HARI GURU – CSR TELKOM

Alhamdulillah … tak sia-sia yang selama ini dilakukan, belajar, berbagi ilmu & pengalaman, Allah swt tidak tidur. Dia meninggikan orang beriman & berilmu beberapa derajat.

Sosiofisika: Kapasitas Besar Untuk Naik Lebih Tinggi

MENGAPA BALON BISA TERBANG?

Itulah salah satu pertanyaan awal pada sesi pembelajaran Fisika, yakni Fluida (zat alir).

Jonathan Trappe soars in bid to be the first man to cross the Atlantic in a balloon cluster systemSaat mengajarkan fluida kepada para siswa, pengetahuan dasar tentang massa jenis merupakan hal yang paling pokok. Kok balon bisa terbang di udara? Terus naik dan naik? Kapan berhentinya? Apa nantinya akan turun kembali?

Beberapa pertanyaan tersebut memang sering di dengar, namun jawabannya?

Massa jenis merupakan perbandingan bobot (ke-massif-an) suatu benda apapun terhadap volume (kapasitas) nya.

Benda yang ringan seperti Styrofoam (gabus penyangga dalam kotak peralatan elektronik) jika diletakkan di air, maka akan mengapung. Bahkan jika dicelupkan ke dalam air pun akan muncul kembali ke permukaan air.

Benda ringan lainnya seperti bola pimpong juga akan mengalami hal yang sama seperti styrofoam tadi, yakni akan muncul ke permukaan jika dicelupkan.

Bola pingpong memiliki bobot 2,7 gr dan volume 268 cm3. Perbandingan bobot terhadap volumenya sebesar 0,1 gr/cm3. Bisa kita bandingkan dengan air dengan massa jenis sebesar 1,0 gr/cm3.

Mengapa bola pingpon bisa mengapung? Ya, jelas saja karena massa jenisnya 0,1 jauh lebih kecil dari air 1,0.

Jadi benda apapun jika massa jenisnya lebih kecil dari air, akan mengapung ke permukaan. Jika bola dilepaskan di dalam air, maka bola pingpong tersebut akan terlihat bergerak naik sampai batas permukaan air.

Dengan prinsip yang sama, balon terbang yang biasa kita lepaskan terlihat naik ke udara, ini sama seperti bola pingpong yang sedang bergerak ke permukaan air. Balon tersebut berusaha naik dan naik sampai batas permukaan udara, inilah yang sering kita sebut “balon” terbang.

Jadi prinsip dasarnya sederhana, yakni adanya beda massa jenis. Jika 2 benda yang berbeda massa jenisnya ditempatkan bersamaan, maka yang memiliki massa jenis kecil akan mencoba untuk berada di atas.

Trus, bola pingpong yang bergerak dari dalam air mengapa tidak naik ke udara? Jawabannya jelas, karena massa jenis bola pingpong jauh lebih besar dibanding udara. Makanya udara tetap berada di atas bola.

BAGAIMANA MENGUBAH MASSA JENIS?

Karena massa jenis merupakan perbandingan bobot (massa) terhadap kapasitas (volume) benda, maka untuk mengubahnya tentu dengan mengubah bobot atau kapasitasnya. Jika bobotnya diperbesar dan kapasitasnya tetap, maka massa jenisnya membesar. Sebaliknya jika bobotnya tetap tetapi kapasitasnya diperbesar, maka massa jenisnya mengecil.

SOSIOFISIKA

Untuk menjadi hebat (berguna, bermanfaat, agung, disegani dsb), maka kita bisa meniru filosofi balon yang bisa terbang itu. Yakni dengan massa jenis yang kecil, maka akan mudah naik terbang ke udara.

Memperbesar kapasitas, bagi manusia dapat diartikan memperbaiki diri, menambah kompetensi, meningkatkan skill, tanggap sosial atau mudahnya meningkatkan kapasitas jasmani dan rohani.

Seperti balon terbang, jika bobot dipertahankan dan kapasitas diperbesar, maka akan mudah untuk naik di udara. Perbandingan 1 orang yang memiliki kemampuan setara dengan 100 orang dapat dikatakan luar biasa. Seolah-olah dia memiliki massa jenis 1 : 100 yakni 0,01 (seperseratus).

Semakin kecil semakin bagus. Balon yang memiliki massa jenis kecil tentu akan mampu naik lebih tinggi.

Orang kebanyakan tentu tidak dapat kita sebut memiliki kapasitas, seperti halnya buruh bangunan yang jumlahnya banyak itu, tidak akan pernah sama dengan 1 orang arsitek yang merancang sebuah bangunan. Takkan juga sama dengan insinyur yang mampu memperhitungkan kekuatan dan menata mesin dan para pekerja.

Walhasil, untuk menjadi sukses dimanapun, tingkatkan kapasitas diri agar bisa naik di antara orang-orang yang banyak.

Wallahu a’lam

Kapan Kita Mengerti Bahasa Binatang?

 

burung

Orang yang mengerti bahasa binatang adalah Nabi Sulaiman dan Nabi Daud a.s. (sebagai mukjizat baginya). Ini dapat kita lihat dalam al Qur’an:

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.

Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (Q.S. An Naml : 18-19).

kicau burung

Dalam ayat lainnya,

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (Q.S. An Naml : 22-24).

Dalam al Qur’an juga disebutkan tasbih hewan dan tumbuhan berbeda dengan tasbih manusia, tetapi sama-sama tasbih, termasuk apa-apa yang ada di langit dan di bumi. SubhanaLLah.

Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masingnya telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. An Nuur : 41).

Jika Nabi daud beribadah (membaca kitab Zabur), maka burung-burung hinggap padanya, yakni pada saat ditiupnya seruling tersebut.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami (Kami berfirman), “Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah, berulang-ulang bersama Daud”. (Q.S. Saba : 10) 

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah dan kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah”. (Q.S. Sad : 18-20).

Analisis Sainstek.

Info terkini, sesuai penelitian Sains & Teknologi: Sonic Bloom mempercepat pertumbuhan pepohonan/tanaman. Kicauan burung mempercepat pertumbuhan tanaman/pepohonan. Dalam penelitian ini dijelaskan kicauan burung dan sonic bloom (bunyi-bunyian menyerupai frekuensi kicau burung) merangsang terbukanya stomata pada daun pepohonan/tumbuhan. Dengan memberikan sonic bloom ini pada tumbuhan, maka pertumbuhannya lebih cepat ketimbang yang tidak diberi efek sonicbloom sebagaimana penjelasan video ini.

Dapat kita lihat dan dengar bahwa kicauan burung-burung yang hinggap di pohon setiap paginya saling sahut-menyahut. Ini tak lain bentuk lain dari Tasbih para burung. Tasbih (kicau burung) ini ternyata terdiri dari frekuensi tertentu yang merangsang stomata membuka.

Beberapa penelitian lainnya menyimpulkan, bahwa Murattal al Qur’an yang didengarkan pada tumbuhan juga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhannya, sebagaimana sonic bloom.

Dari sini dapat dibuat hipotesis, bahwa ada hubungan ayat Qur’an yang dilantunkan (frekuensi, panjang gelombang, kecepatan, intensitas bunyi dll) secara murattal dengan variabel kicauan burung, dengan stomata daun sebagai mediatornya.

Postulat:

Manusia akan mampu memahami bahasa binatang (khususnya burung) berdasarkan sains dan teknologi tak lama lagi. (Pandha-01/2016).

Kapan? Mungkin tidak lama lagi, sebagaimana kemungkinan kita mencium aroma parfum yang ada pada tayangan TV.

 

 

 

Indahnya Fisika, Siapa Tahu?

Ketika air terjun yang turun serta dilewatkan (dimasukkan) melalui turbin dan menggerakkan generator, maka dihasilkanlah listrik sebagaimana yang kita nikmati sebagai arus listrik PLN di rumah-rumah.

hydropower-plant-parts

Di rumah, kita mencolokkan (plug) chock listrik ke jaringan PLN dari sebuah pompa listrik (mis: Sanyo), maka listrik mengalir ke Dinamo Sanyo, kemudian Dinamo berputar, akhirnya air di dalam sumur naik dan kita pakai.

dabjet62mp18v

Hukum alam, khususnya Fisika selalu terkonversikan, bisa kita lihat kebalikannya spt contoh di atas. Indahnya Fisika sebenarnya sangat mudah ditangkap jika gejala/fenomenanya tidak langsung dipaparkan dengan rumus-rumus (rumit/kompleks) yang selama ini diajarkan di kelas-kelas.

Ayo menikmati keindahan fenomena Fisika ini.

9 Type Jenius Manusia

right-brain

Secara singkat, makna dari kata “Genius” atau “Jenius” adalah seseorang dengan kapasitas kecerdasan di atas rata-rata. Ironisnya, masyarakat sekitar kita melihat kapasitas tersebut hanya dalam nilai akademik, yang sebenarnya harus disadari bahwa tidak semua kejeniusan manusia itu sama.

Contoh nyata dapat dilihat dari sebuah permisalan Pablo Picasso dan Albert Einstein. Ya, banyak dari Anda pasti sudah sering mendengar kedua nama ini, Pablo Picasso sebagai pelukis ternama dunia dan Albert Einstein sebagai ilmuwan ternama dunia.

Apabila kita hanya melihat dari sisi bidang fisika, Albert Einstein adalah seseorang yang sangat jenius tapi Pablo Picasso mungkin tidak pernah akan dapat disebut jenius dalam bidang ini.

Berbeda halnya jika kita melihat dari sisi kesenian lukisan. Namun kedua orang ini nyatanya memang adalah 2 orang yang jenius hanya saja dalam bidang masing-masing mereka sendiri.

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini, seorang psikolog ternama, Howard Gardner menjelaskan bahwa kepintaran atau kecerdasan manusia yang lebih lanjut lagi disebut sebagai jenius ini, dapat dibagi menjadi 9 tipe kecerdasan.

1. Kecerdasan Logik Matematik

Kemampuan seseorang dalam mengatur, mengukur, dan memahami simbol numerik, abstraksi dan logika. Kepintaran inilah yang biasanya diukur secara akademis di sekolah-sekolahan.

2. Kecerdasan Linguistik

Kemampuan pengolahan bahasa baik dalam hal pemahaman atau implementasinya secara tertulis ataupun lisan. Sama halnya denga kepintaran logik matematik, kepintaran ini juga biasanya diukur secara akademis.

Baca lebih lanjut

Soal-Soal Dualisme Gelombang Partikel

Soal 1. Dualisme Gelombang Partikel

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal 2. Dualisme Gelombang Partikel

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal 3. Dualisme Gelombang Partikel

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal-Soal Fisika Modern

Soal 1. Fisika Modern

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal 2. Fisika Modern

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal 3. Fisika Modern

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal-Soal Magnet

Soal 1. Magnet

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal 2. Magnet

——————————————— Klik Pembahasan 

Soal 3. Magnet

——————————————— Klik Pembahasan 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.295 pengikut lainnya