maka munculllah Allah Sang Maha Irama,,,maaf Pak segeralah Bapak belajar pada ustad salaf tentang hal tauhid dan aqidah ini, ini kaidah yang pokok dalam memahami asma was sifat Allah,,,mutlak dasarnya atau sumbernya hanyalah wahyu quran dan hadis tidak boleh sedikitpun takwil/alkal,,,bisa sesat Pak (mungkin Bapak alergi dengan kata kata sesat), pernah dengar jahmiah, asyariah,muktazilah dll, mereka mendahulukan akal dan meninggalkan dalil

    Bapak dengar lagu Ebiet lalu ingat pada Allah itu shoheh Pak apalagi kalau dengan lagu Opick,,,tapi masalahnya apakah Rasul dan sahabatnya mengajarkan kita dengan cara itu untuk ingat pada Allah? Tidak Pak, kaidahnya ibadah yaitu ikhlas dan mengikuti rasul,,,bila hanya ikhlas doang tapi menyelisihi Rasul maka itulah ibadah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat (kata Rasul lho Pak bukan kata aku)

    Oke Pak saya terima “ngawur”,,,maafkan saya atas kesimpulan saya yang salah itu, saya emang dhaif.

    Hadis tentang haramnya memakai pakaian melebihi mata kaki Bapak sebut saat ini tidak urgen?,,,maaf disini Bapak salah lagi karena ancaman bagi yang kainnya dibawah mata kaki adalah NERAKA, lihatlah di kitab Riyadlus Shalihin karya Imam Nawawi. Bahkan Rasul sampai memegang kaki sahabatnya agar menaikkan kainnya diatas mata kaki, Bahkan Khalifar Umar bin Khattab ketika perutnya udah bocor ditusuk pisau dan disaat saat beliau meregang nyawa masih sempat menasehati sahabatnya agar menaikkan kainnya diatas mata kaki , sementara Pak Vandha bilang ini tidak urgen? gimana kalau orang itu keburu meninggal sebelum dia bisa mengamalkan perintah Rasul ini? lalu kapan ini menjadi urgen? tunggu mati atau kapan? kalau hadis itu sudah datang ke kita maka segera harus kita taati.

    Jadi kalau Bapak bilang itu masalah penafsiran,, lah buktinya Rasul kainnya setengah betis dan sahabatnya kainya diatas mata kaki, lalu Bapak mau menafsirkan apalagi?teks dan konteks apalagi, wong itu jelas Rasul dan sahabatnya mengamalkan,,,Apakah Bapak lebih paham dari pada Rasul dan sahabatnya dalam menafsirkan hadis ini? mustahil

    Jadi yang menentukan makna dalil atau penafsiran dalil (Quran atau Hadis) adalah Rasul dan sahabatnya,, apakah itu maksudnya teks atau konteks ,,jadi bukanlah kita yang datang belakangan, Ulama salafy memakai kaidah ini, setiap ayat baik Quran maupun hadis mereka lihat bagaimana Rasul dan sahabatnya menafsirkannya, teks kah atau konteks kah. Lihatlah Tafsir Ibnu Katsir isinya penuh dengan apa yang rasul katakan dan apa yang sahabat katakan,,,,lalu anehnya orang sekarang dengan gagah berani menyelisihi mereka(Rasul dan sahabatnya) dalam banyak hal sehingga terjadilah kesesatan dimana mana.

    Ok Pak Vandha ,,,Bapak merasa kurang pas ketika ikut salafy lalu akhirnya keluar. Nah apa parameter yang Bapak gunakan untuk sampai pada kesimpulan bahwa ikut salafy adalah tidak pas dengan Bapak.???Justru salafy sangat anti dengan kelompok kelompok dan gap gap , betul islam adalah universal ikatannya adalah IMAN,,,salafy bukanlah kelompok , salafy adalah metoda atau manhaj.

    Makanya islam tak membolehkan kita untuk membuat jamaah jamaah bid’ah seperti jamaah tablig itu apakah Rasul dan sahabatnya membuat jamaah? apakah Imam Syafii dan Imam yang empat lainnya membuat jamaah?Dakwah mereka (Tablig) adalah menyelisihi Rasul dan sahabatnya . Apa Rasul menetapkan dakwah 3 hari, 40 hari atau 4 bulan khuruj dan mereka mendambakan ke IPB ( India, Pakistan, Banglades). Di pengajian saya ada beberapa orang mantan jamaah tablig Pak.

    Lalu jika ada teman Bapak yang masuk salafy malah tambah rusak lalu dengan dasar itu Bapak nggak mau tertarik sama salafy? ini adalah suatu kesalahan lagi. Itu orangnya aja yang salah bukan manhaj salaf atau salafy sebagai manhaj atau metoda

    Jadi sekali lagi parameter sesat atau tidak sesatnya, bid’ah atau tidak bid’ahnya adalah Rasul dan sahabatnya,,,bukan akal kita, bukan perasaan kita apalagi nafsu kita. Akal yang sehat tak akan pernah bertentangan dengan dalil selamanya

    Begitu dulu Pak Vandha,

    Maaf atas kata kata yang tidak berkenan

    sunardi nurdin

  28. Dari diskusi kita sebelumnya dan terakhir, sy simpulkan anda terlalu cepat menilai orang.
    kalo menurut sy, anda lebih baik banyak belajar lagi. Enak saja anda mengatakan orang jemaah Tabligh itu sesat (bid’ah).
    Syech Abdullah bin Baz aja mendukung gerakan mereka. Dan banyak gerakan lain…2Z

    Makanya pak, jangan baru belajar sedikit ilmu dan cuma ikut pengajian di Salafi anda memberikan statement yg mengada-ngada. Hampir Semua gerakan menggunakan Qur’an Hadits dalam dalil2nya. Jangan menganggap manhaj salafi itu yang benar pak. Kalo gak ikutan salafi kenapa rupanya? Emangnya tidak bisa mengamalkan islam?

    Aduh pak, saya jadi malu melihat pemikiran bapak betapa sempitnya. Kalo sy khwatir, saat pemahaman bpk atau orang Islam tdk bisa menjawab permasalahan/realita saat ini, ntar jadinya Islam bernasib sama seperti dipenggalnya kepala Galileo karena “seolah2″ berseberangan dengan gereja. Padahal pihak gereja/kristen yg salah…

    Kalo masalah jemaah Tabligh, saya kira bapak + guru2 bapak terlalu “LANCANG” menilai. Emangnya bapak sdh mempelajarinya betul2 ? Jangan2 bapak cuma dapat info dari guru dan bapak telan mentah2. Memang seorang guru kalo memberikan informasi menjadi pahala (kalo benar), kalo salah? Bagaimana kalo pengajian bapak yang saya bilang BID”AH?

    Masalah kontekstual tentu saja paling penting pak, maksudnya jelas, kan berbeda zaman, beda pula kehidupannya dan masalahnya.

    Masalah pakaian melewati mata kaki itu urgen, tapi masih banyak yang lebih urgen pak. Lihat aja sekeliling bapak, berapa banyak yg gak sholat, gak puasa, gak zakat….? Masalah pakaian bisa nomor sekian pak, tp kalo masalah yang 5 utama masih berantakan bgm?

    Jadi, silakan pak banyak2 belajar,
    Jangan SUKA MENYALAHKAN ORANG!

  29. Kalo sy pak, lebih senang membicarakan masalah tetangga yang terhimpit kemiskinan, dan mencari solusinya bagaimana. Saya lebih senang membahas peningkatan kualitas hidup seseorang, ketimbang membicarakan kelemahan2 dan saling menjatuhkan.

    Saya lebih senang memberi (tidak harus materi), sy suka membahas dan mencari solusi untuk kepentingan orang banyak maupun pribadi.

    Masalah musik, saya kita tidak perlu dibahas banyak2, karena banyak orang tak sholat di sekitar saya. Dan masih banyak “pak Haji” yg berulang ke tanah suci Mekkah, sementara tetanggnya harus gali-tutup hutang untuk masalah hidupnya… Atas dasar ini, sy lebih senang dengan Daarut Tauhid ketimbang Salafi, lebih senang Kalam Salman ITB ketimbang banyak teori dan membicarakan Dalil2.

    Sy lebih senang membicarakan Ekonomi (perbankan syariah) Islam dalam praktiknya, ketimbang berdiskusi tentang teori2nya saja. Saya tetap mengatakan Perbankan Konvensional Haram, dan masih tetap menggunakan fasilitasnya sebelum Perbankan Syariah benar2 mapan/mumpuni.

    Selain itu, ada pertanyaan2 sy yg belum bapak Jawab, yakni apakah bapak masih pake bank Konvensional dan ATMnya? Saya lebih senang untuk membahas masalah BESAR ketimbang masalah2 ranting/dahan. Pasti bapak setuju dengan Haramnya RIBA (praktiknya di bank konvensional banyak), dan itu lebih besar masalahnya ketimbang masalah MUSIK & PAKAIAN di atas mata kaki.

    Jadi pak, ketimbang energi bapak habis untuk membahas masalah2 kecil, lebih baik kita membicarakan masalah2 besar. Mendingan mendirikan sebuah usaha yang bisa memberikan manfaat yg besar kepada para kepala keluarga yg ekonominya morat-marit ketimbang bapak suguhkan dalil kepada mereka. Terkadang, mereka memilih Indomie 1 kotak, ketimbang memilih dalil2 yg “mereka anggap” tak mengubah nasib mereka.

    Tambahan,
    Kenapa bapak anggap Walisongo pun sebagai cerita/dongeng? Wah bapak kelewat batas, tak perlu sy katakan bapak mengambil hak Allah, melampaui RasulNya dsb seperti seolah2 itu benar.

    Dan yg sy pelajari, Salafi lebih cenderung ke mazhab Maliki yg keras. Mungkin di Arab Saudi yg tidak lagi (mgkn sudah makmur) memikirkan masalah ekonomi, sehingga untuk penegakan Dalil-Dalil “semakin” mudah. Dan tentunya ini sangat berbeda, jika dibicarakan gamblang terhadap orang2 yg sehari mendapatkan Rp. 10.000-20.000,- untuk membiayai kehidupan anak-istrinya.

    Jadi, mari memikirkan hal2 yg Urgen, salah satu ketinggalan umat Islam adalah memang diperdaya untuk membahas hal2 Khilafiyah, hal2 Sunat (bukan wajib), dan lucunya Hal ini telah digencarkan oleh Snouck Hurgronye dulunya dalam perang Aceh, dengan tujuan agar umat Islam terlarut dalam masalah ini aja. Ya, seperti yg bapak (+Salafi) gelontorkan, masalah “ini bid’ah, “ini haram”, “ini gak boleh”, ini xxxxxxxx” dsb !

    Jadi, coba bapak selidiki, kira-kira umat Islam masih dijadikan Kuda Tunggangan apa tidak? Jangan sampai strategi Snouck Hurgronye masih bapak telan mentah2 (padahal itu sudah 2 abad yg lalu). Apa kita mau kembali ke zaman batu?

    Salam untuk Perbaikan …
    “Ya Allah, cerahkan pikiran sahabatku Sunardi Nurdin, mudahkan dia dalam memahami agamaMu, begitu jg aku”
    Aku tak bisa memberikan hukum,
    mengatakan lebih baik dan memvonish orang lain salah

  30. Assalamualaikum,,,

    Pak Vandha,,,udah mulai kelihatan nih gaya bataknya,,”kenapa rupanya”,,,,

    Yang menyatakan jamaah tablig adalah jamaah yang bid’ah (sesat)karena menyelisihi Rasul dan sahabatnya adalah bukan saya tapi itu adalah para Ulama,,,masak ulama main seenaknya saja?Lalu apakah Bapak menyebut para ulama lancang?Lalu siapa yang lancang nih,,,Bapak kalau begitu…..Tolong kirimi saya apa bentuk dukungan Syaikh Bin Baz terhadap mereka.

    Manhaj salafy adalah manhaj yang benar dan manhaj selain itu adalah sesat,,, lho koq bisa ,,ya manhaj salafy artinya memahami dan mengamalkan islam mengikuti Rasul dan sahabatnya,,,,bila tidak mengikuti Rasul dan sahabatnya pasti sesat,,,,dijamin Pak!(Dalilnya Ali Imran 31 dan 32) Kalau tidak mengikuti manhaj salaf tetap bisa menjalankan islam tapi bukan islam yang dimaksud Allah yaitu islam yang murni yang bebas dari bid’ah dan kesesatan karena campur tangan manusia dan syaitan .

    Alhamdulillah ,,,Bapak malu melihat pikiran saya yang begitu sempit,,,,,,semestinya memang demikian Pak,,,setiap orang muslim pikirannya harus sempit dalam artian fokus(tajam) pada APA YANG RASUL DAN SAHABATNYA AJARKAN DAN CONTOHKAN PADA KITA,,,,,hanya itu ,,hanya menyempit disitu dan jangan keluar dari disitu kalau keluar dari situ alias melebar seperti Bapak,,,, maka islam akan dicampuri oleh akal dan nafsu yang diarahkan oleh syaitan,,,,sehingga hasilnya jamaah tablig boleh, jamaah itu boleh,,,,membuat buat Nama Allah secara sembarangan tanpa dalil juga boleh sehingga muncullah Allah Sang Maha Irama dan Sang Maha waktu dll akan banyak sekali selebar dan seluas pemikiran orang tersebut,,,,,padahal kita disuruh “menyempit atau fokus pada Rasul dan sahabatnya” alias kita disuruh hanya ittiba( mengikuti) saja apa yang rasul ajarkan,,,TAAT,,,,gitu lho Pak Harahap

    Tentu saja dengan pemikiran Bapak yang “lapang ” bisa saja Bapak menyebut pengajian salafy adalah BID”AH,,,saya sungguh tak akan kaget

    Pak Harahap,,,,,apa sih yang berbeda dari kehidupan manusia dan permasalahannya dari jaman ke jaman,,,,ini kan statemen yang sangat tidak logis.. Manusia dari sejak jaman Nabi Muhammad,,, ya begitu begitu aja, ada yang taat, ada yang beriman ada yang kafir ada yang tamak pada dunia, ada yang suka iri dengki, ada yang cinta dunia, ada yang teramat sholeh, ada yang mengikuti syaitan, ada yang syirik ada yang menyembah patung dan kuburan, ada yang menyembah Allah semata dan Taat pada Rasulnya alias menjaga diri dari bid’ah ,,,,apa nya yang berubah Pak ??? Yang berubah hanyalah sarana dan prasarana yang mereka pakai, dulu onta sekarang Motor Kawasaki atau Honda super atau Jet pribadi,,,,,hati hati Pak Vandha,,, dengan pemikiran subhat seperti ini yang telah menggelincirkan saudara saudara kita yang tergabung di JIL (Jaringan Islam Liberal) yang mereka bicara islam tanpa dalil tapi bicara islam dengan dalih alias AKAL.
    Padahal islam sudah sempurna dan sudah komplit dan selesai sebagai pedoman hidup dan pedoman beribadah dan pedoman bersosial dan Allah telah Ridho islam ini menjadi agamna bagi kita sejak 15 abad lalu sebelum Rasul Wafat,,,,,,(Dalilnya surat Al Maidah ayat 3) Tekstual dan kontekstual itu sudah diajarkan oleh Rasul pada sahabatnya lalu sampai kekita di abad ini. Pasti setiap permasalahan yang muncul saat ini ada jawabannya dalam islam tapi bukan berarti kalau dulu Rasul suruh memanjangkan jenggot lalu sekarang udah dianggap sudah ketinggalan jaman itu namanya sesat dalam memahami islam,,,,

    Nah,,, begitu dong Pak Harahap ini baru Bapak benar dengan menyebut masalah kain yang melewati mata kaki adalah urgen namun yang lebih urgen adalah masalah sholat , puasa dll rukun islam. Tapi ngomong ngomong Bapak udah ngatung belum celananya,,atau nunggu biar orang orang pada sholat dulu semuanya baru Bapak menjalankan perintah Rasul itu???Ya dengan semampunya kita ajak mereka sholat sementara kita udah tau akan kewajiban yang lainnya seperti larangan isbal tsb maka segera amalkan,,, takut siapa tau ntar sore atau besok pagi kita tamat kontraknya di bumi ini alias koit,,,
    lalu apa bisa kita nanti di hadapan Allah berdalih “”saya belum menjalankan perintah Rasul yaitu larangan berpakaian melewati mata kaki karena masih banyak orang yang belum sholat di sekitar saya,, Ya Allah???apa bisa begitu Pak Harahap,,,,ngggak bisalah

    Semoga saya istiqomah banyak belajar dan menyalahkan orang bukanlah level saya tapi levelnya ulama

    Alhamdulillah mulia sekali apa yang Bapak lakukan dalam kehidupan sosial Bapak,,,peduli ,,,semoga Allah menerimanya.

    Membicarakan kelemahan dalam arti amar makmur nahi mungkar mah disuruh Pak,,,tapi bukan dengan maksud kebencian tapi justru dasarnya kasih sayang sebagai saudara muslim,,,,Kalau Bapak memberi mereka dalam persoalan ekonomi,,,tentu masalah agama itu lebih penting karena menyangkut akhirat mereka dan masalah keruwetan dunia ini sumbernya karena umat islam agamanya ruwet alias berantakan seperti kata Bapak

  31. Membicarakan kelemahan seseorang adalah dalam rangka mengamalkan surat Al Hashr dimana kita disuruh agar saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran jadi bukan dalam rangka menjatuhkan,,,menjatuhkan siapa,,, saya dan Bapak juga belum pernah ketemu,,,saya masuk disini InsyaAlllah karenma merasa sebagai saudara Bapak walau kita tak pernah ketemu

    Musik memang tak perlu dibahas banyak banyak karena dalil quran dan hadisnya tentang keharamannya sudah jelas tinggal diamalkan namun nggak perlu menunggu sampai semua orang sholat dulu,,,dan Bapak juga mungkin nggak tau,, siapa tau Pak Haji yang bolak balik Naik haji itu dan itu tidak dilarang untuk haji setiap tahun ,,jangan jangan Beliau juga suka menyantuni tetangganya yang miskin itu seperti Bapak,, tapi mungkin tak terlihat oleh Bapak Harahap….

    Saya juga tak kaget kalau Bapak lebih memilih ikut Daarut Tauhid karena memang mereka dakwah menggunakan musik dan kalam ITB saya nggak tau,,,sehingga pas dengan keinginan Pak Harahap tapi apakah pas dengan Rasul dan sahabatnya???itu yang harus dilihat. dan dipelajari,,,bila ternyata Daaarut Tauhid pas dengan Rasul dan sahabatnya maka berati Daarut Tauhid adalah bermanhaj salafy juga,,,tapi ingat Pak ,,pas nya harus total yaitu menyangkut tauhid, aqidah, ibadah, fiqih, muamalah dan dakwah,,,nggak boleh parsial karena setiap penyimpangan dari Rasul dan sahabatnya sekecil apapun adalah bid ‘ah dan setiap bid’ah adalah sesat( ini ada hadisnya lho Pak,,,bukan kata aku)

    Nah saya harus katakan lagi Bapak salah dalam hal ini dimana Bapak lebih senang tindakan atau amal nyata ketimbang bicara teori teori dan dalil dalil padahal kaidah besar islam adalah ILMU SEBELUM AMAL.

    Memangnya Bapak kira orang orang salafy itu kerjanya cuman ngaji dalil aja tanpa kerja nyata,,no way Pak,, orang orang salafy itu setelah pengajian ada yang mengayuh sepeda keliling komplek perumahan jualan roti pakai sepeda ontel untuk menjalankan teori agama yang dia pelajari ada juga yang jadi ahli komputer dan bisnis komputer ada juga yang kaya raya dengan rumah gedung dan mobil 3 unit berderet digarasinya, ada juga yang bekerja di perusaah besar dan sebagaimana saudara saudara kita yang lain,,,cari nafkah

    Tentu sebelum membuat ekonomi atau bank syariah harus matang dulu ilmunya atau teori teorinya baru membuat ( ilmu sebelum amal,,,ntar sesat lagi)

    Saya Alhamdulillah juga meyakini bank yang ada ribanya adalah haram,,,,namun kalau sekadar menggunakan ATM dan duitnya sekedar numpang lewat dari kantor tentu tak masalah yang perlu disiasati adalah kjta tak terlibat Riba,,,kalau punya deposito tentu harus ditarok di bank syariah,,,saya dan Bapak sependapat dalam hal ini.
    Yang beda adalah Bapak masih menghalalkan musik dan masih belum memakai celana ngatung ,,,saya Alhamdulillah sudah meninggalkan itu walau dalam pandangan manusia itu lebih ringan masalahnya, tapi ingat,,, sekecil apa pun dalam pandangan kita namun kepada siapa kita melakukan dosa itu? yaitu kepada Allah yang Maha Besar,,,apa bisa kita mengganggap kecil suatu pelanggaran atas perintahnya? Mengecilkan perintah bos dikantor aja kita bisa dipecat atau nggak dinaikin gajinya!!! Apalagi Allah,,,Nauzubillahhiminzalik.

    Pak Harahap bilang lebih baik energi kita,, kita gunakan untuk membangun ekonomi yang besar yang bisa menghidupi banyak keluarga,,,itu suatu pemikiran yang brilian Pak. Tapi masalah agama adalah dasar Pak sebelum kita membangun itu semua,,,apa gunanya ekonomi makmur tapi rakyatnya masih mengerjakan Syirik.. Masalah terbesar manusia adalah syirik Pak bukan masalah ekonomi,,orang ateis aja ekonominya bagus apalagi orang islam seharusnya lebih bagus lagi tapi nyatanya sat ini islam koq morat marit,,itu karena kita umat islam jauh dari islam,, jauh dari dalil dalil,, jauh dari pengajian bermanhaj salaf, pengajian kita cuman yasinan, trus pulang bawa besek, kapan ngaji dalilnya???tiap taun ngadain maulud sambil mulutan(makan makan),,,apa hasilnya,,,nggak ada karena nggak mempelajari dalil,,,tapi sekadar menjalankan kebiasaan dan rutinitas saja, sementara bid’ah merajalela dan makin bertambah kreatifitasnya dalam membuat bid’ah seperti zikir dan nangis berjamaah dan masuk TV lagi,,,,adalagi saya liat spanduknya tadi pagi “Monas bershalawat” yang dibuat oleh orang yang ngakunya keturunan Nabi tapi mendurhakai Nabi,,,Masya Allah,,,,,Bapak membenarkan mereka juga??saya tak kaget kalau Bapak membenarkan.

    Bapak liat apakah Rasul mengajarkan pada sahabatnya gimana bikin perusaahaan besar,,,tidak Pak,, Rasul ajarkan pedoman hidup dan lalu praktekkan bersama sama sahabatnya sementara ekonomi,, manusia nggak diajarin juga bisa sendiri asal jangan melewati pedoman yang diajarkan Rasul (rambu rambu) karena Allah memang akan jamin rejeki manusia jika ada usaha biarpun dia kafir sekalipun liatlah sekarang.

    Jadi masalah BESAR yang menimpa umat islam saat ini adalah masalah SYIRIK karena miskinnya kita terhadap pemahaman pada dalil dalil. Kalau orang mati dalam keadaan syirik dan nggak sempat tobat maka dia bisa kekal dineraka tapi kalau orang mati karena kelaparan karena kesulitan ekonomi namun dia mati dalam keadaan tidak Sirik maka pasti dia masuk sorga dan kekal disorga,,ayo Pak liatlah apa sih yang Bapak anggap masalah besar dan mana yang masalah kecil?Apakah masalah bid’ah dianggap lebih kecil dari masalah ekonomi? Bida’ah jauh lebih besar dari maksiat dan masalah ekonomi,,,karena orang yang berzina dia tau kalau dia itu berdosa dan dia ingin tobat tentunya, tapi orang yang berbuat bid’ah gimana tobatnya? orang dia mengira dia sedang beribadah,, maka ulama salaf berkata bid’ah lebih disenangin iblis dari pada maksiat walau sama sama maksiat pada Allah. (Bapak tidak kaget kan kalau bid’ah itu maksiat pada Allah?)

    Tugas kita hanya menyampaikan dalil Pak ,,, INGAT ,,,RASUL DIUTUS ALLAH ADALH UNTUK MENGAJARKAN DALIL baik dia orang kaya atau dia orang termiskin sekalipun ……..,,,kalau ternyata mereka lebih memilih 1 box indomi ketimbang dalil ya itu bukan salah kita lagi yang penting kita udah jalankan yang dicontohkan
    Rasul,,,masalah mau atau tak mau menerima dalil itu adalah tergantung orang itu dan Allah yang memberikan hidayah, bukankah Rasul sendiri tak bisa mengislamkan Paman yang diisayangi Beliau?? Bukankah Nabi Nuh cuman segelintir orang yang ikut, bahkan ada Nabi yang tak punya pengikut? Lalu apakah Allah menyalahkan para Nabi nya ,,,ya tidak,, wong hidayah itu haknya Allah semata, bukan ditangan Nabi apalagi di tangan sunardi,,,Kalau Allah mau Allah jadikan semua orang taaat,,,apa susahnya bagi Allah,,,,,susah adalah sifat yang mustahil bagi Allah.

    Wah Pak,,, tolong baca tulisan saya yang teliti,,saya tak katakan kisah wali songo adalah cerita atau dongeng tapi saya bertanya apakah kisah wali songo itu merupakan kisah yang shoheh artinya dapat diyakini kebenarannya dan ulama mana yang menshohehkannya? itu yang saya tanya,, jadi saya tak bisa menilai karena apa betul wali songo menggunakan wayang dan musik sebagai media dakwahnya? itu pertanyaan saya. Tapi itu tak penting karena yang penting dakwah harus sesuai dengan Rasul dan sahabatnya,,,bila tak sesuai berarti nyimpang berarti sesat ,,,,ini kaidah dalam islam

    Maaf Pak Harahap Bapak salah lagi,,,salafy tidak bermazhab ,,,mazhabnya adalah Rasul dan sahabatnya,,,jika Imam Malik cocok dengan Rasul dan sahabatnya maka kita ikut Beliau, bila Imam Syafii cocok dengan Rasul dan sahabatnya maka kita ikut, Begitupun Imam Ahmad dan Imam Hanafy atau Imam Al Banni atau Imam Bin Baz dll ulama salaf ,,, Kita doakan semua mereka,, kita banyak utang Budi akan keulamaan mereka semoga Allah memberikan ganjaran yang banyak buat mereka semuanya,, Mereka semua telah mengajarkan ilmu/dalil pada kita,,,salafy hanya fanatik pada Rasul dan sahabatnya ,,,hal ini juga yang ditekankan oleh Para Imam yang Empat ,,,Beliau Beliau tak membolehkan kita ikut pendapat mereka bila bertentangan dengan pendapat Rasul dan sahabatnya

    Jadi bisa atau tidaknya menerima dalil adalah tergantung hidayah Allah, bukan lebih mudah di Saudi atau dimana,,buktinya dinegara kaya juga banyak yang nggak mau masuk islam tapi juga ada yang masuk islam,,,,contoh nyatanya adalah teman pengajian saya yang dari subuh sampai habis isya kerjanya keliling jualan roti pake sepeda ontel tapi mau menerima dalil sehingga jenggotnya panjang dan celananya ngatung sementara Pak Vandha penghasilannya berapa sebulan koq malah masih berdalih ketika berhadapan dengan dalil??

    Jadi argumen Bapak tentang snock orannye adalah keliru lagi maaf nih saya nggak enak juga tapi itulah adanya Bapak salah terus,,,,justru si orannye itu dipakai oleh VOC agar orang islam tak mau membuka quran alias buta terhadap dalil dan mendukung agar orang islam dalam menjalankan islamnya tetap bercampur dengan ritual tradisi/hindu dll,,,,,sehingga pengaruhnya saat ini masih terasa,,, kalau ditanya dalilnya malah mereka marah,, alah nggak usah tanya tanya dalil dari dulu juga udah begini,,,maaf Pak saya harus utarakan seperti ini

    Jadi masalah terbesarnya adalah umat islam jauh dari dalil dan sesuai dengan keinginan si orannye yang dia memang kaki tangan yahudi juga.

    Negeri kita tidak diberkahi walau kaya raya adalah karena di bumi indonesia tersebar syirik dimana mana yang mengundang murka Allah dan umat islam banyak yang ogah mempelajari dalil,, wong cari makan aja udah susah gimana mau belajar dalil,,,senangnya kalau pengajian ketawa ketawa sehingga susah dibedakann ini dai atau pelawak,,dan merajalelanya bid’ah karena apa? karena nggak mau bicara dalil tapi lebih senang mendulukan bicara perut

    Liatlah Dakwah Rasul ,,,Beliau mendakwahkan tauhid bahkan seluruh Rasul mendakwahkan tauhid bukan mengajarkan membuat perusahaan atau ekonomi besar seperti pemikirannya Pak Harahap,,,sementara itu Bapak dengan kadar ilmu tauhid dan aqidah yang Bapak punya berani beraninya membuat buat Nama Allah,,,,Segera Taubat Pak ,,,jangan berdalih lagi,,,,jangan terlalu percaya pada akal percayalah pada DALIL

    Dakwah manhaj salaf adalah dakwah yang mencontoh dakwah Nabi,,,bukan lewat partai, apalagi musik,,

    Maaf Pak Vandha,,,

    sunardi nurdin

  32. Salam wrwb
    Pak, sebelumnya sudah saya katakan, adalah lebih baik membicarakan yg urgen. Kalo menurut pemahaman bapak pakaian isbal (celana gantung) itu wajib, silakan. Sayangnya pemahaman saya tidak seperti itu, sy tidak memahami teks hadits dan Qur’an seperti apa yang tertulis, karena yang sering adalah SALAH. Meskipun bapak bersikeras menyatakan itu wajib, sy tetap tidak sepaham. Dulu saya seperti itu, pakai pakaian digantung, kalau panjang sy gulung. Namun karena alhamdulillah saya bisa belajar terus, akhirnya sy bisa memahami islam tidak SAKLEK atau tekstual saja.

    Dan yang sy pahami saat ini, Salafi membicarakan ISLAM hanya 4 penjuru saja, yakni: HALAL-HARAM, SURGA-NERAKA.
    Mudah-mudahan, bapak diberikan pemahaman agama yang lebih baik lagi, begitu juga saya. Amiin.

    Masalah jemaah Tabligh, sy menyatakan: BAHWA JEMAAH TABLIGH itu lebih baik ketimbang Salafi. Kalo bapak mau cari buku Fatwa Abdullah bin Baz, silakan cari sendiri. Bapak kan punya rujukan untuk itu. Sekali lagi ada baiknya bapak teruslah belajar, jangan cuma 1 saja (misal: Salafi). Alhamdulillah, sy sudah pernah mengikuti Tarbiyyah, HMI, Salafi, Tabligh, dan pengajian2 lainnya. Dan yg saya pahami, Islam membawa kebaikan, bukan menjadikan orang jauh dan takut padanya.

    Banyak jemaah salafi di sekitar sy dan teman2 sy, tapi tak satupun mengatakan spt bapak bilang, mungkin karena mereka lebih memahami Islam. Jangan2 bapak mengada2, buktinya di mesjid dekat sy tinggal banyak juga jemaah salafi dan tabligh, aman2 aja tuh.

  33. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Ok Pak Vandha terimakasih banyak Bapak telah mengizinkan saya untuk berbicara di blog Bapak ini,,,,Bapak adalah saudara saya,,,,kapan kapan boleh saya mampir lagi ?

    Tetaplah kita dalam silaturahmi ,,,

    Mohon maaf banyak banyak,,,,

    sunardi nurdin(didikohill@yahoo.com)

  34. Salam ww

    Pak Nurdin, sebelumnya telah dibahas masalah musik dan isbal.
    Karena ini masalah Fikih, saya kira tidak perlu untuk membahasnya lebih lanjut. Untuk itu kita lebih baik beralih ke topik yang lain. Saya sendiri sepakat adanya “keharaman” musik, tapi tidak semuanya, tergantung musik, syair dan iramanya, itu saja.

    Masalah isbal juga sebagian besar ulama tidak mengharamkannya, tapi tetap lebih baik jika anda melaksanakannya dan lihat kondisinya. Karena ini juga masalah khilafiah, saya kira tak perlu dibesar-besarkan.

    +++++++++++

    Terkait masalah berpikiran sempit, saya kita bapak paham maksudnya. “Pikiran sempit” tidak sama dengan “Fokus”, itu bisa bapak bedakan. Ketimbang membicarakan masalah khilafiah, yuk kita bahas masalah lain aja. Saya bangga dengan bapak karena tetap pendirian, namun kita harus tahu, bahwa kita tidak hidup sendiri dan hanya satu komunitas. Untuk itu hargailah pendapat dan paham orang lain. Terkait dengan kata “meluas”, tentunya bapak paham maksud sy, bukan seperti yg bapak tuliskan. Jd berpikiran luas, bukan berarti tidak fokus pak, sebaliknya berwawasan luas.

    Ulama-ulama terdahulu ilmunya jg luas, tidak hanya sekitar Fikih, namun mereka jg menguasai ilmu2 lainnya yg bersifat umum. Dengan demikian, ketika memberi fatwa mereka memiliki pertimbangan yang sangat arif & bijaksana. Sbg contoh, Apa jadinya kalo semua “pencuri” langsung dihukum potong tangan, meskipun ada hadits Nabi tekstual? Maksud sy bukan tidak setuju dengan hukuman “potong tangan” sesuai hadist Nabi, cuma apakah spt itu konteksnya?

    Samakah yg mencuri 1 potong roti dengan 1 ekor ayam? atau sama dengan 1 M dan 1 T uang? Kata “potong tangan” apa seperti teksnya? Tangan mana, kiri atau kanan, atau kedua tangan, sampai mana? 1/2 jari, 1 Jari, 2 jari atau semua jari? pergelangan atau sampai lengan? Kalo mencurinya pake kaki bagaimana? Kalo mencuri 1 ekor ayam ( = Rp. 50.000) dipotong 1 tangan kiri, lalu bagaimana koruptor 1 T, apakah akan dipotong sebanyak (1T/50rb = 20.000.000) tangan? Atau apa yg bisa senilai dengan 1 T sbg hukuman? Atas dasar inilah pak, kiranya kita jangan SAKLEK dalam memahami Islam.

    Semuanya harus memiliki wawasan yang luas pak, ya kan? Nanti ada 2 orang dalam 1 rumah, tapi arah sholatnya berlawanan arah, apakah bapak akan katakan mereka itu pelaku Bid’ah? Kalo sy nyatakan mereka “kreatif” pak, atau saya yang bid’ah?

    +++++++++++++

    Meskipun menurut bapak semua musik haram & non-isbal = haram, silakan saja walaupun bapak keluarkan dalil-dalilnya. Karena ini masalah Fikih dan banyak dalil-dalil yang saling berbeda & menguatkannya (masing2 ulama punya dalilnya), spt beda pendapat ulama2 besar. Seperti Nabi SAW, bagi beliau Tahajjud adalah wajib, namun bagi umatnya bersifat ibadah sunnah.

    Masalah ilmu, itu lebih baik ketimbang amal, namun “adab/akhlaq” lebih tinggi posisinya ketimbang ilmu. Orang yang suka menyalahkan orang lain termasuk kategori “kurang/tidak beradab”, dengan kata lain mari kita bina “adab” sesuai syariah Islam. Nabi juga menganjurkan untuk meningkatkan akhlaq, dalam tiap dakwah dan ibadah kita. Salah satu Ciri2 orang PECUNDANG adalah SUKA MENYALAHKAN ORANG LAIN, jd harus berhati-hati pak.

    Ada kata Hikmah:
    “Orang BESAR adalah orang yang memikirkan, mengerjakan & membicarakan HAL-HAL BESAR, Orang BIASA adalah orang yang memikirkan, mengerjakan & membicarakan HAL-HAL BIASA, sementara Orang KECIL adalah orang yang memikirkan & mengerjakan HAL-HAL KECIL serta selalu MEMBICARAKAN ORANG LAIN”

    ++++++++++++++

    Terkait dengan Tabligh, bapak menerima saja ungkapan ulama (bpk bilang dari Salafi) yg menyatakannya Sesat, padahal ulama juga manusia dan pasti ada salahnya. Saya pribadi, tidak pernah menerima “mentah-mentah” fatwa ulama (ulama manapun) sebelum saya cek-&-ricek. Dan di Jemaah ini, sy lihat dan pelajari, dilarang/tidak dianjurkan membicarakan aib orang lain, khilafiah, pangkat dan jabatan, sumbangan/derma.

    Yg saya pelajari & pahami, jemaah tabligh itu menjalankan dakwah sebagaimana Rasul dan sahabat (dalil dan hujjahnya jg jelas), meskipun saat ini pusat gerakannya masih di sekitar India, Pakistan & Bangladesh, yg saya tahu, tak lama lagi pusat kegiatan ini akan segera berpindah ke Madinah. Saat ini, para ulama (sesepuh) menyatakan orang-orang Madinah (khususnya Arab) belum “siap” (secara rohani & jasmani) untuk gerakan dakwah Nabi & Sahabat ini.

    Dari informasi yang sy pelajari, 3 hari, 40 hari dan 4 bulan khuruj di jalanNya oleh jemaah tabligh ini merupakan sarana tarbiyah Dakwah sebelum terjun dakwah full 24 jam sehari seperti Nabi dan Sahabat. Ibarat tingkatan dalam sekolahan, ada SD, SMP, SMA & PT. Teman saya sudah mulai membagi hidupnya untuk berdakwah 3 jam/hari, 8 jam sehari, ada yang 12 jam sehari, bahkan ada yang 8 bulan untuk setahunnya, sampai katanya full 24 jam utk dakwah.

    Yang saya tahu jg, ke IPB (India, Pakistan, Bangladesh) juga merupakan sarana tarbiyah, dari rekan2 sy peroleh info bahwa sebelum jemaah Tabligh terjun ke seluruh dunia, harus di gembleng dulu baik fisik & rohaninya. Jika 4 bulan berada di IPB, maka seseorang akan mengalami 4 musim. Untuk dakwah ke seluruh penjuru dunia, yang berbeda musim dan cuacanya, salah satu hikmah di IPB selain melihat kehidupan mereka yg telah mengamalkan Islam, belajar dari orang awwalin dalam usaha dakwah adalah penggemblengan jasmaninya.

    Buku2 mereka sudah saya lihat dan baca, termasuk dukungan dari kalangan Salafi jg sudah saya baca. Jadi mungkin pak Nurdin belum baca atau lupa atau bagaimana. Untuk itu marilah kita terus belajar, yang jelas untuk masalah “khilafiah”, sy KURANG TERTARIK membahasnya.

    Terkait dengan sebutan “Bid’ah”, sebelumnya sudah sy ulas, namun pak Nurdin sepertinya tak paham. Begini, hampir semua orang/jemaah/gerakan menyebutkan dalil-dalilnya. Sebagiannya menyebutkan kelompok lain kurang/tidak benar bahkan bid’ah. Saling tuding itu “biasa” pak karena ketidakpahaman mereka. Lha wong non-muslim saja bilang Islam itu “terorist”, “jumud”, “tertinggal” dsb, karena ketidaktahuan mereka.

    Kenapa muncul kata “bid’ah” terhadap pengajian yg bapak pelajari? Yang jelas karena bapak mengungkapkan kata tersebut terhadap jemaah/pengajian/gerakan di luar pengajian bapak. Dan inilah yang diharapkan kalangan luar Islam, yg notabene merupakan startegi Snouck Hurgronye untuk memecah Islam di Aceh 2 abad lalu.

    Ajakan pak Nurdin untuk kembali ke Qur’an dan Hadits memang sangat baik, sy jg setuju dan mendukung. Namun ada tahapan yg harus dilalui, serta jangan lupa melihat berbagai aspek, tekstual dan kontekstual. Selain itu, jika level bapak belum bisa menyalahkan orang lain, JANGAN SALAHKAN ORANG LAIN, biar saja ULAMA tsb yang menyalahkan, jgn bapak.

    Karena sy yakin, bapak belum baik Bahasa Arabnya, belum sempurna Hafalan 30 juz Qur’annya dan belum Hafal minimal 5000 Hadits di luar kepala beserta ilmu yg terkait dengannya. Begitu jg sy gak yakin kalo bapak sudah memahami ilmu Balaghah, Nahwu-Sharaf, Ushul Fiqih, Fiqih dan sebanyak 15 cabang ilmu lainnya.

    Apa jadinya kalo kita sembarangan dalam menjelaskan arti ayat: “alam naj’alil ardha mihaada” (di Surah an Nabaa) … benarkan pak?

    Salam Wrwb.

    NB:
    Pak, kalo masalah yg dibicarakan masih sekedar HALAL-HARAM & SURGA-NERAKA
    Harap diskusi ini gak usah dilanjutkan ya di Blog saya…
    Tolong buat Blog bapak sendiri ttg itu, jd kita diskusinya di Blog Bapak
    Maaf, Blog sy bukan membahas 4 Kutub itu, itu bukan bidang saya
    Jangan lupa, buat biografi bapak biar org bisa mengenal jauh

  35. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillah,,,,,,,,,

    Makasih banyak banyak dan maaf banyak banyak Pak Vandha””””

    Atas nasehatnya,,,,,

    Saya lahir di Bukittinggi,,S 1 dari IPB Bogor

    sunardi nurdin,,,,,,,,,,

  36. Assalamualaikum

    Pak Vandha inilah fatwa Syaikh Bin Baz tentang jamaah tablig

    Fatwa Para Ulama Tentang Jamaah Tabligh

    1. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Siapa saja yang berdakwah di jalan Allah bisa disebut “muballigh” artinya: (Sampaikan apa yang datang dariku (Rasulullah), walaupun hanya satu ayat), akan tetapi Jamaah Tabligh India yang ma’ruf dewasa ini mempunyai sekian banyak khurafat, bid’ah dan kesyirikan. Maka dari itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi seorang yang berilmu, yang keluar (khuruj) bersama mereka dalam rangka mengingkari (kebatilan mereka) dan mengajarkan ilmu kepada mereka. Adapun khuruj, semata ikut dengan mereka maka tidak boleh”.
    2. Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata: “Semoga Allah merahmati Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (atas pengecualian beliau tentang bolehnya khuruj bersama Jamaah Tabligh untuk mengingkari kebatilan mereka dan mengajarkan ilmu kepada mereka, pen), karena jika mereka mau menerima nasehat dan bimbingan dari ahlul ilmi maka tidak akan ada rasa keberatan untuk khuruj bersama mereka. Namun kenyataannya, mereka tidak mau menerima nasehat dan tidak mau rujuk dari kebatilan mereka, dikarenakan kuatnya fanatisme mereka dan kuatnya mereka dalam mengikuti hawa nafsu. Jika mereka benar-benar menerima nasehat dari ulama, niscaya mereka telah tinggalkan manhaj mereka yang batil itu dan akan menempuh jalan ahlut tauhid dan ahlus sunnah. Nah, jika demikian permasalahannya, maka tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka sebagaimana manhaj as-salafush shalih yang berdiri di atas Al Qur’an dan As Sunnah dalam hal tahdzir (peringatan) terhadap ahlul bid’ah dan peringatan untuk tidak bergaul serta duduk bersama mereka. Yang demikian itu (tidak bolehnya khuruj bersama mereka secara mutlak, pen), dikarenakan termasuk memperbanyak jumlah mereka dan membantu mereka dalam menyebarkan kesesatan. Ini termasuk perbuatan penipuan terhadap Islam dan kaum muslimin, serta sebagai bentuk partisipasi bersama mereka dalam hal dosa dan kekejian. Terlebih lagi mereka saling berbai’at di atas empat tarekat sufi yang padanya terdapat keyakinan hulul, wihdatul wujud, kesyirikan dan kebid’ahan”.
    3. Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullah berkata: “Bahwasanya organisasi ini (Jamaah Tabligh, pen) tidak ada kebaikan padanya. Dan sungguh ia sebagai organisasi bid’ah dan sesat. Dengan membaca buku-buku mereka, maka benar-benar kami dapati kesesatan, bid’ah, ajakan kepada peribadatan terhadap kubur-kubur dan kesyirikan, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu -insya Allah- kami akan membantah dan membongkar kesesatan dan kebatilannya”.
    4. Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “Jamaah Tabligh tidaklah berdiri di atas manhaj Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta pemahaman as-salafus shalih.” Beliau juga berkata: “Dakwah Jamaah Tabligh adalah dakwah sufi modern yang semata-mata berorientasi kepada akhlak. Adapun pembenahan terhadap aqidah masyarakat, maka sedikit pun tidak mereka lakukan, karena -menurut mereka- bisa menyebabkan perpecahan”. Beliau juga berkata: “Maka Jamaah Tabligh tidaklah mempunyai prinsip keilmuan, yang mana mereka adalah orang-orang yang selalu berubah-ubah dengan perubahan yang luar biasa, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada”.
    5. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdurrazzaq ‘Afifi berkata: “Kenyataannya mereka adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dan orang-orang tarekat Qadiriyyah dan yang lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah, akan tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi kepada Muhammad Ilyas, syaikh mereka di Bangladesh (maksudnya India, pen)”.
    Demikianlah selayang pandang tentang hakikat Jamaah Tabligh, semoga sebagai nasehat dan peringatan bagi pencari kebenaran. Wallahul Muwaffiq wal Hadi Ila Aqwamith Thariq.

    Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.
    http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=153

  37. Salam Wrwb
    Tulisan ini telah saya baca dulunya, termasuk di buku Organisasi2 Kepemudaan Islam Dunia, isinya sama.
    Buku ini telah lama terbit. Tulisan yg bapak kutip ini adalah buku yang awal (lama), yang mana dalam buku ini disebutkan alasan Haram/Bid’ahnya Tabligh, tp sayang informasi yg diberikan kepada para Syaich di Arab (khususnya Salafi) dari orang-orang yang salah memberikan info. Sehingga beliau salah memberikan Fatwa.

    Buku berikutnya Kalo gak salah judulnya “Menyingkap Kesalahpahaman terhadap Jemaah Tablih”, telah memuat permintaan maaf Syaich Abd bin Baz (sblm wafat), dan selanjutnya mendukung Gerakan Jemaah Tabligh. Alahamdulillah Jemaah Tabligh saat ini telah ada di 200+ negara, dan tiap hari kita lihat semakin banyak orang yang mendapat hidayah berkat usaha mereka.

    Pak Nurdin yang sy sayangi, terimakasih atas infonya.
    Mohon diperbanyak bacaannya, jangan dari 1 buku saja (khususnya dari kalangan salafi). Saya pribadi, mendukung Jemaah Salafy, silakan aja pak. Dengan mapannya pak Nurdin dengan dalil-dalil, sy kira bapak bisa membantu (meluruskan) jema’ah2 lainnya termasuk orang awam di Jemaah Tabligh.

    Sampai saat ini, buku Hartono Abd Jaiz jg tidak memuat JT sebagai salah satu gerakan bid’ah/sesat. Padahal dalam bukunya, beliau mencantumkan puluhan-ratusan aliran sesat di Indonesia/dunia.

    Sy pernah ikutan JT (beberapa hari), tak satupun yg dituliskan para masyaikh (yg bapak kutip itu) ada dalam amalan saat khuruj, yang ada (dan utama) “bagaimana caranya Orang2 seantero dunia mendapat hidayah”, yg sdh mendapat hidayah bagaimana caranya agar ikut ambil bagian dalam usaha dakwah.

    Apalagi dikatakan masalah Tarekat, Muhammad Ilyas, kok sy lihat makin bertentangan dengan yg saya alami, banyak teman sy jg sudah ke IPB (4 bulan), gak ada masalah tarekat dibahas?

    Mungkin itulah pak, karena informasi yg kita terima hanya 1 arah, jd kita bisa terprovokasi. Yang saya tahu, JT merupakan jemaah yg paling ditakuti AS & PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saat ini, karena gerakannya mendunia dan tak dapat dihempang. Mereka (PBB) berkeinginan agar jemaah (para ulama di IPB) ini dihentikan.

    Mungkin pak Nurdin merasa aneh ya? Lain info yg bapak terima, lain dari saya. Alangkah na’asnya pak, kalo sempat kita memberikan/menyebarkan info yg salah kepada orang lain. Begitulah, mereka (orang2 kafir) menguasai Informasi, agar bisa menguasai dunia.

    Dengan menguasai Media/Informasi, diharapkan kita jadi berpecah-belah, dan mereka akan sangat mendukung apabila ada yg “spt ini” (termasuk debat/masalah khilafiah). Bahkan mereka tidak segan2 mendukung pencetakan/penyebaran buku2 provokasi, termasuk kristenisasi dsb.

    Saat ini, mungkin yg lebih baik bagi kita (umat Islam) adalah bagaimana juga bisa menguasai informasi & media. Berapa banyak penduduk dunia yg termakan provokasi WTC 9-11 ? Ya karena media dikuasai mereka, belakangan kita lihat (informasi+data-nya), tak satupun pesawat yg menabrak gedung, gedung hanya diledakkan (bukan runtuh karena ditabrak). Berita di TV ternyata trik kamera/animasi tabrakan pesawat dll. Alhasil, dengan korban 2 gedung, mereka dapat 2 negara (Afgan + Irak), beserta isinya.

    Itu masih WTC, mungkin banyak lagi yg lain.
    Sy kira, contoh di atas bs menggairahkan kita untuk Cek & Ricek terhadap info2 yg datang darimana saja, termasuk buku dan fatwa yg beredar. Jangankan buku (media) karangan ulama pak, alQur’an pun sudah mulai disisipi untuk Ghozwul Fikri.

    Semoga tercerahkan.

    Pak Nurdin dari Bukit Tinggi, dulu banyak ulama di sana, dan amalan agama hidup di masjid dan rumah2, sekarang? Wallhu a’lam. Mungkin menyisakan sedikit waktu untuk memikirkan kehancuran ummat akhir zaman dan cara mengobatinya lebih baik saat ini ketimbang “bahasan kita yg lalu”, Mari bahu membahu.
    Semoga …

    Salam Wrwb

  38. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Pak Vandha,,,semoga sekeluarga senantiasa dalam rahmat Allah,,,

    Kita lanjutkan sajalah diskusi kita ini dan ini hanyalah saling berhujjah tanpa ada maksud pemaksaan sama sekali,,,hanya dalam rangka belajar juga ,,,

    Allah berfirman di surat An Nisa ayat 59 ” Hai orang orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNYA

    Juga dalam surat An Nisa ayat 80 Allah berfirman : “BARANG SIAPA MENAATI RASUL MAKA SESUNGGUHNYA IA TELAH MENAATI ALLAH

    Dalam surat Ali Imran ayat 31 Allah berfirman : Katakanlah, jika kamu benar benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa dosamu.

    Rasul bersabda : Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak didasari agama kami maka amalan itu tertolak(Muttafaq Alaih)

    Berdasarkan dalil dalil diatas jelas terlihat bahwa untuk melakukan suatu apapun amal harus ada dalilnya.
    Sementara membentuk jamaah tablig bukanlah berdasarkan petunjuk Rasul tapi jamaah tablig adalah bikinan seseorang pada abad 20 ini dan Para Imam yang empat tak satupun yang membuat jamaah semacam ini.Sehingga pada saat ini umat islam terpecah pecah menjadi banyak sekali golongan dan firqoh,,

    Amalan 3 hari, 40 hari atau 4 bulan atau 24 jam itu sama sekali nggak ada dasarnya dari islam walau dikatakan itu cuman dalam rangka latihan tapi koq hal itu berjalan sepanjang seorang itu menjadi anggota jemaah tablig, alias terus terusan. Masalahnya Rasul tak pernah mendidik sahabatnya dengan cara cara seperti itu,,disitulah letak bid’ahnya disamping membuat buat jamaah adalah juga bid’ah karena memecah belah islam

    Intinya,,, Jamaah tablig tidak mentaati dan tidak mengikuti perintah Allah dan petunjuk Rasul sesuai dalil dalil diatas

    Sementara islam sudah sempurna sejak 15 abad lalu tak boleh ditambah atau dikurangi sedikitpun , baik dalam tauhid,aqidah,muamalah,fiqih maupun dakwah harus mengikuti contoh Rasul,,,liat dalil dalil diatas.

    Jadi fatwa ulama kibar diatas tetaplah relevan sampai saat ini.

    Nah masalahnya kenapa Pak Vandha dan saya terdapat perbedaan pemahaman?
    Ada solusinya untuk ini yaitu kita kembalikan semua perbedaan ini pada Allah (Quran) dan Rasul (Hadis) lihat surat An Nisa ayat 59,,,kita liahtlah apakah jamaah tablig sesuai dengan Quran dan Hadis??

    Kita lihat dengan hati lapang dan lepaskan dulu perasaan kita ,,,,ternyata membuat jamaah tablig dan melakukan amalan amalan khas mereka seperti khuruj adalah tak ada dasarnya dari islam alias tak ada dalil yang mendasarinya,,,jelas kan Pak?jadilah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah sesat,,kata Nabi lho bukan kata saya Pak. Dan amalan bid’ah adalah tertolak tak diterima Allah ,,malah berdosa karena menyelisihi perintah Allah dan menyelisihi petunjuk Rasul.

    Saya maaf nih menilai lagi Pak,,,tampaknya pola pikir jamaah tablig sudah menjadi pola pikir Bapak pula dimana tidak mau membicarakan perbedaan karena memang dijamaah tablig tidak akan dibahas hal hal bid’ah apalagi masalah aqidah secara tuntas,,,yang penting kita khuruj aja dan mengajak orang masuk islam atau mengajak ke masjid,,,tapi mereka jauh dari ilmu,,,wong tetangga saya baca lafaz Allah aja belum benar tapi sudah rutin khuruj sementara kerjanya nggak tetap dan anaknya masih kecil kecil ditinggal tinggal dan malah ketika lahiran istrinya ditaroh di kampung sama Ibunya, apakah begitu akhlak islam?

    Sebelum menulis ini saya telpon ustadz Hartono pengarang buku Paham dan Aliran sesat di Indonesia saya tanyakan “kenapa Bapak nggak masukin Jamaah Tablig sebagai jamaah bidah ? Jawaban dia adalah “Jamaah tablig adalah bertaraf internasional dan saya tidak bahas dalam satu bab khusus tapi ada saya singgung dalam buku itu,,,dan sudah banyak kitab terjemahan tentang jamaah tablig,,,,jadi bukan berarti jamaah tablig adalah tidak sesat. Didalam buku “Mulia dengan manhaj salaf karangan ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawwas,,Jamaah Tablig tetap masuk dalam bab Firqoh firqoh sesat dan menyesatkan,,,hal 497 terbitan Pustaka At Taqwa.

    Kalau seseorang sudah pernah ikut pengajian salafy belum menjamin dia sudah paham manhaj salaf,,,perlu waktu dan ketekunan,,,,kalau tidak,,, ya keluar,, lalu masuk kemana mana jadilah pemahaman dia juga akan gado gado sehingga tak punya kayakinan mantap terhadap sesuatu,,,sehingga semua boleh dan marilah kita bekerja sama. Dalam kehidupan sehari hari saya dengan teman teman NU atau Jamaah tablig sendiri tatap rukun rukun aja dan sholat jamaah tetap sama sama namun dalam yang berbeda ya tetaplah berbeda,,,saya hanya mengajak bukan memaksa untuk ikut pengajian salafy

    Oh ya Bapak betul sekali ,,,sama sekali saya tak bisa bahasa Arab apalagi 15 ilmu alat untuk memahami islam,,tapi Alhamdulillah guru guru saya tamatan Universitas Madinah dan LIPIA,,,Bapak juga saya yakin mengenal Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawwas dan ustad Hakim bin Amir Abdad,,,,saya belajar memahami islam dari mereka,,,,Dan mereka menimba ilmu dari para ulama, Para ulama menimba ilmu dari ulama terdahulu dan ulama terdahulu menimba ilmu dari Sahabat Nabi(salaf) dan Para Sahabat Nabi menimba Ilmu lansung dari Rasul dan Rasul mendapat ilmu dari Allah,,,
    ALLAHU AKBAR

    Demikian Pak Vandha

    sunardi nurdin

  39. Salam Wrwb.

    Maaf Pak,
    Kemarin tanpa sengaja, sy lihat2 buku, ternyata Ustadz T. Zulkarnaen pun menyatakan bahwa masalah Musik adalah masalah Ikhtilaf para Ulama. Bahkan beliau mendukung perkembangan Nasyid Islami saat ini. Sy kira masalah musik cukup dibahas sampai sini aja…

    Terus,
    Saya mengatakan bapak Nurdin ini lucu. Semua dalil yg bapak utarakan, hampir semua orang tahu, gak usah ditulis jg rata2 orang tahu.

    Saya tetap netral dalam menilai sesuatu, mungkin pak Nurdin saja yang menilai saya terpola oleh Jemaah Tabligh. Kalo saya lebih cenderung mengambil hal-hal yg baik dari semua gerakan dakwah Islam. Baik dari JT, HT, Salafi, PKS dsb.

    Pertama Bapak bilang pendiri JT adalah org di abad 20, itu memang benar. Pendirinya itu Mhd Ilyas, masih keturunan Abu Bakar, dan telah menghabiskan Hartanya di Jalan Allah Swt. Sy baca buku ttg Beliau (juga dari alim ulama/org tua yg lbh tahu/keluarganya tentang beliau), ybs telah mengikuti 100 Tarekat, tetapi beliau risau, kenapa banyak Pesantren, Tarekat, gerakan, jemaah dsb, tp umat kok makin Jauh dari amalan Islam? Apa yg salah? Bagaimana sebenarnya dakwah Nabi? Dari situlah mulainya, spt yg bapak cantumkan sebelumnya.

    Itulah kita pak, kita selalu menerima bahkan jika yg menulis/menyampaikan dari Timur Tengah (gelar Lc) langsung kita percaya. Banyak orang menyimpulkan sesuatu hanya dari “bacaan”, “karya ilmiah” dsb tanpa terjun langsung meneliti. Akibatnya kesimpulannya seperti kesimpulan & saran “makalah” saja, tanpa “action”, sama halnya dengan seminar2, tanpa hasil apa2.

    Sy kira Bapak jg mengambil kesimpulan yg “gampang”, mungkin ada baiknya bapak ikut ambil bagian dalam usaha dakwah mereka. Kalo ditanya “orang tua” di sana, JT bukanlah jemaah, gerakannya adalah gerakan dakwah usaha Nabi. Intinya, yg sy pahami JT itu berupaya semua umat Islam mengambil usaha nabi, menjadi pekerja dakwah semuanya. Bukan seperti yg bapak sebutkan, apalagi spt disebutkan “sesat”, “bid’ah’ dsb. Kalo sesat kok gak ada fatwa MUI yg mendukung? waduuuuuhhhhh … ah mungkin kita ini makin ngacooooo aja

    Yg saya tahu, ikut keluar dibuat latihan 3 hari, 40 hari, 4 bulan dibuat berjenjang, karena umat Islam beragam. Beda keperluan (urusan), pekerjaan dsb. Untuk itulah dibuat aturan spt itu. Jika sudah mulai paham, barulah menjadikan dakwah seumur hidup.

    Sebenarnya tidak ada dalam dakwah 3 H, 40 h dan 4 bulan. Konteks masyarakat kita kan berbeda2, jd dibuatlah jenjang tersebut. Apa jadinya kalo bapak (misal PNS) langsung ikutan 4 bulan? atau Polisi ikut 40 hari? Islam itu rahmatan lil ‘alamin pak.

    Sy jg heran dengan pak Nurdin, masa 3 H, 40 H, 4 bln dibilang bid’ah, kok sempit kali pikirannya? Bapak juga ngaji Salafi 2 sd 3 x seminggu, apa itu bukan bid’ah? Tidak ada di zaman Rasul & Sahabat mengaji 2 – 3 x seminggu? Yang ada, nabi menyuruh dakwah ke segala penjuru alam: ke China, ke Eropa, ke Syam, ke Persia dsb. Juga disebut dalam Qur’an untuk berjalan di muka bumi, dakwah dsb.

    Bukankah guru2 bapak kuliah: S1, S2, S3 di Timur Tengah pake Jenjang? Bapak menghafal al Qu’an, pasti dari ayat2 pendek dulu, surat pendek baru kemudian yg panjang2. Zaman nabi, Mushab (dalam bentuk buku saat ini) Qur’an tidak ada, sahabat jg menghafalnya jg gak spt kita ngaji sekarang.

    Apakah semua itu bukan bid’ah? Yg sy tahu, bid’ah itu ada dholalah & hasanah, Jadi jgn disamaratakan ya pak Nurdin?

    Kalo bukan karena orang2 dulu yg menyebarkan Islam ke seluruh dunia (spt JT) saat ini, mungkin kita “belum” mendapat hidayah pak! Selain itu, agar bapak tau, Orang yang “banyak ilmunya”, terkadang menjadi penghambat dalam usaha dakwah. Bukankah kaum Quraisy itu banyak yg berilmu, termasuk ahlul kitab?

    Dan yang saya pelajari dan terima infonya, nanti “orang-orang berilmu” (ustadz/ulama) akan ikut dalam usaha dakwah JT jg, tapi belakangan. Karena, ilmu2 mrk terkadang “menyelimuti” kebenaran dan enggan bergabung dengan yg bukan selevel dengannya. Coba lihat, berapa banyak Kyai yang enggan berdakwah/silaturrahmi dengan orang “kere”? Brp banyak KH merasa lebih baik dirinya dari org lain (merasa lebih tahu)?

    Pusat kegiatan dakwah JT ini segera akan pindah ke Madinah, kalo kita masih hidup, mungkin kita akan menyaksikannya. Teman2 saya yg pulang (sudah lama di jemaah tsb) dari IPB, menyatakan: ulama2/org tua di JT bilang, bahwa usaha dakwah JT ini sebenarnya lebih cocok/layak di emban penduduk Madinah (saat ini) spt zaman Nabi. Mereka (org2 tua tsb) malu mengemban usaha dakwah Nabi, karena mereka kurang ilmu, kurang paham ttg Islam, tp kok menjalankan pekerjaan Nabi (pekerjaan paling mulia)?

    Bapak jangan terkecoh dengan alumni Madinah, Mesir dll. Meskipun tidak semua, namun berapa banyak orang hanya belajar di kampus2 (teori dll), seolah2 dia dikelilingi buku dan sumber ilmu lainnya? Tidak usah jauh2, di ITB yg notabene tempat berkumpulnya org2 pintar se-Indonesia, berapa banyak yg menganggap dirinya pintar (bahkan lebih pintar) sehingga terkadang tidak menerima pendapat org lain? Begitulah pak kehidupan di kampus2, hampir sama baik kampus Islam maupun Umum, ‘alim ulama pun terkadang bisa “terpeleset”.

    Satu lagi, apakah bapak sudah pernah mempelajarinya langsung? Sudahkah guru bapak melihat yg sebenarnya? Beberapa mahasiswa IAIN S1 & S2 meneliti gerakan dakwah JT (diantaranya kawan jauh sy), begitu jg dengan Mhs di luar, akhirnya setelah mereka mempelajari dan terjun langsung, belakangan mereka mendukung pak.

    Jadi, saran saya, selain meneliti berdasarkan buku/literatur, cobalah lihat langsung dan ikuti dulu pak. Apa jadinya kalo polisi/inteligen mengambil keputusan berdasarkan literatur/media? Satu lagi, mohon cross check pak, jangan membaca buku hanya dari kalangan Salafi saja. Sy juga mendukung gerakan salafi, untuk peningkatan kemampuan dasar2 aqidah, penguatan ilmu agama dan terkait, tp tidak untuk memvonish.

    Saya heran, kenapa Salafy (mgkin pak Nurdin saja) banyak menyalahkan orang lain, sementara orang lain (mungkin lebih baik) tak ingin menyalahkan yg lain? Saya yakin, Islam tidak mendukung sikap2 demikian.

    Satu lagi pak, pernyataan spt ini (sesat/bid’ah) sdh lama sebenarnya sy dengar waktu coba2 ikut JT beberapa hari. Tp org JT banyak bilang, gak perlu didengarkan. Biasa aja, buat aja amalan dan doa, mudah2n mereka mendapat hidayah dan ikut ambil bagian dalam usaha dakwah ini. Kok malah jemaah Salafy, sebaliknya?

    Pak Nurdin yg sy sayangi…
    Mari kita buka pintu hati, pikiran dan perasaan.
    Kita pasti sepakat Islam itu Rahmatan Lil’alamiin.
    Kalo sy jd bapak, sy coba ikutan di JT atau jemaah lainnya. Mungkin ilmu bpk yg ada bisa dibagi dengan mereka (jemaah2 tsb). Mudah2an menjadi amal baik bagi kita, karena jika mereka salah, ada yg membenarkannya. Jika mereka benar, ada masukan bagi kita.

  40. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    OK Pak Vandha kita telah berdiskusi panjang lebar dan masing masing kita telah menuliskan apa yang dipahami dan masing masing kita juga udah saling mengajak,,,tiba saat nya saya kira saat ini kita sudahi dulu diskusi kita dan kalau boleh saya mampir lagi di blog Bapak dengan topik lain tentunya,,semoga Allah mengampuni kesalahan kita,,,niat saya Insya Allah dalam rangka menjalain silaturahmi sesama saudara walau kita tak pernah bersua,,,

    Semoga Bapak juga tak segan mengontak saya di email adress didikohill@yahoo.com,,dan email adress Bapak sudah saya masukkin di adress book saya kalau Bapak tak keberatan tentunya

    Semoga Allah menjaga Bapak sekeluarga

    banyak maaf,,,,,sunardi nurdin

  41. Salam Wrwb

    Terimakasih pak atas diskusinya.
    Semoga kita selalu di JalanNya

    Salam Wrwb

    Vandha
    | Educator | Motivator | Technopreneur | Internet Marketter |

  42. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Wah wah keren …
    tapi sayang baru baca ya aku …
    sebenarnya singkat saja ..
    kita itu menjalani hidup itu juga tidak boleh terlalu mengacu pada agama karena kita hidup di tengah-tengah masyrakat yang menganut berbagai agama. tapi yang jelas kita harus tetap berpegang teguh pada apa yang kita yakini. klo masalah musik yang diharamkan, sekarang sudah banyak musik sholawat, hadrah, dan sebagainya. Jadi sebagai orang nasional saya hanya bisa katakan ambil baiknya saja tapi jangan sampai kita terlalu jauh meninggalkan ajaran yang kita yakini. Sekarang kita lebih banyak berpegang pada Al-Qur’an, tapi disekitar kita lebih banyak yang nasional artinya kehidupannya global saja. selanjutnya apa kita akan pergi menyendiri dengan kehidupan mereka dan memilih kehidupan sendiri. Tidak mungkin, karena kita itu makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. kita mati saja butuh orang untuk menguburkan kita. Jadi kesimpulannya, Pegang teguh apa yang kamu yakini karena zaman sudah kembali menuju ke zaman seperti Nabi belum dilahirkan. Dan bagi siapa yang bisa bertahan, dialah yang akan menang. Mengingatkan boleh. Tapi jangan memaksa karena itu juga tidak boleh dalam setiap agama, apalagi yang lain agama. OK. Damai aja yang penting kita bisa hidup rukun. Masalah akhirat, ingatkan kalau ada yang salah, kalau tidak bisa ya sudah, berarti kewajiban kita sudah gugur untuk mengingatkan orang itu. So itu sudah menjadi tanggung jawab masing-masing.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  43. yups, terimakasih …
    argumennya bagus dan saya setuju tuh

    salam ww

  44. Pendapat segitu aja repot…
    ha ha ha ha ha ha
    Indonesia………..
    yang pasti… Indonesia bukan negara Islam…
    Peace man……
    Saya bangga jadi warga Indonesia…
    Saya bangga dididik tidak melihat perbedaan…
    Saya bangga dididik mencintai dan menghormati orang lain… walaupun dia beda pendapat dengan saya…
    Saya bangga dididik tidak melihat atau menilai pendapat orang lain dari sudut pandang ideologi yang saya anut…
    Hidup Indonesia…
    Semoga Warga Indonesia semakin maju dan semakin dewasa… dalam iman.. dalam politik… dalam pola pikir… dalam etika… dan dalam segala hal…
    Salam

  45. senang kenalan dengan anda

    Salam Pendidikan

  46. SKIAn banyak tanggapoan …punya mas DIdi adj yg sy bc…sy spakat dengan kata YA!!
    jang tiru yahudi
    tetap berdasar Al-Quran dan Al-Hadis

    HATI-HATI ,JAGA HATI TETAP MENGHARAP ILLAHI ROBBI MELINDUNGI!

  47. intinya kan sudah dijelaskan dalam Al Quran dan Hadist, kita hanya perlu mendalami, tidak seperti organisasi bid’ah seperti JIL yang lebih berdasar kepada hak asasi manusia yang didasari dari pernyataan JFK ato siapalah (pres. amerika)…

    mungkin klo ada dari pihak JIL yang melihat ini, mungkin dia berkata”SERINGNYA KITA MELIHAT HANYA DARI SATU SUDUT, BAGAIMANA DENGAN SUDUT YANG LAIN?”

    klo begitu LIHATLAH DARI SUDUT PANDANG ISLAM

  48. Setuju… thanks ya.. atas masukannya

  49. rame euy……

  50. assalam.wr.wb
    seru sekali bacanya pak vandha…
    tak terasa aku baru baca ini setahun kemudian. tak apalah, namanya juga belajar…
    aku sepakat bahwa kita harus bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda-beda. tidak harus langsung memvonish. karena kita bukan Tuhan, kita sama-sama masih harus belajar. kebenaran dan kesalahan kita dan orang lain, cukuplah Allah yang memiliki hak untuk memvonisnya. bukan kita.
    tapi kita juga harus ingat, selain menjaga hubungan baik dengan ALLah, kita juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama makhluknya.

    ohya pak, aku tertarik dengan yang pak vandha bilang, lebih urgent membahas kasus kemiskinan daripada membahas tentang celana ngatung…

    aku aktif menjadi relawan yang mengajar banyak hal kepada anak-anak jalanan Ciroyom dan Cimahi, pengennya seh buka cabang belajar lagi di Cimindi atau tempat-tempat lainnya yang ada anak jalanannya.
    kalau bapak tertarik bapak bisa buka blog kami di rubelciroyom.wordpress.com…atau add facebooknya di rumah belajar ciroyom.
    email kami: rubel_ciroyom@yahoo.com
    untuk cimahi
    cimahibelajar.wordpress.com
    facebooknya di cimahibelajar
    email: cimahibelajar@yahoo.com
    atau bapak bisa hubungi_081809543821
    atas nama fitri muflihah
    dengan email: fitri.muflihah@yahoo.com
    facebooknya: piets morgue

    okeh bapak, kami tunggu bersama sampah juga baunya…
    ***maaf malah promosi**heheheheh

  51. mbak fitri, thanks ya …

  52. kepada pak didi…,
    maaf sebelumx,
    pak, bapak tu udah ketahuan bodoh nya, msh aj mmbela diri dengan pendapat2 konyol bapak..!!!!!!!!
    masak bapak ngak bisa menganalisa maksud2 orang, jadi klu bicara sama bapak hendakx harus detail pak ya..???? baru bpk bs ngerti……….

  53. thanks ya Alvin, doakan sy biar bisa terus berkarya, untuk kepentingan ummat

    Amiin….

  54. belajar sejarah dan terima realita

  55. Assalamu alaikum…….
    Pak Vandha,
    Saya juga bodoh, jadi jangan kuatir anda masih ada temannya :)
    Karena saya bodoh, saya menjadi terpacu menjadi pandai. Memang saat ini banyak yang mudah berbicara tapi sulit untuk mendengar. Saya rasa bapak sangat mudah mendengar dan sangat teliti dalam menganalisis. Salam kenal.

  56. saya adlah orng indonesia. Saya ingin merubah nasib indonesia dari keterpurukan, akan tetapi saya ini masih siswa smp. Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan,karena jujur saja orang-orang indonesia sangat susah sekali untuk diajak berpikir secara dewasa. Seperti teman-teman saya, saya mencoba mengajak mereka untuk menjadi generasi muda yang saling bersaing secara sehat. Akan tetapi mereka hanya berpasrahkan kepada nasib. Jadi apa yang harus saya lakukan

  57. pak vandha sdh prnah ke israel blum,trz pak vandha sdh prnh bertamu n mkn dgn kluarga disrael blum ya?????.
    maaf kl saya mengajukan prtanyaan ini,krna yg saya alamin dsana kog brbeda jauh sm yg dtulis sama si stepen itu ya…..
    Slama saya dsana kayaknya masalah merokok aman2 ja kog pak,malah saya sering merokok waktu abis mkn di acra mkn malam kluarga dsana,dan mereka welcome bngt kog ma org perokok,malah dsn jg banyak kog pak wanita perokok,tp memang disana jauh lbh tertib dr pd dindo pak….

  58. salam ukhuwah saudaraku.

    Terima kasih banyak pak atas informasinya,walupun saya baru membacanya sekarang,tpi,banyak hal yang saya kurang setuju dengan penelitian diatas dan pendapat anda,
    disini saya tidak mengatakan apa hukum musik itu,tpi Islam itu menganjurkan kita untuk menididk anak2 kita juh sebelum kehamilan yaitu pra nikah,kita disuruh untuk memilih calon ibu sianak,begitu juga waktu hamil,disuruh untuk membaca alquran,bukan bermain piano ataupun musik,mari sama2 kita lihat dan mengkaji i’jaz “Ilmi.ada penelitian menunujkkan,bahwa bayi dalam kandungan yang dibaca alquraan jauh lebih tenang dari pada bayi yang tidak dibaca alquran,ini baru sebagian kecil.

    satu lagi,sayan kurang setuju dengan pendapat anda yaitu “Jadilah kamu manusia yang saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada waktu kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum”. (Mahatma Gandhi) ”

    anda mengatakan mahatma Gandhi.yang mengatakan kata bijak tersebut,padahal itu berasal dari ulama islam dulu,ada syairnya didalam bahasa arab,a.

    jangan suka merngatakan kata2 itu dikatan oleh ilmuan non muslim padahal kata2 itu jauh hari telah dikatakan oleh ulama2 kita.

  59. untuk tahu sesuatu dan budaya di daerah lain, kan tidak harus pergi ke tempat tersebut. bisa baca buku, intenet dan lainnya. untuk mengukur panas permukaan Matahari jg tidak harus pergi membawa termometer ke Matahari, ya kan?

  60. buat pak Didi..
    kalau semua mengikuti saran anda,, bangsa in ngak bakal maju,,
    dan selalu menjadi bangsa yg keterbelakangan,,
    anda termasuk orang yg bodoh tidak bisa memahami maksud orang tongkosong nyaring bunyinya itu cocok buat pak didi,
    fanatik si boleh ya pak, tapi cukup bapak aja yg menjalankan,

    maksud dari pak vanda itu benar,, itu suatu pelajaran buat saya.
    untuk pak vandha thx artikel’a, brarti banget buat saya..
    disiplin dengan hal yg masuk akal itu itu yg harus di biasakan sejak dini,,

  61. Jika itu perkataan Nabi, atau Ulama, mohon dikonfirmasi referensinya.
    Thanks

  62. ya, setuju. yg baik kita patut contoh,, dan yg buruk kita tinggalkan.
    semua itu hanyalah titipan Ilahi, begitu jg dg ilmu. setiap makhluk di dunia ini akan di minta pertanggung jawabannya

  63. subhanallah…
    ternyata diskusi pak anda lebih menarik dari artikel yang bapak tulis di halaman ini…

    hamasah pak…

  64. :) trimakasih pak vanda…saya cuma pembaca yg sedang belajar agama(tak pandai)..saya pun tak tau salafi,tabligh atau apalah, yang saya tahu cuma saya beragama islam :)
    membaca artikel sampe comment beruntut…saya lebih setuju dengan pendapat pak vanda…di situ kelihatan siapa yang lebih berilmu…islam itu universal….isi kandungan dalam alquran pun sangat luas, tak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja, itu yg menjadikan kenapa tinta sebanyak lautan pun tak akan mampu menuliskannya…

    salam
    hamassah!!!

  65. Maaf, tadi saya melihat ada comment yg bilang kalo Allah mengharamkan musik…..
    Kalau begitu, maka silahkan anda sendiri yg hidup didunia yang kosong yang sunyi senyap tanpa musik.
    Apa buktinya kalau Allah mengharamkan musik??
    Bahkan dalil shahih yang menyatakan kalau menggambar hewan dan manusia adalah haram itupun juga diperuntukkan bagi tujuan musyrik dan Pornografi….bukan larangan sebagai pengetahuan dan hobi….

  66. ya, namanya juga koment org pak/mas. Positif aja,….

  67. musik tidak haram….musik adalah ungkapan universal….qasidah juga kan musik….maka sesuatu yang benar raalita adanya bisa kita tiru untuk di budayakan….cara mendidik anak,merangsang otak anak dalam al,quran juga cukup jelas,sperti nyanyian muslim,qur’an hadits,adzan dan lain yang sifatnya bisa merangsang otak janin dalam hal yang positif….ransangan jiwa dan otak anak sejak janin sudah merasakan….bukti Ibu yang hamil mengalami kekerasan,trauma saat hamil efeknya pada anak bayi setelah lahir…maka dari itu Ibu Hamil perlu perhatian.Budaya Indoneisa pada Umumnya bukan budaya muslim seluruhnya

  68. Siapa Albert Einsteint,,,Steven ford,Mark Twain…?dan masih banyak lagi….beliau adalah ahli fisika suku Yahudi,kalau boleh saya katakan kecerdasan Yahudi menguasai dunia meski jumlah manusianya sangat sedikit,suku Yahudi 40% beragama Budha,25% Kristiani dan sisa dari itu sebagian tak beragama(Bebas)tapi suku Yahudi cukup jelas kebudayaan pola hidup mereka secara genetik melahirkan manusia cerdas,namun di sisi lain religius mereka mungkin tidak seperti orang Islam atau Kristiani…jadi saya mengajak manusia indonesia,sesuatu yang nyata kegeniusan mereka adalah pakta yang mereka lakukan secara turun temurun,Agama tetap pada keyakinan kita masing masing yang menjadi panduan hidup kita………..ITU……

  69. saya berani bertantangan keras tentang kebenaran dan realitanya…My Phone +6285319284439 .by:Rollyn

  70. Jangan pernah membenar benarkan yang salah dan menyalah nyalahkan yang benar,meski bertantangan dengan hati nurani kita,mental warga negara Indonesia pada umumnya masih sangat amat banyak sperti itu,,,,lalu kita sudah melihat di negara kita sendiri apa yang terjadi,,,,sederhana kan….?

  71. saya senang atas moment ini….Rollyn sudah banyak berjalan keliling Indonesia,banyak catatan dalam perjalanan saya,terutama Jakarta….mmmmmmm…..namun yang paling menarik catatan saya ketika berada di Korea Selatan….Salam….Rollyn sang Pemikir Realita…

  72. dan saya melihat di Jakarta ini siapa yang penipu penipu adalah saudara saudara kita yang beragama Islam,tetapi di Amerika juga siapa yang penipu penipu di sana adalah mereka yang beragam Kristiani….bahkan banyak Big Boss di Amerika serikat adalah saudara kita yang beragama Islam…..jadi sederhana Islam adalah Realita,Yahudi CERDAS atau GENIUS bukan karena paktor Agama,tapi paktor budaya dan kebiasaan….ITU….sehingga melahirkan manusia cerdas secara genetik,mulai dari makan buah buah segar,sayur mayur,dan ikan segar,,bukan ikan yang sudah di pormalin yang menyebabkan kanker pada tubuh,,,terutama otak…maka untuk saya,saya tidak tertarik hidup bersama keluarga di Jakarta….ya banyak hal…..terutama makanan,polusi,air,dan sosial budaya…ITU….

  73. Rollyn###########+6285319284439

  74. saya mempunyai buku tentang pola hidup Yahudi…Penulisnya juga beragama Islam dari Makassar

  75. apalagi kalo terus dibacakan ayat al Qur’an, banyak yg cerdas2 tuh anak setelah lahir.

  76. Ada beberapa hal dalam pandangan saya :

    Peneliti menyebutkan bahwa sejak dari dalam kandungan mereka mendidik anaknya dengan bernyanyi dan main piano,,,lha ini mah bertentangan dengan ajaran islam karena Allah mengharamkan musik. Jelas ini bukanlah berakar dari islam tapi dari si yahudi itu sendiri. Adalah sangat mustahil kalau Allah mengharamkan sesuatu lalu menurut hasil penelitian DR Stepehen adalah baik untuk meningkatkan kecerdasan anak,,,mustahil seperti “kuda masuk lobang jarum”

    ” Musik Diharamkan…? Apa bedanya musik dengan seni, sementara Islam membolehkan muslim berkesenian”

  77. Pada dasarnya… kita tlah ditinggalkan pedoman kehidupan. Alquran dan sunnah. Terlepas dr diskusi ini, semua org berhak berpendapat. Jika bnr alhamdulillah. Jika salah temukn kebenarannya. Islam itu rahmat. Bagaimana bangun hingga tdr kembali, ada aturannya. Bgt juga dalam adab diskusi. Jngn sampai kita saling mengganggap pemikiran kita benar sendiri. Masa2 anak ditiupkan ruhnya adalah masa dimana orng tua harus merespon anak, apalagi masa ketika pembentukan jaringan otak mereka. Pada dasarnya bgaimana mereka mendidik anak mereka sejak dini adalah karena mereka tahu islam. Mrk mengadaptasinya dr nilai2 islam…lantas? Apa solusi dr diskusi ini?

  78. Saya tiba – tiba saja tertarik dengan artikel yg ada di viva news ttg rahasia kecerdasan bangsa yahudi, setelah membrowsing di mbah gugel, ternyata blog bung vandha yg saya klik. Jujur ini adalah wawasan bg saya yg selalu tertarik dengan artikel yang berbau yahudi apalagi ini ttg pelestarian generasi mereka. Namun setelah melihat komen2nya jd terlihat tidak fokus lari kemana2 panjang seperti gerbong yg salah arah. Apakah ini salah satu ciri dari negara berkembang alias terbelakang meributkan sesuatu agar telihat lebih pintar dan lupa mengejar ketinggalan LOL al quran nur karim menjelaskan sifat2 yahudi yg memusuhi Islam, namun jgn lupa yahudi ciptaan Allah swt jg, lalu apakah kita harus membenci dan mengutuk habis2an namun secara ekonomi kt COMBRO.. Sebelum jauh ke arah fikih quran dan hadis.. Tidak ada salahnya mempelajari sistem yahudi, bagaimana kita bs menghancurkan sebuah sistem tanpa kita pernah mempelajarinya. Dan jika tidak berkenan dengan sumber yg diberikan bung Vandha ya cari saja artikel lain, semakin banyak referensi kan semakin baik, btw nice artikel bung Vanda saya setuju dngan anda ambil baiknya buang buruknya dan saya yakin anda bukan dari golongan yahudi setau saya agama ataupun ras yahudi sangat memproteksi dirinya, jd agama ini tidak disebarluaskan ke golongan lain.. Dan wajah anda sangat jelas bukan Yahudi LoL
    Salam Pancasila ( semoga ga di bilang kafir )

    Jenniless9@gmail.com

  79. AS-SALAMUALAIKUM SEMUA,,,,,,,,,,,,,,
    SEBENARNYA UMAT ISLAM ITU LEBIH CERDAS DARI UMAT YANG LAINYA APALAGI YAHUDI,DAN TERNYATA ORANG YAHUDI ITU MEMPELAJARI ILMU ITU DARI AL-QUR’AN SEDANGKA UMAT ISLAMNYA SENDIRI JARANG SEKALI MEMBACA AL-QUR’AN JADI WAJAR SAJA YAHUDI LEBIH PINTAR DARI PADA UMAT ISLAM DAN INGAT ISLAM ITU TAK AKAN HANCUR OLEH SIAPAUN,AGAMA APAPUN,KECUALI ISLAM AKAN HANCUR DENGAN UMATNYA SENDIRI,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, INGATLAH WAHAI KAWAN MUSLIM Q ,,,, MAJULAH KALIAN PELAJARILAH AL-QUR’AN DENGAN IKHLAS SEMOGA ALLAH MENYADARKAN KALIAN AMIN,,,,,,,,,,,,,,
    SAYA BERCITA2 MENJADI PENCERAMAH WANITA TERBAIK DI MASA KAPAN UMAT ISLAM TIDAK MAU BERIBADAH DENGAN BENAR SEMOGA CITA2 SAYA ALLAH RIDHA’I AMIN,,,,,

  80. hai lam kenal………kebetulan kakek buyutku adalah keturunan yahudi. aku juga heran dari mana keluargaku bisa berdarah yahudi,padahal ibuku berdarah jawa dan ayahku etnis china. tapi keluarga kami sangat mencekal dan membenci sepak terjang bangsa yahudi yg kejam dan tak pandai menghormati agama dn budya bangsa lain.keluargaku tak mengikuti ajaranya krn kami katolik yg taat,kristen adalah salah satu agama yg sangat dibenci kaum yahudi. sungguh mereka keji dan tak bisa dimaafkan.bagaimana mungkin membenci sama sama manusia yg sudah pasti sama sama tak memiliki keabadian apapun dibumi ini. oya bro………bicara soal kecerdasan bngsa yahudi,bagiku semua manusia itu cerdas. hanya bagaimana mereka bisa atau tdk menggali segala kepinteranya itu untuk merubah jln hdpnya kearah yg lebih baik.tau ga sih kalo tekhnologi saat ini cenderung bikin kita selangkah lebih maju dari kebanyakan orang orang yg hidup 80 thn yg lalu. bereterimakasihlah pd sipembuat tehnology yg tanpa sadar sebenaranya telah kita pakai sehari hari, contohnya laptop, google,android,kecanggihan hape touchcreen, adanya mobil atau pesawat dan sebagainya.semuanya adalah kreasi dari orang orang yahudi. akuilah bahwa mereka sangat berprrengaruh bagi kehebatan tekhnologi dunia. bayangkan jika kita tak ada komputer,mobil ,pesawat,motor,mesin pencetak uang, bla….bla….bla…..pastilah kita tak sepandai sekarang bro. oya…..ada cerita kecil nih, dari masih dlm kandungan aku selalu disuguhi musik yg diklaim keluarga sbg musik damai,diantranya jazz ,musik klasik dan instrumentalia. makan ikan adalah kewajiban bagi keluarga kami disamping sayuran hijau dan buah,secara rasional semua itu memang terbukti langsung membuat aktifitas kerja otak kita jadi lebih peka dan mandiri. kami sangat menjauhi rokok yg memang sudah terbukti sangat tidak sehat bg tubuh. soal yahudi yg pinter matematika…….wah itu sih memang sudah hobiku sejak kecil. aku tertantang dg cara ngejelimetnya ilmu pasti atau aritmetika. aku suka matematika karena justru membuatku fun. akpun sangat gila baca buku,seperti history, filsafat dan biografi. wooooow tak bisa tidur nyenyak kalo malam hr kalo blm baca buku sekali dlm sehari. hmmm….gramedia selalu jadi targetku mengumpulkan ilmu.dengan buku kita bisa mengubah dunia.aku tak sependapat kalo kita pinter lantaran ada guru,bukulah yg bikin pinter, lha wong guru juga masih harus byk baca buku kok. tapi itulah kenyataanya. dan menurutku tiap manusia memiliki hoby dan minat masing masing karena setiap individunya memiliki selera dan opini yang komplek. ok bro…………….. JUST REMEMBER THAT,S DON,T HATE YAHUDY PEOPLE THE ALL,KARENA TAK SEMUA ORANG YAHUDY ITU JAHAT. BANYK KAUM YAHUDY YG MEMBENCI KAUMNYA SNDIRI TERLEPAS DARI KRN TAK SEPAHAM DG SEPAK TERJANG MEREKA YG KEJI DAN TAK BERPRIKEMANUSIAAN. 100 ORNG YG KEJI TAPI SEMUANYA YG MASH BAIK JADI IKUT DIHUJAT DUNIA. BAYANGKAN DG KEPALA DINGIN DAN HATI IKHLAS…………………seorang ahli komputer berteman dg bandar judi ,apakah lantas kita hujat siahli komputer itu sebagai bandar judi juga;…atau kebetulan kamu yg orang baik baik berteman tak pandang bulu, dengan maling ayam. apakah anda mau langsung dituduh sbg maling ayam juga, go head.answer yourself. permisi dulu bro,cuma ini aja yg bisa aku curhatin. berbeda pendapat itu wajar kok,tiap manusia punya cara berpikir yg berbeda. mari kita satukan perbedaan yg ada untuk melangkag kearah perdamaian dunia.

  81. islam adalah agama yang sempurna ! manusia hidup dari lahir sampai mati udah ada aturanya yaitu dalam kitab suci alquran dan hadist. so : jangan elo_elo pada berdebat mending jalanin perintahNYA dan jauhi laranganNYA. alquran kitab sepanjang masa isinya berlaku sepanjang masa. jadi semua udah ketauan yang salah mane yang bener mane ! SEMUANYA UDAH JELAS >>>>>> jadi kaga ada tuh debat2tan. inget yee SURI TAULADAN kita Nabi muhammad saw beliau udh contohin cara hidup yang bener jadi dicontoh di ikuti . yang belajar islamnya masih setengah-setengah elo-elo mending diem introspeksi dulu aje SHOLATNYA DAH BENER APE BELOM ?

  82. aslkm, maaf semuanya …bukan ana mau ikut campur … tapi menurut ana tulisan pak vandha ada benarnya …. dalam Al-Qur”an di sebutkan : inni faddholtukum ‘alal ‘alamiin …. ayat ini mukhotobnya orang israel/Yahudi …. artinya Allah melebihkan kaum yahudi diatas kaum yang lainnya….. untuk mengalahkan Yahudi kita harus kembali kepada Al-Qur’an ….. …Orang yahudi sudah tahu kebenaran Rasulallah dan Al-Qur’an …. tapi karena hatinya tertutup dia tidak mau menerima kebenarannya ………walaupun secara diam-diam mereka mempelajari Al-Qur’an dan ada yang mereka pakai….. tapi bedanya dengan kita ummat islam …. terkadang kita baca Al-Qur’an tapi jarang yang mengamalkannya……………

  83. [...] Sumber: http://vandha.wordpress.com/2009/02/26/rahasia-kecerdasan-orang-yahudi/ [...]

  84. Almasih=Yang Diurapi. Isa=satu satunya. Allahi Salam=Penjamin Keselamatan. Alquran dalam bahasa aslinya bahasa Arab yang punya gelar AS cuma satu hanya Isa. Dan cara penulisannya Almasih Isa AS, kata Almasih ditaruh didepan. Tapi entah kenapa dalam Alquran terjemahan bhs Indonesia semua nabi sejak nabi Adam diberi gelar AS, padahal tidak demikian dalam bhs Arabnya.

  85. Hadis Anas bin Malik 72, Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu-Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan firmanNya…..Ali imran 3:45 Almasih Isa terkemuka di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.683 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: