• Struktur Halaman

  • Yang Mampir

    • 496.981 pengunjung
  • Tulisan Dalam Blog Ini…

BERALIH DOMAIN VANDHA.XYZ

Rekan-rekan semua,
Blog saya yang semula di WordPress ini, telah pindah ke:

www.vandha.xyz 

 

Terimakasih atas dukungannya!

 

Tahun Baru itu Tengah Hari?

Tahun Baru itu Tengah Hari?

Hanya orang yg Tak ngerti Sejarah yg sibuk di jam 00.00 menyambut tahun baru Masehi.

Awalnya di eropa, pergantian Hari adalah tepat tengah Hari jam 12.00

Namun utk administrasi mereka bingung, mengapa?
Bayangin Surat yg ditulis jam 11.50 harus berubah tanggalnya pada jam 12.01 Siang.
Repot kan?
Dalam siang yg sama, Ada 2 tanggal yg beda.

Akhirnya mereka ubah dengan membaliknya, yaitu jam 00.00 di tengah malam. Itulah yg terjadi sampai saat ini.

Namun itupun masih saja Tidak tepat, karena dalam 1 malam Ada 2 kondisi. Malam dan pagi disebutkan dalam satu Masa. Jam 23.59 masih disebut malam, tp jam 00.01 disebut pagi, padahal masih malam.B Batasmalam dan pagi Tak nampak secara jelas.

=====

Beruntunglah yg menggunakan Sistem Penanggalan Hijriyah

Awal Hari dimulai saat maghrib, ditunjukkan dgn Tanda Alam yg nyata.

Awal bulan (tanggal 1) ditunjukkan Tanda Alam yg nyata (Sabit), tengah bulan (tgl 13/14/15) nampak purnama.

Dalam Qur’an pun disebutkan bahwa malam dibagi jd 3 bagian.

Konversi Hijriyah dgn Syamsiah jelas disebutkan Qur’an saat menceritakan Ashabul Kahfi, bahwa 309 thn Hijriyah = 300 thn Masehi.

Dalam kalender Masehi umumnya 365 Hari, namun tiap 4 tahun Ada tambahan 1 Hari, yakni tahun kabisat sebanyak 366 hari. Ini terjadi karena 1 tahun persisnya 365,2525 Hari.

Tiap 4 tahun ditambah 1 Hari, namun tiap 400 tahun harus ditambah 1 tahun. Dalam penanggalan tahun Masehi, sudah pernah dilakukan ralat tahun, yg berakibat loncat 1 tahun.

Namun bukan berarti kalender Syamsiah (Masehi) salah semua, Tetap keduanya penting. Al Qur’an menyebutkan keduanya penting.

=====

Semoga bermanfaat.
Vandha For New Year 2020

Soal Gelombang Elektromagnetik (GEM) – 001

Sepotong kawat menembus medan magnet homogen secara tegak lurus dengan laju fluks …

Peluang, Matriks dan Tele-Aroma

Pada tulisan saya yang lalu (13 juni 2008), dibahas bagaimana TV/Internet atau Gadget bahkan Smartphone masa depan bisa mengirimkan aroma (bau) seiring dengan tampilan yang ada di layar. Tulisan yang saya tulis dengan Tele-BAU, Bau yang Ditunggu-tunggu ini secara garis besar bagaimana upaya negara hebat penghasil gadget (gawai) Korea Selatan berupaya mewujudkannya.

Kali ini, terkait dengan tulisan sebelumnya (24/04/2019) Peluang di Ekonofisika Menyinggung TV Beraroma yang awalnya disinggung saat menjelaskan Teori Peluang dalam Ekonofisika dapat dengan dijelaskan jika memadukan materi peluang, matriks, warna dasar, aroma dasar, digitalisasi dan blower.

Setidaknya menurut ilmuwan, terdapat 10 aroma dasar yang dapat dispesifikasikan secara ilmiah. Hasil dari perpaduan ini dapat dibuat kombinasi beragam aroma yang dapat kita nikmati lewat hidung. Kesepuluh aroma ini: Harum, Kayu/resin, Buah-buahan (bukan golongan sitrus), Bahan kimia, Mint/peppermint, Manis, Popcorn, Lemon, Tajam dan Busuk yang dinyatakan para ilmuwan sebagai dasar.

Terlepas dari penamaan A, B, C … J (sebanyak 10 aroma) perpaduan kesemua ini dapat dibuat dalam bentuk matriks 3 dimensi (ruang). Ini sejalan dengan bentuk aroma tak lain berupa gas, yang mana selalu menempati ruang. Maka dapat dibuat sumbu x-y-z yang masing-masing terdiri dari Aroma A, B, C … I, J (pada sb x), begitu juga sumbu y dan z. Maka kombinasi matrik dapat berbentuk aroma AAA, AAB, AAC dst ZZZ.

300px-coord_planes_color.svg_

Sebagaimana diketahui, penjelasan di atas analog dengan perpaduan warna yang kita lihat sehari-hari yang merupakan perpaduan 3 warna dasar (Merah, Biru dan Kuning). Untuk menghasilkan Hijau, kita bisa mencampurkan Biru dan kuning dengan perbandingan 1 banding 1. Dengan mengubah-ubah perbandingan, maka diperoleh hijau tua, hijau daun dst.

primarycolors

Dengan analogi yang sederhana dan sama dengan warna (anggap 2 dimensi), maka matriks 3 dimensi dan perbandingan proporsi aroma dapat membentuk ragam aroma yang diinginkan.

Analogi di atas dapat kita lihat dalam praktik printer warna saat mencetak warna-warni tulisan dan gambar. Kita lihat tangki tinta hanya 3 warna (+1 hitam, NB: dalam fisika hitam tidak termasuk warna), namu di kertas cetakan bisa puluhan warna yang muncul.

Kita masih ingat pewangi ruangan di dinding yang automatic, mampu menyemprotkan aroma tiap sekian menit dan tentunya bisa diatur waktunya tiap detik maupun mili detik jika diinginkan sedemikian rupa.

toilet-automatic-perfume-auto-fresh-matic-aerosol.jpg_350x350

Secara sederhana, jika masing-masing aroma dasar dibuat dalam tabung khusus dengan pengaturan semprotan secara digital, maka penyemprotan masing-masing tangki bisa diatur proporsinya dan perpaduan aroma kesepuluh aroma bisa sesuai dengan setting-an informasi yang datang ke microprocessor yang mengaturnya (wangi apa yang datang, misal: melati atau nasi goreng sekalipun).

Selanjutnya aroma paduan ini disemprotkan melalui blower ke ruangan, sehingga orang-orang akan mencium wangi yang ada di ruangan sama dengan (iklan) TV.

Kapan TV ini berada di pasaran?

Wallahu a’lam

Peluang di Ekonofisika, Menyinggung TV Beraroma

Rabu 24/04/2019 kemarin ….

Begitu seriusnya membahas peluang di Ekonofisika, mahasiswa akhirnya mencoba kembali dari awal contoh-contoh sederhana tentang Peluang. Mulai dari coin yang dilemparkan dengan peluang 1/2 sampai dadu dengan peluang 1/6.

Keseriusan mahasiswa makin bertambah saat contoh peluang dikomplekskan sedikit-demi sedikit, seperti coin dibuat 2 buah atau lebih, sehingga peluangnya berubah.

Contoh lainnya diberikan pula dengan dadu yang jumlahnya lebih dari 1. Kesulitan sudah mulai nampak dan dahi mulai mengerut. Akhirnya kembali ke pemanfaatan matriks untuk memudahkan perhitungan peluang yang muncul untuk jumlah coin atau dadu yang lebih dari 1 tersebut.

Eeee…. muncul lagi pertanyaan, bagaimana kalo ada 5 bola merah dan 5 bola kuning dimasukkan ke dalam karung, kemudian diambil 2 buah bola. Berapa peluang munculnya pasangan bola Merah-Merah atau Kuning-Kuning? Wah makin ramai nih pembahasan.

Di akhir contoh bola-bola ini, ditutup dengan pertanyaan, bagaimana kalo bola yang sudah diambil, tidak dikembalikan lagi ke dalam karung? Andai tak pakai matriks, kesulitan/komleksitas makin besar.

Salah satu mahasiswa bertanya, apakah bermain bola Bowling juga memiliki peluang? Setidaknya berapa peluang semua bola tumbang?

Dari sini dapat dijawab dengan melihat susunan botol pada bola bowling, melempar bola (apakah dari pinggir, tengah atau lainnya). Penggunaan matriks sangat-sangat membantu.

Sampai akhirnya menyinggung: apa bisa kita menonton TV yang tayangannya berisi iklan Parfum, pemirsa di rumah dapat menikmati aromanya?

Wow, ternyata dengan menerapkan peluang dan matriks serta aroma dasar, TV jenis ini akan terwujud nantinya.

Mau?
Akan kita bahas di tulisan berikutnya.

Ekonofisika: Informasi & Intensitasnya

Salam wr wb…

Lama juga tak menulis,
Tadi (Rabu pagi) saat mengajarkan Ekonofisika di kelas Fisika S-1 Fakultas Saintek UINSU Medan, ada yang menarik dalam mencari model fisika yang bersesuaian dengan fenomena ekonomi di masyarakat oleh mahasiswa S1.

Maklum aja, mereka juga baru dengar tahun ini ekonofisika tersebut. Salah satu pertanyaan dari mahasiswa kepada presenter di depan kelas adalah: “apa contoh yang berkaitan dengan model eksponensial?”

Wah … kelabakan juga presenter dibuatnya, meskipun sama-sama kurang paham mereka. Namun akhirnya kerumitan tersebut terpecahkan dengan mengingat persamaan perubahan Intensitas gelombang saat melalui benda yang memiliki tebal dan penyerapan tertentu.

media2fc7f2fc7f47640-4cab-455a-9067-64d986fe5a4b2fphpincnyg

menunjukkan adanya perubahan intensitas dari sumber setelah melewati ketebalan tertentu dari media.

Jika sebuah intensitas cahaya Io memasuki udara (atau media lainnya) yang tebalnya x, maka intensitasnya menjadi I’.

Intensitas akhir ini dalam ekonomi dapat dianalogikan sebagai (kejelasan) informasi yang diterima pelanggan dari sumber aslinya yang terus berubah secara eksponensial sejalan dengan hebatnya gangguan terhadap informasi itu dan banyaknya gangguan.

Dengan kata lain, jika ingin informasi yang lebih jelas dari sumber (Penjual, Perusahaan, Marketing dll), ada baiknya langsung dijumpai.

Bentuk analogi lainnya adalah kejernihan sesuatu tergantung dari kedekatan dengan sumbernya, ini juga berkaitan dengan ilmu hadits (sahabat Nabi Saw pasti lebih jelas infonya, ketimbang kita) tentang memahami agama Islam.

Dengan minimnya penghalang (x = 0), maka nilai I’ akan menjadi sama dengan Io. Ini mirip dengan kita yang bertransaksi langsung dengan para pedagang tradisional di pasar, karena kebanyakan mereka adalah pemilik langsung dagangannya. Sangat berbeda dengan swalayan-swalayan yang pramuniaganya hanya merupakan perpanjangan tangan, dimana informasi bisa berbeda sampainya ke kita.

Apalagi kita menanyakan informasi bisnis/dagang kepada tetangga yang belum tentu benar akurasi dan kebenarannya, bahkan bisa jadi hoax pula.

Apa bedanya dengan model Fisika yang linear tapi banyak variabel? Untuk contoh ini Diskon 30% + 20% + 10% mungkin contoh yang menarik, tapi bukan berarti diskon 60% kan?

Akan kita bahas lagi ya… OK

Membangun Database Administrasi Madrasah/Sekolah Dengan Mudah

 

Sering dialami di sekolah-sekolah saat ada keperluan terkait administrasi, banyak hambatan berupa sulitnya mencari file, surat keluar-masuk, data alumni, guru, absensi dan lainnya. Padahal saat ini sinkronisasi pangkalan data sangat diperlukan untuk efektivitas dan efisiensi sebuah lembaga atau organisasi.

Hal yang sama juga terjadi pada sebagian besar guru yang selalu diribetkan dengan permasalahan administratif pribadi dan sekolahnya. Sehingga sering terjadi guru harus menulis soal baik untuk ujian bulanan maupun semester.

Sejalan perkembangan waktu, internet telah menjadi bagiandari kehidupan manusia khususnya di perkotaan dan manusia millenial. Internetyang tak bisa dipisahkan dari mesin pencari google telah berkembang jauh darifungsi asalnya yang hanya berupa mesin pencari di internet. Hal yang menarikselain perkembangan Youtube (milik google juga), kini telah pula merambah kefasilitas database intereaktif dan penyimpanan data yang gratis secara online.

Fasilitas yang terakhir di sebutkan (google drive) di atas dari google kini telah memiliki ruang penyimpanan sebesar 15 GB dan gratis. Karena disediakangratis dan online, fasilitas ini dapat menjadi Harddisk online bagipenggunannya. Untuk sekolahan yang terkadang administrasinya masih offline,optimalisasi fasilitas ini diperkirakan dapat menjadi solusi. Dalam tulisan iniakan dipaparkan bagaimana cara penggunaan dan teknis pembuatan dan optimalisasiberkaitan dengan kebutuhan pendidik dan lembaganya.

Beberapa kelebihan yang dimiliki Google Drive ini antara lain:

  • bisa diakses dari berbagai perangkat
  • bisa disinkronkan dari folder computer/laptop ke drive
  • jenis file bisa dipilih untuk disinkronkan
  • file manager seperti biasa (di komputer)
  • untuk foto diberi fasilitas unlimited
  • untuk dokumen bisa formulir, spreatsheet, slide dll
  • bisa berbagi dan kolaborasi

Bersambung…